<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahlil: Proyek Sonic Bay Dukung Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik</title><description>Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyatakan proyek Sonic Bay akan segera terealisasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/18/320/2748482/bahlil-proyek-sonic-bay-dukung-ekosistem-baterai-kendaraan-listrik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/18/320/2748482/bahlil-proyek-sonic-bay-dukung-ekosistem-baterai-kendaraan-listrik"/><item><title>Bahlil: Proyek Sonic Bay Dukung Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/18/320/2748482/bahlil-proyek-sonic-bay-dukung-ekosistem-baterai-kendaraan-listrik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/18/320/2748482/bahlil-proyek-sonic-bay-dukung-ekosistem-baterai-kendaraan-listrik</guid><pubDate>Rabu 18 Januari 2023 11:51 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/18/320/2748482/bahlil-proyek-sonic-bay-dukung-ekosistem-baterai-kendaraan-listrik-aSg2s21zTw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bahlil yakin proyek sonicbay segera terealisasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/18/320/2748482/bahlil-proyek-sonic-bay-dukung-ekosistem-baterai-kendaraan-listrik-aSg2s21zTw.jpg</image><title>Bahlil yakin proyek sonicbay segera terealisasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyatakan proyek Sonic Bay akan segera terealisasi. Proyek ini akan mendukung ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Bahlil dalam pertemuannya dengan Chief Executive Officer (CEO) Badische Anilin- und Soda-Fabrik (BASF) Martin Bruderm&amp;uuml;ller di Paviliun Indonesia, di World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2023.
BACA JUGA:Bahlil Ajak Pengusaha Australia Ikut Kembangkan Baterai Listrik RI 

Proyek Sonic Bay merupakan pabrik pemurnian (smelter) nikel dengan teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) yang menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitates (MHP) di Kawasan Industri Teluk Weda, Maluku Utara, dengan total investasi sebesar USD2,2-USD2,6 miliar.
BACA JUGA:LG Investasi Rp142 Triliun Bangun Pabrik Baterai Listrik, Jokowi: Hulu ke Hilir Semua Dikerjakan

&quot;Saya mendukung penuh rencana investasi BASF di Indonesia khususnya dalam mendukung pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik. Hal ini sejalan dengan cita-cita pemerintah negara kita yang ingin menjadikan Indonesia sebagai pemain kendaraan listrik kelas dunia,&quot; kata Bahlil dalam keterangannya, Rabu (18/1/2023).
&quot;Pabrik pemurnian nikelnya ada di Maluku Utara yang mana di sanalah lokasi sumber bahan bakunya. Kami di Kementerian Investasi/BKPM akan mengawal segala proses investasi BASF dari awal hingga akhir agar proyek ini bisa segera terlaksana,&quot; sambungnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xNi80LzE1NzA0MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dalam proyek Sonic Bay, BASF rencanaya akan bekerja sama dengan  perusahaan pertambangan dan metalurgi multinasional Prancis, Eramet yang  telah memiliki legalitas usaha atas nama PT Eramet Halmahera Nikel (PT  EHN).
Sementara itu, CEO BASF Martin Bruderm&amp;uuml;ller mengungkapkan  apresiasinya terhadap keberhasilan pemerintah Indonesia dalam mewujudkan  performa pertumbuhan ekonomi yang sangat baik bahkan mampu mengungguli  negara-negara di Eropa.
Ia juga berterima kasih atas dukungan yang diberikan Kementerian  Investasi/BKPM sehingga proses investasi BASF mampu berjalan dengan baik  khususnya dalam hal pengurusan perizinan.
CEO BASF menegaskan bahwa kesepakatannya dengan Eramet sudah memasuki tahap akhir dan akan segera direalisasikan.
&quot;Kami ingin menyampaikan bahwa kesepakatan kami dengan Eramet sudah  pada tahap final, kemungkinan keputusan kami akan diambil pada semester I  2023 ini. Nilai investasi yang akan kami gelontorkan kurang lebih 2,4  miliar euro dan akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan secara  langsung sebanyak 1.000 lapangan pekerjaan. Kami sangat mengapresiasi  dukungan dari Kementerian Investasi/BKPM sehingga proses investasi kami  berjalan lancar. Kami juga berencana melakukan investasi tindak lanjut,&quot;  jelas Martin.
Proyek Sonic Bay diperkirakan akan meraup nilai investasi hingga  USD2,2 &amp;ndash; USD2,6 miliar dan kapasitas produksi sebesar 67 ribu ton nikel  per tahun dan 7,5 ribu ton kobalt per tahun. Rencana investasi tindak  lanjut BASF sendiri bertujuan untuk memproduksi MHP menjadi prekursor  baterai listrik.
Sebagai informasi, BASF merupakan perusahaan multinasional asal  Jerman dan produsen kimia terbesar di dunia yang saat ini bekerjasama  dengan perusahaan pertambangan asal Prancis, Eramet, di bidang industri  smelter pemurnian hidrometalurgi nikel dan kobalt yang menghasilkan  produk bahan baku baterai kendaraan listrik.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyatakan proyek Sonic Bay akan segera terealisasi. Proyek ini akan mendukung ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Bahlil dalam pertemuannya dengan Chief Executive Officer (CEO) Badische Anilin- und Soda-Fabrik (BASF) Martin Bruderm&amp;uuml;ller di Paviliun Indonesia, di World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2023.
BACA JUGA:Bahlil Ajak Pengusaha Australia Ikut Kembangkan Baterai Listrik RI 

Proyek Sonic Bay merupakan pabrik pemurnian (smelter) nikel dengan teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) yang menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitates (MHP) di Kawasan Industri Teluk Weda, Maluku Utara, dengan total investasi sebesar USD2,2-USD2,6 miliar.
BACA JUGA:LG Investasi Rp142 Triliun Bangun Pabrik Baterai Listrik, Jokowi: Hulu ke Hilir Semua Dikerjakan

&quot;Saya mendukung penuh rencana investasi BASF di Indonesia khususnya dalam mendukung pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik. Hal ini sejalan dengan cita-cita pemerintah negara kita yang ingin menjadikan Indonesia sebagai pemain kendaraan listrik kelas dunia,&quot; kata Bahlil dalam keterangannya, Rabu (18/1/2023).
&quot;Pabrik pemurnian nikelnya ada di Maluku Utara yang mana di sanalah lokasi sumber bahan bakunya. Kami di Kementerian Investasi/BKPM akan mengawal segala proses investasi BASF dari awal hingga akhir agar proyek ini bisa segera terlaksana,&quot; sambungnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xNi80LzE1NzA0MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dalam proyek Sonic Bay, BASF rencanaya akan bekerja sama dengan  perusahaan pertambangan dan metalurgi multinasional Prancis, Eramet yang  telah memiliki legalitas usaha atas nama PT Eramet Halmahera Nikel (PT  EHN).
Sementara itu, CEO BASF Martin Bruderm&amp;uuml;ller mengungkapkan  apresiasinya terhadap keberhasilan pemerintah Indonesia dalam mewujudkan  performa pertumbuhan ekonomi yang sangat baik bahkan mampu mengungguli  negara-negara di Eropa.
Ia juga berterima kasih atas dukungan yang diberikan Kementerian  Investasi/BKPM sehingga proses investasi BASF mampu berjalan dengan baik  khususnya dalam hal pengurusan perizinan.
CEO BASF menegaskan bahwa kesepakatannya dengan Eramet sudah memasuki tahap akhir dan akan segera direalisasikan.
&quot;Kami ingin menyampaikan bahwa kesepakatan kami dengan Eramet sudah  pada tahap final, kemungkinan keputusan kami akan diambil pada semester I  2023 ini. Nilai investasi yang akan kami gelontorkan kurang lebih 2,4  miliar euro dan akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan secara  langsung sebanyak 1.000 lapangan pekerjaan. Kami sangat mengapresiasi  dukungan dari Kementerian Investasi/BKPM sehingga proses investasi kami  berjalan lancar. Kami juga berencana melakukan investasi tindak lanjut,&quot;  jelas Martin.
Proyek Sonic Bay diperkirakan akan meraup nilai investasi hingga  USD2,2 &amp;ndash; USD2,6 miliar dan kapasitas produksi sebesar 67 ribu ton nikel  per tahun dan 7,5 ribu ton kobalt per tahun. Rencana investasi tindak  lanjut BASF sendiri bertujuan untuk memproduksi MHP menjadi prekursor  baterai listrik.
Sebagai informasi, BASF merupakan perusahaan multinasional asal  Jerman dan produsen kimia terbesar di dunia yang saat ini bekerjasama  dengan perusahaan pertambangan asal Prancis, Eramet, di bidang industri  smelter pemurnian hidrometalurgi nikel dan kobalt yang menghasilkan  produk bahan baku baterai kendaraan listrik.</content:encoded></item></channel></rss>
