<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indosat (ISAT) Habiskan Dana Obligasi Rp1,74 Triliun</title><description>PT Indosat TBK telah menggunakan dana hasil penawaran umum  Obligasi Berkelanjutan IV Indosat tahap I tahun 2022 senilai Rp1,74  triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/18/278/2748612/indosat-isat-habiskan-dana-obligasi-rp1-74-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/18/278/2748612/indosat-isat-habiskan-dana-obligasi-rp1-74-triliun"/><item><title>Indosat (ISAT) Habiskan Dana Obligasi Rp1,74 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/18/278/2748612/indosat-isat-habiskan-dana-obligasi-rp1-74-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/18/278/2748612/indosat-isat-habiskan-dana-obligasi-rp1-74-triliun</guid><pubDate>Rabu 18 Januari 2023 14:23 WIB</pubDate><dc:creator>Fayha Afanin Ramadhanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/18/278/2748612/indosat-isat-habiskan-dana-obligasi-rp1-74-triliun-87ch1Uxu0d.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indosat habiskan dana obligasi (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/18/278/2748612/indosat-isat-habiskan-dana-obligasi-rp1-74-triliun-87ch1Uxu0d.jpg</image><title>Indosat habiskan dana obligasi (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - PT Indosat TBK (ISAT) telah menggunakan dana hasil penawaran umum Obligasi Berkelanjutan IV Indosat tahap I tahun 2022 senilai Rp1,74 triliun per 31 Desember 2022. Dari obligasi tersebut, ISAT memperoleh Rp1,75 triliun namun dikurangi biaya penawaran umum Rp6,66 miliar sehingga hasil bersihnya Rp1,74 triliun.
BACA JUGA:Mitratel Mau Beli 1.800 Menara Milik Indosat (ISAT)

Perseroan menyebutkan, dana hasil penawaran umum tersebut paling banyak dipakai untuk membayar sebagian biaya hak penggunaan (BHP) spektrum frekuensi senilai Rp681,33 miliar. BHP dibayarkan kepada pemerintah dari penggunaan frekuensi radio 900 MHz dan 1800 MHz periode 2022-2023.
Pemakaian dana terbesar kedua dialokasikan untuk pelunasan pinjaman dari PT Bank BTPN TBK sebanyak Rp560 miliar. Sisanya, dana yang dikumpulkan dari penjualan obligasi tahun lalu tersebut, dipakai melunasi obligasi berkelanjutan II Indosat tahap II tahun 2017 seri C sebesar Rp498 miliar, serta Rp14 miliar untuk pelunasan sukuk ijarah berkelanjutan II Indosat tahap II tahun 2017 seri C.
BACA JUGA:Indosat (ISAT) Cetak Pendapatan Rp34,5 Triliun 

Seluruh realisasi penggunaan dana tersebut telah sesuai dengan rencana perseroan yang tercantum pada prospektus Obligasi Berkelanjutan IV Indosat Tahap I Tahun 2022.
&amp;rdquo;Sisa dana hasil penawaran umum tersebut Rp0,&quot; kata Direktur Indosat Lee Chi Hung dilansir dari Harian Neraca, Rabu (18/1/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Penawaran umum berkelanjutan obligasi IV Indosat tahap I tahun 2022  senilai Rp1,75 triliun ini, merupakan bagian dari penawaran umum  berkelanjutan IV Indosat senilai Rp15 triliun. Aksi korporasi besar  tersebut terdiri atas obligasi berkelanjutan IV Indosat sebesar Rp10,5  triliun dan sukuk ijarah IV Indosat sebesar Rp4,5 triliun.
Sebelumnya, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison,  Vikram Sinha pernah menjelaskan, penerbitan obligasi dan sukuk ijarah  merupakan bagian dari rencana jangka panjang ISAT. Hal ini guna  memperbesar dan mendiversifikasi sumber pendanaannya, demi mendukung  pengembangan bisnis perseroan.
&amp;ldquo;Kami ingin memaksimalkan aset-aset Indosat dan Tri. Apalagi pada  saat yang sama, Indonesia juga memiliki banyak kesempatan. Karena itu,  kami ingin berinvestasi untuk terus tumbuh. Di balik itu, kami juga  berkomitmen untuk mengedepankan pengalaman para pelanggan,&amp;rdquo; kata Vikram.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Indosat TBK (ISAT) telah menggunakan dana hasil penawaran umum Obligasi Berkelanjutan IV Indosat tahap I tahun 2022 senilai Rp1,74 triliun per 31 Desember 2022. Dari obligasi tersebut, ISAT memperoleh Rp1,75 triliun namun dikurangi biaya penawaran umum Rp6,66 miliar sehingga hasil bersihnya Rp1,74 triliun.
BACA JUGA:Mitratel Mau Beli 1.800 Menara Milik Indosat (ISAT)

Perseroan menyebutkan, dana hasil penawaran umum tersebut paling banyak dipakai untuk membayar sebagian biaya hak penggunaan (BHP) spektrum frekuensi senilai Rp681,33 miliar. BHP dibayarkan kepada pemerintah dari penggunaan frekuensi radio 900 MHz dan 1800 MHz periode 2022-2023.
Pemakaian dana terbesar kedua dialokasikan untuk pelunasan pinjaman dari PT Bank BTPN TBK sebanyak Rp560 miliar. Sisanya, dana yang dikumpulkan dari penjualan obligasi tahun lalu tersebut, dipakai melunasi obligasi berkelanjutan II Indosat tahap II tahun 2017 seri C sebesar Rp498 miliar, serta Rp14 miliar untuk pelunasan sukuk ijarah berkelanjutan II Indosat tahap II tahun 2017 seri C.
BACA JUGA:Indosat (ISAT) Cetak Pendapatan Rp34,5 Triliun 

Seluruh realisasi penggunaan dana tersebut telah sesuai dengan rencana perseroan yang tercantum pada prospektus Obligasi Berkelanjutan IV Indosat Tahap I Tahun 2022.
&amp;rdquo;Sisa dana hasil penawaran umum tersebut Rp0,&quot; kata Direktur Indosat Lee Chi Hung dilansir dari Harian Neraca, Rabu (18/1/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Penawaran umum berkelanjutan obligasi IV Indosat tahap I tahun 2022  senilai Rp1,75 triliun ini, merupakan bagian dari penawaran umum  berkelanjutan IV Indosat senilai Rp15 triliun. Aksi korporasi besar  tersebut terdiri atas obligasi berkelanjutan IV Indosat sebesar Rp10,5  triliun dan sukuk ijarah IV Indosat sebesar Rp4,5 triliun.
Sebelumnya, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison,  Vikram Sinha pernah menjelaskan, penerbitan obligasi dan sukuk ijarah  merupakan bagian dari rencana jangka panjang ISAT. Hal ini guna  memperbesar dan mendiversifikasi sumber pendanaannya, demi mendukung  pengembangan bisnis perseroan.
&amp;ldquo;Kami ingin memaksimalkan aset-aset Indosat dan Tri. Apalagi pada  saat yang sama, Indonesia juga memiliki banyak kesempatan. Karena itu,  kami ingin berinvestasi untuk terus tumbuh. Di balik itu, kami juga  berkomitmen untuk mengedepankan pengalaman para pelanggan,&amp;rdquo; kata Vikram.</content:encoded></item></channel></rss>
