<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Jurus BI Jaga Pertumbuhan dan Inflasi Daerah</title><description>Bank Indonesia menyiapkan tiga jurus menjaga pertumbuhan dan inflasi di daerah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/17/320/2747899/3-jurus-bi-jaga-pertumbuhan-dan-inflasi-daerah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/17/320/2747899/3-jurus-bi-jaga-pertumbuhan-dan-inflasi-daerah"/><item><title>3 Jurus BI Jaga Pertumbuhan dan Inflasi Daerah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/17/320/2747899/3-jurus-bi-jaga-pertumbuhan-dan-inflasi-daerah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/17/320/2747899/3-jurus-bi-jaga-pertumbuhan-dan-inflasi-daerah</guid><pubDate>Selasa 17 Januari 2023 14:12 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/17/320/2747899/3-jurus-bi-jaga-pertumbuhan-dan-inflasi-daerah-RJJGvV8BQL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jurus BI jaga pertumbuhan dan inflasi daerah (Foto: Halomoney)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/17/320/2747899/3-jurus-bi-jaga-pertumbuhan-dan-inflasi-daerah-RJJGvV8BQL.jpg</image><title>Jurus BI jaga pertumbuhan dan inflasi daerah (Foto: Halomoney)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia menyiapkan tiga jurus menjaga pertumbuhan dan inflasi di daerah. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa ada tiga hal penting yang dilakukan pihaknya untuk menjaga pertumbuhan dan inflasi di daerah.
BACA JUGA:Suku Bunga Bank Indonesia Diprediksi Naik ke 6% di 2023

&quot;Pertama, adalah setelah PPKM ini, adalah bagaimana kita bisa mendorong konsumsi dan sektor-sektor selama ini yang masih terbatas, misalnya perdagangan, hotel, dan restoran, maupun berbagai industri ini perlu didorong sambil waspada agar COVID-19 tidak menyebar,&quot; ujar Perry dalam Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda tahun 2023 di Sentul, Selasa (17/1/2023).
BACA JUGA:Gubernur BI Lantik 26 Pejabat Bank Indonesia, Ini Nama-namanya

Hal kedua adalah memperkuat sektor-sektor ekonomi yang selama ini masih terkendala, antara lain perdagangan, transportasi, hotel dan restoran khususnya di Bali dan Nusa Tenggara, dan juga pertanian serta yang lainnya.
&quot;Yang ketiga tentu saja berkaitan dengan inflasi, karena dunia sedang inflasi, makanya kalau inflasi bisa kita kendalikan, daya belinya bisa kita dorong, ekonominya juga pulih,&quot; ungkap Perry.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Jika dilihat dari sisi pertumbuhan ekonomi, memang jika dibandingkan  dengan masa pandemi, memang sudah lebih tinggi angkanya. Akan tetapi,  jika dilihat dalam 3 tahun terakhir, misalnya pertumbuhannya berada di  angka 5% di beberapa daerah, semestinya bisa didorong lebih tinggi.
Untuk proyeksinya di 2023, BI mencatat bahwa proyeksi pertumbuhan  ekonomi Jawa dan Slampua mengalami revisi ke atas, dengan angka proyeksi  Jawa 5,25% dan Sulampua 7,38%.
&quot;Sehingga hilirisasi investasi sebagaimana yang telah disebutkan pak  Presiden dan pak Menko Perekonomian itu perlu kita dorong di berbagai  daerah,&quot; pungkas Perry.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia menyiapkan tiga jurus menjaga pertumbuhan dan inflasi di daerah. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa ada tiga hal penting yang dilakukan pihaknya untuk menjaga pertumbuhan dan inflasi di daerah.
BACA JUGA:Suku Bunga Bank Indonesia Diprediksi Naik ke 6% di 2023

&quot;Pertama, adalah setelah PPKM ini, adalah bagaimana kita bisa mendorong konsumsi dan sektor-sektor selama ini yang masih terbatas, misalnya perdagangan, hotel, dan restoran, maupun berbagai industri ini perlu didorong sambil waspada agar COVID-19 tidak menyebar,&quot; ujar Perry dalam Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda tahun 2023 di Sentul, Selasa (17/1/2023).
BACA JUGA:Gubernur BI Lantik 26 Pejabat Bank Indonesia, Ini Nama-namanya

Hal kedua adalah memperkuat sektor-sektor ekonomi yang selama ini masih terkendala, antara lain perdagangan, transportasi, hotel dan restoran khususnya di Bali dan Nusa Tenggara, dan juga pertanian serta yang lainnya.
&quot;Yang ketiga tentu saja berkaitan dengan inflasi, karena dunia sedang inflasi, makanya kalau inflasi bisa kita kendalikan, daya belinya bisa kita dorong, ekonominya juga pulih,&quot; ungkap Perry.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Jika dilihat dari sisi pertumbuhan ekonomi, memang jika dibandingkan  dengan masa pandemi, memang sudah lebih tinggi angkanya. Akan tetapi,  jika dilihat dalam 3 tahun terakhir, misalnya pertumbuhannya berada di  angka 5% di beberapa daerah, semestinya bisa didorong lebih tinggi.
Untuk proyeksinya di 2023, BI mencatat bahwa proyeksi pertumbuhan  ekonomi Jawa dan Slampua mengalami revisi ke atas, dengan angka proyeksi  Jawa 5,25% dan Sulampua 7,38%.
&quot;Sehingga hilirisasi investasi sebagaimana yang telah disebutkan pak  Presiden dan pak Menko Perekonomian itu perlu kita dorong di berbagai  daerah,&quot; pungkas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
