<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyebab Angka Kemiskinan di RI Naik</title><description>Angka kemiskinan pada September 2022 tercatat sebesar 9,57% atau mencapai 26,36 juta orang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/18/320/2748145/penyebab-angka-kemiskinan-di-ri-naik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/18/320/2748145/penyebab-angka-kemiskinan-di-ri-naik"/><item><title>Penyebab Angka Kemiskinan di RI Naik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/18/320/2748145/penyebab-angka-kemiskinan-di-ri-naik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/18/320/2748145/penyebab-angka-kemiskinan-di-ri-naik</guid><pubDate>Rabu 18 Januari 2023 06:05 WIB</pubDate><dc:creator>Khairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/17/320/2748145/penyebab-angka-kemiskinan-di-ri-naik-ke0wb3hCS4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">angka kemiskinan naik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/17/320/2748145/penyebab-angka-kemiskinan-di-ri-naik-ke0wb3hCS4.jpg</image><title>angka kemiskinan naik (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Angka kemiskinan pada September 2022 tercatat sebesar 9,57% atau mencapai 26,36 juta orang.
Angka kemiskinan ini sedikit meningkat sejak Maret 2022 (9,54%), namun lebih rendah dibandingkan September 2021 (9,71%).
BACA JUGA:Subsidi Energi Rp551 Triliun Jadi Penyangga Tingkat Kemiskinan RI

Angka kemiskinan meningkat 5,95% menjadi Rp535.547 pada September 2022 dari sebelumnya Rp505.468 pada Maret 2022.
Secara spasial, tingkat kemiskinan per September 2022 naik tipis baik di perkotaan maupun di perdesaan. Tingkat kemiskinan di perkotaan naik menjadi sebesar 7,53% dibandingkan posisi Maret 2022 di 7,5%.
BACA JUGA:Jokowi Perintahkan APBN 2023 untuk Penurunan Stunting, Kemiskinan dan Lapangan Kerja

Persentase penduduk miskin di perdesaan juga mengalami kenaikan menjadi 12,36% dibandingkan posisi Maret 2022 di 12,29%.
&quot;Tahun 2022, perekonomian Indonesia dihadapkan pada tekanan inflasi yang bersumber dari peningkatan harga komoditas global, khususnya energi dan pangan, akibat perang di Ukraina,&quot; ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu di Jakarta, Selasa (17/1/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xNC8xLzE1Njg4Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Namun dibandingkan dengan banyak negara lainnya, seperti di USA dan  negara-negara di Eropa yang mencatatkan rekor tertinggi dalam empat  dekade terakhir, kenaikan inflasi di Indonesia jauh lebih moderat.
&quot;Hal ini terutama karena peran krusial APBN sebagai peredam gejolak  (shock absorber) inflasi global melalui mekanisme subsidi energi dan  alokasi belanja stabilisasi harga pangan,&quot; ungkapnya.
Kenaikan tipis angka kemiskinan pada September 2022 terkait erat  dengan kenaikan inflasi bahan pangan, pada periode Juni, Juli, Agustus,  dan September, yang sempat mencapai puncaknya di 11,5% pada bulan Juli  2022.
&quot;Keputusan pemerintah untuk menaikkan subsidi energi menjadi Rp551  triliun menjadi faktor utama menjaga angka kemiskinan. Selain juga gerak  cepat menurunkan inflasi pangan,&amp;rdquo; tambahnya.
Sementara itu, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia  (Rasio Gini) pada September 2022 tercatat sebesar 0,381, menurun 0,003  poin dari Maret 2022 di 0,384. Penurunan Rasio Gini dipengaruhi oleh  penurunan ketimpangan di perkotaan dan perdesaan, yang masing-masing  menurun tipis 0,001 dari posisi Maret 2022.
Baca Selengkapnya: Orang Miskin di RI Makin Banyak, Ini Biang Keroknya</description><content:encoded>JAKARTA - Angka kemiskinan pada September 2022 tercatat sebesar 9,57% atau mencapai 26,36 juta orang.
Angka kemiskinan ini sedikit meningkat sejak Maret 2022 (9,54%), namun lebih rendah dibandingkan September 2021 (9,71%).
BACA JUGA:Subsidi Energi Rp551 Triliun Jadi Penyangga Tingkat Kemiskinan RI

Angka kemiskinan meningkat 5,95% menjadi Rp535.547 pada September 2022 dari sebelumnya Rp505.468 pada Maret 2022.
Secara spasial, tingkat kemiskinan per September 2022 naik tipis baik di perkotaan maupun di perdesaan. Tingkat kemiskinan di perkotaan naik menjadi sebesar 7,53% dibandingkan posisi Maret 2022 di 7,5%.
BACA JUGA:Jokowi Perintahkan APBN 2023 untuk Penurunan Stunting, Kemiskinan dan Lapangan Kerja

Persentase penduduk miskin di perdesaan juga mengalami kenaikan menjadi 12,36% dibandingkan posisi Maret 2022 di 12,29%.
&quot;Tahun 2022, perekonomian Indonesia dihadapkan pada tekanan inflasi yang bersumber dari peningkatan harga komoditas global, khususnya energi dan pangan, akibat perang di Ukraina,&quot; ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu di Jakarta, Selasa (17/1/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xNC8xLzE1Njg4Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Namun dibandingkan dengan banyak negara lainnya, seperti di USA dan  negara-negara di Eropa yang mencatatkan rekor tertinggi dalam empat  dekade terakhir, kenaikan inflasi di Indonesia jauh lebih moderat.
&quot;Hal ini terutama karena peran krusial APBN sebagai peredam gejolak  (shock absorber) inflasi global melalui mekanisme subsidi energi dan  alokasi belanja stabilisasi harga pangan,&quot; ungkapnya.
Kenaikan tipis angka kemiskinan pada September 2022 terkait erat  dengan kenaikan inflasi bahan pangan, pada periode Juni, Juli, Agustus,  dan September, yang sempat mencapai puncaknya di 11,5% pada bulan Juli  2022.
&quot;Keputusan pemerintah untuk menaikkan subsidi energi menjadi Rp551  triliun menjadi faktor utama menjaga angka kemiskinan. Selain juga gerak  cepat menurunkan inflasi pangan,&amp;rdquo; tambahnya.
Sementara itu, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia  (Rasio Gini) pada September 2022 tercatat sebesar 0,381, menurun 0,003  poin dari Maret 2022 di 0,384. Penurunan Rasio Gini dipengaruhi oleh  penurunan ketimpangan di perkotaan dan perdesaan, yang masing-masing  menurun tipis 0,001 dari posisi Maret 2022.
Baca Selengkapnya: Orang Miskin di RI Makin Banyak, Ini Biang Keroknya</content:encoded></item></channel></rss>
