<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Begini Strategi BI Jaga Inflasi di Daerah</title><description>Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa ada tiga hal penting yang dilakukan pihaknya untuk menjaga inflasi di daerah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/17/320/2747911/begini-strategi-bi-jaga-inflasi-di-daerah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/17/320/2747911/begini-strategi-bi-jaga-inflasi-di-daerah"/><item><title>Begini Strategi BI Jaga Inflasi di Daerah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/17/320/2747911/begini-strategi-bi-jaga-inflasi-di-daerah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/17/320/2747911/begini-strategi-bi-jaga-inflasi-di-daerah</guid><pubDate>Selasa 17 Januari 2023 14:23 WIB</pubDate><dc:creator>Zuhirna Wulan Dilla</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/17/320/2747911/begini-strategi-bi-jaga-inflasi-di-daerah-1EFDr4tHUS.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia. (Foto: BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/17/320/2747911/begini-strategi-bi-jaga-inflasi-di-daerah-1EFDr4tHUS.JPG</image><title>Bank Indonesia. (Foto: BI)</title></images><description>SENTUL - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa ada tiga hal penting yang dilakukan pihaknya untuk menjaga pertumbuhan dan inflasi di daerah.

&quot;Pertama, adalah setelah PPKM ini, adalah bagaimana kita bisa mendorong konsumsi dan sektor-sektor selama ini yang masih terbatas, misalnya perdagangan, hotel, dan restoran, maupun berbagai industri ini perlu didorong sambil waspada agar COVID-19 tidak menyebar,&quot; ujar Perry dalam Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda tahun 2023 di Sentul, Selasa (17/1/2023).

Hal kedua adalah memperkuat sektor-sektor ekonomi yang selama ini masih terkendala, antara lain perdagangan, transportasi, hotel dan restoran khususnya di Bali dan Nusa Tenggara, dan juga pertanian serta yang lainnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Beri Peringatan soal Tarif PDAM, Jokowi: Itu Bisa Bikin Inflasi Naik
&quot;Yang ketiga tentu saja berkaitan dengan inflasi, karena dunia sedang inflasi, makanya kalau inflasi bisa kita kendalikan, daya belinya bisa kita dorong, ekonominya juga pulih,&quot; ungkap Perry.

Jika dilihat dari sisi pertumbuhan ekonomi, memang jika dibandingkan dengan masa pandemi, memang sudah lebih tinggi angkanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wOS80LzE2MDM5MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Akan tetapi, jika dilihat dalam 3 tahun terakhir, misalnya pertumbuhannya berada di angka 5% di beberapa daerah, semestinya bisa didorong lebih tinggi.

Untuk proyeksinya di 2023, BI mencatat bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi Jawa dan Slampua mengalami revisi ke atas, dengan angka proyeksi Jawa 5,25% dan Sulampua 7,38%.

&quot;Sehingga hilirisasi investasi sebagaimana yang telah disebutkan pak Presiden dan pak Menko Perekonomian itu perlu kita dorong di berbagai daerah.&quot; pungkas Perry.</description><content:encoded>SENTUL - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa ada tiga hal penting yang dilakukan pihaknya untuk menjaga pertumbuhan dan inflasi di daerah.

&quot;Pertama, adalah setelah PPKM ini, adalah bagaimana kita bisa mendorong konsumsi dan sektor-sektor selama ini yang masih terbatas, misalnya perdagangan, hotel, dan restoran, maupun berbagai industri ini perlu didorong sambil waspada agar COVID-19 tidak menyebar,&quot; ujar Perry dalam Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda tahun 2023 di Sentul, Selasa (17/1/2023).

Hal kedua adalah memperkuat sektor-sektor ekonomi yang selama ini masih terkendala, antara lain perdagangan, transportasi, hotel dan restoran khususnya di Bali dan Nusa Tenggara, dan juga pertanian serta yang lainnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Beri Peringatan soal Tarif PDAM, Jokowi: Itu Bisa Bikin Inflasi Naik
&quot;Yang ketiga tentu saja berkaitan dengan inflasi, karena dunia sedang inflasi, makanya kalau inflasi bisa kita kendalikan, daya belinya bisa kita dorong, ekonominya juga pulih,&quot; ungkap Perry.

Jika dilihat dari sisi pertumbuhan ekonomi, memang jika dibandingkan dengan masa pandemi, memang sudah lebih tinggi angkanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wOS80LzE2MDM5MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Akan tetapi, jika dilihat dalam 3 tahun terakhir, misalnya pertumbuhannya berada di angka 5% di beberapa daerah, semestinya bisa didorong lebih tinggi.

Untuk proyeksinya di 2023, BI mencatat bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi Jawa dan Slampua mengalami revisi ke atas, dengan angka proyeksi Jawa 5,25% dan Sulampua 7,38%.

&quot;Sehingga hilirisasi investasi sebagaimana yang telah disebutkan pak Presiden dan pak Menko Perekonomian itu perlu kita dorong di berbagai daerah.&quot; pungkas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
