<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Daerah Sudah Pulih, Sri Mulyani Beberkan Buktinya</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan bukti bahwa perekonomian daerah mulai membaik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/17/320/2748014/ekonomi-daerah-sudah-pulih-sri-mulyani-beberkan-buktinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/17/320/2748014/ekonomi-daerah-sudah-pulih-sri-mulyani-beberkan-buktinya"/><item><title>Ekonomi Daerah Sudah Pulih, Sri Mulyani Beberkan Buktinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/17/320/2748014/ekonomi-daerah-sudah-pulih-sri-mulyani-beberkan-buktinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/17/320/2748014/ekonomi-daerah-sudah-pulih-sri-mulyani-beberkan-buktinya</guid><pubDate>Selasa 17 Januari 2023 16:07 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/17/320/2748014/ekonomi-daerah-sudah-pulih-sri-mulyani-beberkan-buktinya-aPddT6N78Z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani sebut ekonomi daerah pulih (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/17/320/2748014/ekonomi-daerah-sudah-pulih-sri-mulyani-beberkan-buktinya-aPddT6N78Z.jpg</image><title>Sri Mulyani sebut ekonomi daerah pulih (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan bukti bahwa perekonomian daerah mulai membaik. Perpajakan di daerah menguat dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menurutnya luar biasa.
Tercatat bahwa jenis pajak konsumtif meningkat, seperti pajak hiburan naik 212,74%, pajak restoran naik 40,59%, pajak hotel naik 89,09%, dan pajak parkir naik 34,92 yang mengindikasikan aktivitas ekonomi daerah semakin membaik.
BACA JUGA:Pengusaha Besar dan UMKM Lokal Kolaborasi, Bahlil: Ini Objek Pembangunan Ekonomi Daerah

&quot;Ini berarti di daerah, kegiatan makin meningkat. Nah ini nanti implikasinya pada inflasi, kalau masyarakat mulai mobile, mulai berkonsumsi, namun barangnya tidak ada, maka terjadi kenaikan harga, ini yang harus kita cegah,&quot; ujar Sri dalam Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda tahun 2023 di Sentul, Selasa (17/1/2023).
BACA JUGA:Hadapi Tantangan Global, Bos OJK: Ekonomi Daerah Perlu Diperkuat

Dia mengatakan, pada saat masyarakat mulai melakukan kegiatan, maka sisi produksi dan suplai mengenai logistik dan distribusi juga menjadi sangat penting.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDkxMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Per Desember 2022, PAD didominasi pajak daerah (72,6%), lain-lain PAD  yang sah (21,4%), hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan  (3,3%), dan retribusi daerah (2,7%).
Kemudian, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan tumbuh  dikontribusikan oleh bagian laba atas penyertaan modal pada perusahaan  milik swasta dan penyertaan modal pada BUMD.
&quot;Hanya saja, retribusi daerah dan lain-lain PAD yang sah masih  terkontraksi, masing-masing -,7,5% dan -22,7% di Desember 2022,&quot; pungkas  Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan bukti bahwa perekonomian daerah mulai membaik. Perpajakan di daerah menguat dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menurutnya luar biasa.
Tercatat bahwa jenis pajak konsumtif meningkat, seperti pajak hiburan naik 212,74%, pajak restoran naik 40,59%, pajak hotel naik 89,09%, dan pajak parkir naik 34,92 yang mengindikasikan aktivitas ekonomi daerah semakin membaik.
BACA JUGA:Pengusaha Besar dan UMKM Lokal Kolaborasi, Bahlil: Ini Objek Pembangunan Ekonomi Daerah

&quot;Ini berarti di daerah, kegiatan makin meningkat. Nah ini nanti implikasinya pada inflasi, kalau masyarakat mulai mobile, mulai berkonsumsi, namun barangnya tidak ada, maka terjadi kenaikan harga, ini yang harus kita cegah,&quot; ujar Sri dalam Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda tahun 2023 di Sentul, Selasa (17/1/2023).
BACA JUGA:Hadapi Tantangan Global, Bos OJK: Ekonomi Daerah Perlu Diperkuat

Dia mengatakan, pada saat masyarakat mulai melakukan kegiatan, maka sisi produksi dan suplai mengenai logistik dan distribusi juga menjadi sangat penting.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDkxMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Per Desember 2022, PAD didominasi pajak daerah (72,6%), lain-lain PAD  yang sah (21,4%), hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan  (3,3%), dan retribusi daerah (2,7%).
Kemudian, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan tumbuh  dikontribusikan oleh bagian laba atas penyertaan modal pada perusahaan  milik swasta dan penyertaan modal pada BUMD.
&quot;Hanya saja, retribusi daerah dan lain-lain PAD yang sah masih  terkontraksi, masing-masing -,7,5% dan -22,7% di Desember 2022,&quot; pungkas  Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
