<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Tiket Pesawat Mahal Banget, DPR: Tidak Masuk Akal dan Perlu Ditertibkan</title><description>Harga tiket pesawat penerbangan domestik dinilai terlalu mahal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/18/320/2748575/harga-tiket-pesawat-mahal-banget-dpr-tidak-masuk-akal-dan-perlu-ditertibkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/18/320/2748575/harga-tiket-pesawat-mahal-banget-dpr-tidak-masuk-akal-dan-perlu-ditertibkan"/><item><title>Harga Tiket Pesawat Mahal Banget, DPR: Tidak Masuk Akal dan Perlu Ditertibkan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/18/320/2748575/harga-tiket-pesawat-mahal-banget-dpr-tidak-masuk-akal-dan-perlu-ditertibkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/18/320/2748575/harga-tiket-pesawat-mahal-banget-dpr-tidak-masuk-akal-dan-perlu-ditertibkan</guid><pubDate>Rabu 18 Januari 2023 13:51 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/18/320/2748575/harga-tiket-pesawat-mahal-banget-dpr-tidak-masuk-akal-dan-perlu-ditertibkan-ewsAAvY67N.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga tiket pesawat mahal (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/18/320/2748575/harga-tiket-pesawat-mahal-banget-dpr-tidak-masuk-akal-dan-perlu-ditertibkan-ewsAAvY67N.jpg</image><title>Harga tiket pesawat mahal (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Harga tiket pesawat penerbangan domestik dinilai terlalu mahal. Bahkan Anggota Komisi V DPR RI Suryadi Jaya Purnama menyebut harga tiket pesawat sudah tidak masuk akal.
Dia pun menyoroti permasalahan harga tiket penerbangan yang masih terpatok tinggi usai momen libur nasional. Ironisnya harga tiket dengan jarak yang lebih jauh, lebih murah dibandingkan rute yang lebih dekat.
BACA JUGA:Menhub Pastikan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Tidak Dinaikkan

&quot;Harga tiket di beberapa rute penerbangan ini tidak masuk akal. Saya kira ini perlu ditertibkan. Karena kita tahu harga tiket ini kan komponenenya ada kenaikan di bahan bakar dan operasional ini memang terbesar di bahan bakar. Tapi kalau kita buat simulasi, sepertinya faktornya bukan cuma itu,&quot; ujar Suryadi saat rapat kerja dengan Kementerian Perhubungan dan Komisi V DPR RI, Rabu (18/1/2023).
Dia mengatakan, keluhan itu bukan hanya sebatas keluhan semata dari masyarakat. Melainkan dirinya juga merasakan keluhan yang serupa.
BACA JUGA:Nyaris Cetak Rekor! Tiket Pesawat Garuda Indonesia Terjual 60.000

Suryadi bercerita, dirinya sering melakukan perjalanan rute Denpasar-Lombok dengan durasi 10-15 menit. Namun biaya yang harus ia keluarkan untuk membeli tiket lebih banyak alias mahal dibandingkan jika ia melakukan perjalanan dari Lombok ke Jakarta. Menurut dia, ada yang tidak beres dari sisi pengawasan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8zMS8xLzE1OTgzNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Padahal kita tahu tidak mungkin bahan bakar yang dihabiskan dari  Denpasar ke Lombok yang hanya 10-15 menit itu sama dengan ke Jakarta  yang hampir 2 jam. Ini sepertinya tidak ada pengawasan sama sekali,  termasuk juga dari Lombok ke Bima, itu harganya di atas 1 juta pada  penerbangan yang hanya 15-20 menit. Lebih murah kita ke Singapura  daripada ke dalam daerah kita sendoro antar provinsi,&quot; tutur Suryadi.
Sambung dia, keluhan bukan hanya terjadi pada tiket yang mahal. Namun  juga pelayanan beberapa maskapai yang minimum demi menekan harga tiket  yang melonjak.
&quot;Saya kira ini perlu penjelasan lebih rasional. Belum lagi beberapa  maskapai pelayanannya kadang AC tidak dihidupkan. Kita kepanasan,  mungkin untuk menghemat tapi saya kira ini juga penting untuk standar  pelayanan minimum,&quot; beber Suryadi.
Oleh karena itu, ia meminta Kementerian Perhubungan untuk meninjau kembali perihal masalah tingginya harga tiket pesawat ini.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Harga tiket pesawat penerbangan domestik dinilai terlalu mahal. Bahkan Anggota Komisi V DPR RI Suryadi Jaya Purnama menyebut harga tiket pesawat sudah tidak masuk akal.
Dia pun menyoroti permasalahan harga tiket penerbangan yang masih terpatok tinggi usai momen libur nasional. Ironisnya harga tiket dengan jarak yang lebih jauh, lebih murah dibandingkan rute yang lebih dekat.
BACA JUGA:Menhub Pastikan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Tidak Dinaikkan

&quot;Harga tiket di beberapa rute penerbangan ini tidak masuk akal. Saya kira ini perlu ditertibkan. Karena kita tahu harga tiket ini kan komponenenya ada kenaikan di bahan bakar dan operasional ini memang terbesar di bahan bakar. Tapi kalau kita buat simulasi, sepertinya faktornya bukan cuma itu,&quot; ujar Suryadi saat rapat kerja dengan Kementerian Perhubungan dan Komisi V DPR RI, Rabu (18/1/2023).
Dia mengatakan, keluhan itu bukan hanya sebatas keluhan semata dari masyarakat. Melainkan dirinya juga merasakan keluhan yang serupa.
BACA JUGA:Nyaris Cetak Rekor! Tiket Pesawat Garuda Indonesia Terjual 60.000

Suryadi bercerita, dirinya sering melakukan perjalanan rute Denpasar-Lombok dengan durasi 10-15 menit. Namun biaya yang harus ia keluarkan untuk membeli tiket lebih banyak alias mahal dibandingkan jika ia melakukan perjalanan dari Lombok ke Jakarta. Menurut dia, ada yang tidak beres dari sisi pengawasan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8zMS8xLzE1OTgzNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Padahal kita tahu tidak mungkin bahan bakar yang dihabiskan dari  Denpasar ke Lombok yang hanya 10-15 menit itu sama dengan ke Jakarta  yang hampir 2 jam. Ini sepertinya tidak ada pengawasan sama sekali,  termasuk juga dari Lombok ke Bima, itu harganya di atas 1 juta pada  penerbangan yang hanya 15-20 menit. Lebih murah kita ke Singapura  daripada ke dalam daerah kita sendoro antar provinsi,&quot; tutur Suryadi.
Sambung dia, keluhan bukan hanya terjadi pada tiket yang mahal. Namun  juga pelayanan beberapa maskapai yang minimum demi menekan harga tiket  yang melonjak.
&quot;Saya kira ini perlu penjelasan lebih rasional. Belum lagi beberapa  maskapai pelayanannya kadang AC tidak dihidupkan. Kita kepanasan,  mungkin untuk menghemat tapi saya kira ini juga penting untuk standar  pelayanan minimum,&quot; beber Suryadi.
Oleh karena itu, ia meminta Kementerian Perhubungan untuk meninjau kembali perihal masalah tingginya harga tiket pesawat ini.</content:encoded></item></channel></rss>
