<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>WTO Ungkap Faktor Pertumbuhan Perdagangan Global</title><description>Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) mengungkap sejumlah faktor pendorong pertumbuhan perdagangan global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/18/320/2748431/wto-ungkap-faktor-pertumbuhan-perdagangan-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/18/320/2748431/wto-ungkap-faktor-pertumbuhan-perdagangan-global"/><item><title>WTO Ungkap Faktor Pertumbuhan Perdagangan Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/18/320/2748431/wto-ungkap-faktor-pertumbuhan-perdagangan-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/18/320/2748431/wto-ungkap-faktor-pertumbuhan-perdagangan-global</guid><pubDate>Rabu 18 Januari 2023 10:55 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/18/320/2748431/wto-ungkap-faktor-pertumbuhan-perdagangan-global-bf1yMwhzpH.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi minyak. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/18/320/2748431/wto-ungkap-faktor-pertumbuhan-perdagangan-global-bf1yMwhzpH.JPG</image><title>Ilustrasi minyak. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) mengungkap sejumlah faktor pendorong pertumbuhan perdagangan global.

General Director WTO, Ngozi Okonjo-Iweala mengatakan bahwa, penguatan hubungan internasional atau  multilateralisme menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan perdagangan.

&amp;ldquo;Kita harus memperkuat kerja sama, dan melihat aspek perdagangan mana saja yang sedang tumbuh,&amp;rdquo; kata Okonjo-Iweala dalam diskusi World Economic Forum 2023 bertajuk &amp;lsquo;Relaunching Trade, Growth, and Investment&amp;rsquo;, Selasa, 17 Januari 2023.
BACA JUGA:Tugasi Menlu Lawan Uni Eropa di WTO, Jokowi: Jangan Mundur!
Dengan upaya tersebut, dia optimistis perdagangan dapat tumbuh dan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi global di tengah kondisi saat ini.

Sebagaimana diketahui, ekonomi global saat ini dibayang-bayangi oleh resesi.

Tak hanya itu, setiap negara diimbau untuk dapat memanfaatkan peluang dari rantai pasok yang dimiliki. Desentralisasi dan diversifikasi rantai pasok turut menjadi kunci pertumbuhan perdagangan masing-masing negara.

&amp;ldquo;Libatkan seluruh aspek yang berada pada rantai nilai global. Itu adalah cara untuk menumbuhkan ekonomi, menumbuhkan perdagangan dan dunia,&amp;rdquo; jelasnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wNS80LzE2MDE5MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Okonjo-Iweala menambahkan, yang menjadi masa depan perdagangan global yakni, sektor jasa, sektor digital, dan sektor keberlanjutan, khususnya dalam hal dekarbonisasi. Menurutnya, ketiganya harus berjalan secara inklusif.

Dalam kesempatan yang sama, CEO BlackRock Inc, Laurence D. Fink menyebut bahwa sektor swasta akan turut berperan penting dalam pertumbuhan perdagangan global.

Menurut Laurence, pemerintahan masing-masing negara akan bekerja sama dengan pelaku usaha dalam menghadapi ancaman resesi dan memulihkan kembali ekonomi.

Tahun ini, dia memperkirakan sektor swasta akan berperan lebih besar dalam pembangunan infrastruktur dan teknologi dekarbonisasi.

&amp;ldquo;Saya percaya ada kebutuhan yang lebih besar bagi pemerintah untuk bekerja sama dengan sektor swasta, terutama dalam infrastruktur dan dekarbonisasi,&amp;rdquo; kata Laurence.</description><content:encoded>JAKARTA - Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) mengungkap sejumlah faktor pendorong pertumbuhan perdagangan global.

General Director WTO, Ngozi Okonjo-Iweala mengatakan bahwa, penguatan hubungan internasional atau  multilateralisme menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan perdagangan.

&amp;ldquo;Kita harus memperkuat kerja sama, dan melihat aspek perdagangan mana saja yang sedang tumbuh,&amp;rdquo; kata Okonjo-Iweala dalam diskusi World Economic Forum 2023 bertajuk &amp;lsquo;Relaunching Trade, Growth, and Investment&amp;rsquo;, Selasa, 17 Januari 2023.
BACA JUGA:Tugasi Menlu Lawan Uni Eropa di WTO, Jokowi: Jangan Mundur!
Dengan upaya tersebut, dia optimistis perdagangan dapat tumbuh dan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi global di tengah kondisi saat ini.

Sebagaimana diketahui, ekonomi global saat ini dibayang-bayangi oleh resesi.

Tak hanya itu, setiap negara diimbau untuk dapat memanfaatkan peluang dari rantai pasok yang dimiliki. Desentralisasi dan diversifikasi rantai pasok turut menjadi kunci pertumbuhan perdagangan masing-masing negara.

&amp;ldquo;Libatkan seluruh aspek yang berada pada rantai nilai global. Itu adalah cara untuk menumbuhkan ekonomi, menumbuhkan perdagangan dan dunia,&amp;rdquo; jelasnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wNS80LzE2MDE5MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Okonjo-Iweala menambahkan, yang menjadi masa depan perdagangan global yakni, sektor jasa, sektor digital, dan sektor keberlanjutan, khususnya dalam hal dekarbonisasi. Menurutnya, ketiganya harus berjalan secara inklusif.

Dalam kesempatan yang sama, CEO BlackRock Inc, Laurence D. Fink menyebut bahwa sektor swasta akan turut berperan penting dalam pertumbuhan perdagangan global.

Menurut Laurence, pemerintahan masing-masing negara akan bekerja sama dengan pelaku usaha dalam menghadapi ancaman resesi dan memulihkan kembali ekonomi.

Tahun ini, dia memperkirakan sektor swasta akan berperan lebih besar dalam pembangunan infrastruktur dan teknologi dekarbonisasi.

&amp;ldquo;Saya percaya ada kebutuhan yang lebih besar bagi pemerintah untuk bekerja sama dengan sektor swasta, terutama dalam infrastruktur dan dekarbonisasi,&amp;rdquo; kata Laurence.</content:encoded></item></channel></rss>
