<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisruh Unjuk Rasa Pekerja Indonesia dan TKA, PT GNI Akan Investigasi</title><description>PT Gunbuster Nickel Industry bakal melakukan investigasi terkait  insiden unjuk rasa berujung kerusuhan yang terjadi di Kawasan Industri.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/16/320/2747148/kisruh-unjuk-rasa-pekerja-indonesia-dan-tka-pt-gni-akan-investigasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/16/320/2747148/kisruh-unjuk-rasa-pekerja-indonesia-dan-tka-pt-gni-akan-investigasi"/><item><title>Kisruh Unjuk Rasa Pekerja Indonesia dan TKA, PT GNI Akan Investigasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/16/320/2747148/kisruh-unjuk-rasa-pekerja-indonesia-dan-tka-pt-gni-akan-investigasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/16/320/2747148/kisruh-unjuk-rasa-pekerja-indonesia-dan-tka-pt-gni-akan-investigasi</guid><pubDate>Senin 16 Januari 2023 14:26 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/16/320/2747148/kisruh-unjuk-rasa-pekerja-indonesia-dan-tka-pt-gni-akan-investigasi-5Y7SorJik2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bentrok TKA dan tenaga kerja lokal (Foto: tangkapan layar medsos)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/16/320/2747148/kisruh-unjuk-rasa-pekerja-indonesia-dan-tka-pt-gni-akan-investigasi-5Y7SorJik2.jpg</image><title>Bentrok TKA dan tenaga kerja lokal (Foto: tangkapan layar medsos)</title></images><description>JAKARTA - PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) bakal melakukan investigasi terkait insiden unjuk rasa berujung kerusuhan yang terjadi di Kawasan Industri GNI, Petasia, Morowali Utara, Sulawesi Tengah pada Sabtu, (14/1/2023). Kisruh unjuk rasa tersebut mengakibatkan 2 korban jiwa dan membuat aktivitas perusahaan terhenti.
&amp;ldquo;Kami sangat menyayangkan insiden tersebut. Pihak perusahaan akan berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk melakukan investigasi atas terjadinya peristiwa tersebut,&quot; ungkap Head of Human Resources and General Affairs PT GNI Muknis Basri Assegaf melalui keterangan resmi, Senin (16/1/2023).
BACA JUGA:Bentrok TKA China hingga Seleb TikTok Nirwana Selle Tewas, DPR Geram Desak PT GNI Ditutup!

Menurutnya, unjuk rasa bukan saja merugikan perusahaan dan karyawan karena operasional pabrik harus terhenti, tapi juga merugikan masyarakat sekitar kawasan Industri.
Dia mengungkapkan banyak pihak menyayangkan kejadian yang menimbulkan kerusakan dan merugikan banyak pihak. Adapun pertemuan dihadiri Direktur Intelkam Polda Sulteng dan Sekda Morut, Musda Guntur yang didampingi Kapolres Morut dan Dandim Morowali dan Morowali Utara.
BACA JUGA:Heboh Karyawan Smelter Nikel GNI Bentrok, Wamenaker Buka Suara

Terkait isu yang beredar terjadi penganiayaan oleh oknum Tenaga Kerja Asing (TKA) terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan kekerasan terhadap pekerja perempuan, Muknis menekankan bahwa isu tersebut tidak benar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMC8xLzE2MDUwMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Penyerangan terhadap karyawan terjadi saat jam operasional pabrik  berlangsung sehingga aktivitas terhenti dan menimbulkan kerusakan parah  dan penjarahan di 100 mess karyawan tenaga kerja lokal, perempuan dan  tenaga kerja asing. Serta sekitar 6 alat berat dan kendaraan operasional  milik perusahaan terbakar.
&amp;ldquo;Mereka juga menyerang TKA agar berhenti bekerja. Dan setelah muncul  kericuhan, mereka kemudian membakar dan menjarah mess perempuan tenaga  kerja lokal, hingga menjarah mess TNI kemudian membakarnya,&amp;rdquo; ungkapnya.
Atas kejadian tersebut, terdapat sekitar 9 orang luka-luka, serta 2  orang tewas (1 tenaga kerja lokal dan 1 orang TKA). Muknis mengatakan,  dalam rangkaian aksi tersebut Polres Morowali Utara berhasil mengamankan  70 orang terduga pelaku.
&amp;ldquo;Perusahaan juga mengalami kerugian materiil yang cukup banyak,  terutama sejumlah alat berat kami serta mess tenaga kerja yang dibakar  massa. Kami akan berkomitmen untuk mengusut tuntas serta melakukan  investigasi untuk menemukan titik terang atas kasus ini,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) bakal melakukan investigasi terkait insiden unjuk rasa berujung kerusuhan yang terjadi di Kawasan Industri GNI, Petasia, Morowali Utara, Sulawesi Tengah pada Sabtu, (14/1/2023). Kisruh unjuk rasa tersebut mengakibatkan 2 korban jiwa dan membuat aktivitas perusahaan terhenti.
&amp;ldquo;Kami sangat menyayangkan insiden tersebut. Pihak perusahaan akan berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk melakukan investigasi atas terjadinya peristiwa tersebut,&quot; ungkap Head of Human Resources and General Affairs PT GNI Muknis Basri Assegaf melalui keterangan resmi, Senin (16/1/2023).
BACA JUGA:Bentrok TKA China hingga Seleb TikTok Nirwana Selle Tewas, DPR Geram Desak PT GNI Ditutup!

Menurutnya, unjuk rasa bukan saja merugikan perusahaan dan karyawan karena operasional pabrik harus terhenti, tapi juga merugikan masyarakat sekitar kawasan Industri.
Dia mengungkapkan banyak pihak menyayangkan kejadian yang menimbulkan kerusakan dan merugikan banyak pihak. Adapun pertemuan dihadiri Direktur Intelkam Polda Sulteng dan Sekda Morut, Musda Guntur yang didampingi Kapolres Morut dan Dandim Morowali dan Morowali Utara.
BACA JUGA:Heboh Karyawan Smelter Nikel GNI Bentrok, Wamenaker Buka Suara

Terkait isu yang beredar terjadi penganiayaan oleh oknum Tenaga Kerja Asing (TKA) terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan kekerasan terhadap pekerja perempuan, Muknis menekankan bahwa isu tersebut tidak benar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMC8xLzE2MDUwMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Penyerangan terhadap karyawan terjadi saat jam operasional pabrik  berlangsung sehingga aktivitas terhenti dan menimbulkan kerusakan parah  dan penjarahan di 100 mess karyawan tenaga kerja lokal, perempuan dan  tenaga kerja asing. Serta sekitar 6 alat berat dan kendaraan operasional  milik perusahaan terbakar.
&amp;ldquo;Mereka juga menyerang TKA agar berhenti bekerja. Dan setelah muncul  kericuhan, mereka kemudian membakar dan menjarah mess perempuan tenaga  kerja lokal, hingga menjarah mess TNI kemudian membakarnya,&amp;rdquo; ungkapnya.
Atas kejadian tersebut, terdapat sekitar 9 orang luka-luka, serta 2  orang tewas (1 tenaga kerja lokal dan 1 orang TKA). Muknis mengatakan,  dalam rangkaian aksi tersebut Polres Morowali Utara berhasil mengamankan  70 orang terduga pelaku.
&amp;ldquo;Perusahaan juga mengalami kerugian materiil yang cukup banyak,  terutama sejumlah alat berat kami serta mess tenaga kerja yang dibakar  massa. Kami akan berkomitmen untuk mengusut tuntas serta melakukan  investigasi untuk menemukan titik terang atas kasus ini,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
