<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Minta Perbankan Dukung Hilirisasi Industri, Begini Jawaban Himbara</title><description>Presiden Jokowi meminta perbankan ikut mendukung hilirisasi industri.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/17/320/2747940/jokowi-minta-perbankan-dukung-hilirisasi-industri-begini-jawaban-himbara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/17/320/2747940/jokowi-minta-perbankan-dukung-hilirisasi-industri-begini-jawaban-himbara"/><item><title>Jokowi Minta Perbankan Dukung Hilirisasi Industri, Begini Jawaban Himbara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/17/320/2747940/jokowi-minta-perbankan-dukung-hilirisasi-industri-begini-jawaban-himbara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/17/320/2747940/jokowi-minta-perbankan-dukung-hilirisasi-industri-begini-jawaban-himbara</guid><pubDate>Selasa 17 Januari 2023 14:56 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/17/320/2747940/jokowi-minta-perbankan-dukung-hilirisasi-industri-begini-jawaban-himbara-ITy3ngt5jB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi minta perbankan dukung hilirisaisi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/17/320/2747940/jokowi-minta-perbankan-dukung-hilirisasi-industri-begini-jawaban-himbara-ITy3ngt5jB.jpg</image><title>Jokowi minta perbankan dukung hilirisaisi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Jokowi meminta perbankan ikut mendukung hilirisasi industri. Menjawab tantangan tersebut, industri perbankan yang diwakilkan oleh Himpunan Bank Bank Milik Negara atau biasa disebut HIMBARA berkomitmen mendukung langkah Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo untuk hilirisasi industri di dalam negeri.
Ketua HIMBARA yang juga Direktur Utama BRI, Sunarso mengatakan bahwa hilirisasi bagian daripada point of no return. Ditegaskan kembali oleh Presiden Jokowi bahwa hilirisasi ini tidak bisa berhenti, tidak bisa kembali.
BACA JUGA:Kinerja Perbankan 2022 Moncer, Bagaimana Prediksi di 2023?

&quot;Maka industri perbankan komit untuk mendukung proses hilirisasi agar seluruh rangkaian nilai tambahnya dinikmati oleh masyarakat Indonesia,&amp;rdquo; ujar Sunarso, seusai pertemuan pelaku industri perbankan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Presiden Jokowi, Senin (16/1/2023).
Himbara sendiri terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau Bank Mandiri, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BNI, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN.
BACA JUGA:Kredit Perbankan Diprediksi Tumbuh Pesat Tahun Ini

Terkait hilirisasi industri ini, Presiden Jokowi sebelumnya telah menekankan bahwa Pemerintah akan terus melakukan hilirisasi industri yang diyakini akan menjadi lompatan besar peradaban negara.
Sejak tiga tahun lalu, Presiden Jokowi sudah melarang ekspor bijih nikel ke luar negeri. Kegiatan larangan ekspor tersebut dibarengi dengan pengembangan hilirisasi di dalam negeri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMi80LzE1OTI0Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dalam pertemuan di Istana Negara kemarin, lanjut Sunarso, sektor  perbankan dan OJK berdialog bersama dengan Presiden Jokowi, serta  memberikan masukan sekaligus laporan hal-hal yang sudah dilakukan oleh  industri di tahun 2022.
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh OJK, Himbara, Bursa Efek  Indonesia, dan pelaku industri perbankan lainnya, Presiden memberikan  arahan sangat jelas bahwa seharusnya momentum penguatan pertumbuhan  ekonomi dari tahun 2022 ke depan dapat terus dijaga.
Meskipun laporan keuangan belum diterbitkan, HIMBARA optimistis pada  tahun 2022 bank-bank milik negara bisa melampauinya dengan sangat baik  dan kinerja solid, terutama masih tumbuh agresif dan tetap mengedepankan  kehati-hatian.
&amp;ldquo;Terbukti bahwa kualitas aset yang kita kelola jauh membaik dan itu  semua tidak lepas dari kebijakan dari OJK juga termasuk juga  memperpanjang masa berlakunya relaksasi untuk penentuan kualitas aktiva  produktif dan itu memang diperlukan,&amp;rdquo; ungkapnya.
HIMBARA dan BRI secara khususnya, imbuh Sunarso, memiliki strategi  untuk pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan dimana perseroan tumbuh  secara selektif dengan melakukan pencadangan yang memadai untuk  mengantisipasi apabila terjadi pemburukan-pemburukan akibat kondisi  ekonomi yang diproyeksikan menghadapi ketidakpastian.
&amp;ldquo;Kita siap untuk tumbuh dan kita siap untuk menghadapi berbagai  tantangan dengan pencadangan dan kita sudah buktikan di tahun 2022  perbankan kita sangat solid,&amp;rdquo; tutup Sunarso.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Jokowi meminta perbankan ikut mendukung hilirisasi industri. Menjawab tantangan tersebut, industri perbankan yang diwakilkan oleh Himpunan Bank Bank Milik Negara atau biasa disebut HIMBARA berkomitmen mendukung langkah Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo untuk hilirisasi industri di dalam negeri.
Ketua HIMBARA yang juga Direktur Utama BRI, Sunarso mengatakan bahwa hilirisasi bagian daripada point of no return. Ditegaskan kembali oleh Presiden Jokowi bahwa hilirisasi ini tidak bisa berhenti, tidak bisa kembali.
BACA JUGA:Kinerja Perbankan 2022 Moncer, Bagaimana Prediksi di 2023?

&quot;Maka industri perbankan komit untuk mendukung proses hilirisasi agar seluruh rangkaian nilai tambahnya dinikmati oleh masyarakat Indonesia,&amp;rdquo; ujar Sunarso, seusai pertemuan pelaku industri perbankan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Presiden Jokowi, Senin (16/1/2023).
Himbara sendiri terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau Bank Mandiri, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BNI, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN.
BACA JUGA:Kredit Perbankan Diprediksi Tumbuh Pesat Tahun Ini

Terkait hilirisasi industri ini, Presiden Jokowi sebelumnya telah menekankan bahwa Pemerintah akan terus melakukan hilirisasi industri yang diyakini akan menjadi lompatan besar peradaban negara.
Sejak tiga tahun lalu, Presiden Jokowi sudah melarang ekspor bijih nikel ke luar negeri. Kegiatan larangan ekspor tersebut dibarengi dengan pengembangan hilirisasi di dalam negeri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMi80LzE1OTI0Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dalam pertemuan di Istana Negara kemarin, lanjut Sunarso, sektor  perbankan dan OJK berdialog bersama dengan Presiden Jokowi, serta  memberikan masukan sekaligus laporan hal-hal yang sudah dilakukan oleh  industri di tahun 2022.
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh OJK, Himbara, Bursa Efek  Indonesia, dan pelaku industri perbankan lainnya, Presiden memberikan  arahan sangat jelas bahwa seharusnya momentum penguatan pertumbuhan  ekonomi dari tahun 2022 ke depan dapat terus dijaga.
Meskipun laporan keuangan belum diterbitkan, HIMBARA optimistis pada  tahun 2022 bank-bank milik negara bisa melampauinya dengan sangat baik  dan kinerja solid, terutama masih tumbuh agresif dan tetap mengedepankan  kehati-hatian.
&amp;ldquo;Terbukti bahwa kualitas aset yang kita kelola jauh membaik dan itu  semua tidak lepas dari kebijakan dari OJK juga termasuk juga  memperpanjang masa berlakunya relaksasi untuk penentuan kualitas aktiva  produktif dan itu memang diperlukan,&amp;rdquo; ungkapnya.
HIMBARA dan BRI secara khususnya, imbuh Sunarso, memiliki strategi  untuk pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan dimana perseroan tumbuh  secara selektif dengan melakukan pencadangan yang memadai untuk  mengantisipasi apabila terjadi pemburukan-pemburukan akibat kondisi  ekonomi yang diproyeksikan menghadapi ketidakpastian.
&amp;ldquo;Kita siap untuk tumbuh dan kita siap untuk menghadapi berbagai  tantangan dengan pencadangan dan kita sudah buktikan di tahun 2022  perbankan kita sangat solid,&amp;rdquo; tutup Sunarso.</content:encoded></item></channel></rss>
