<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banyak Proyek Mangkrak, DPR Minta Menhub Evaluasi Rencana Pembangunan Bandara di Indonesia</title><description>Budi Karya Sumadi diminta&amp;nbsp; mengevaluasi rencana pembangunan bandara di 21 daerah terluar, terpencil, dan tertinggal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/18/320/2748588/banyak-proyek-mangkrak-dpr-minta-menhub-evaluasi-rencana-pembangunan-bandara-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/18/320/2748588/banyak-proyek-mangkrak-dpr-minta-menhub-evaluasi-rencana-pembangunan-bandara-di-indonesia"/><item><title>Banyak Proyek Mangkrak, DPR Minta Menhub Evaluasi Rencana Pembangunan Bandara di Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/18/320/2748588/banyak-proyek-mangkrak-dpr-minta-menhub-evaluasi-rencana-pembangunan-bandara-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/18/320/2748588/banyak-proyek-mangkrak-dpr-minta-menhub-evaluasi-rencana-pembangunan-bandara-di-indonesia</guid><pubDate>Rabu 18 Januari 2023 14:02 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/18/320/2748588/banyak-proyek-mangkrak-menhub-evaluasi-rencana-pembangunan-bandara-di-indonesia-s2XjEulJWH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menhub Budi Karya Sumadi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/18/320/2748588/banyak-proyek-mangkrak-menhub-evaluasi-rencana-pembangunan-bandara-di-indonesia-s2XjEulJWH.jpg</image><title>Menhub Budi Karya Sumadi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI Suryadi Jaya Purnama mendesak Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi untuk evaluasi rencana pembangunan bandara di 21 daerah terluar, terpencil, dan tertinggal. Pasalnya, ia melihat masih ada bandara yang belum aktif beroperasi.
&quot;Mengenai bandara baru yang ditargetkan 21 lokasi, saya kira perlu ada evaluasi ulang karena beberapa bandara kita yang sudah terbangun ini belum beroperasi bahkan belum efektif,&quot; ujar Menhub dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI, Rabu (18/1/2023).
BACA JUGA:Menhub Prioritaskan Kendaraan Listrik di 2023&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Selain alasan tersebut,, Suryadi juga mengaku bahwa Kemenhub juga mengalami kekurangan anggaran yang cukup besar untuk membangun dan membiayai berbagai kegiatan lainnya. Maka dari itu pembangunan bandara baru tersebut perlu dipertimbangkan kembali.

&quot;(Walaupun) kadang di satu sisi ada pemborosan-pemborosan yang barangkali ini bisa kita pertimbangkan,&quot; ucapnya.
BACA JUGA:Dapat Anggaran Rp31,7 Triliun, Menhub Minta KPA Buat Perincian
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sejumlah grand plan atau kerangka rencana pembangunan infrastruktur transportasi udara di sejumlah wilayah di Indonesia. Grand plan itu baik untuk hub primer dan super hub, serta transportasi udara untuk pariwisata.Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto mengatakan, grand plan Kemenhub terkait pembangunan infrastruktur transportasi udara tidak tidak terlepas dari posisi Indonesia sebagai negara yang memiliki konektivitas nasional dan internasional di sektor udara.
Dalam grand plan tersebut setidaknya ada 21 bandara yang ditargetkan akan dibangun.
&quot;Kedua adalah pembangunan 21 bandar udara baru dalam hal untuk prioritas konektifitas bandar udara,&quot; kata Novie dalam Webinar, dikutip Selasa, (22/9/2020).</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI Suryadi Jaya Purnama mendesak Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi untuk evaluasi rencana pembangunan bandara di 21 daerah terluar, terpencil, dan tertinggal. Pasalnya, ia melihat masih ada bandara yang belum aktif beroperasi.
&quot;Mengenai bandara baru yang ditargetkan 21 lokasi, saya kira perlu ada evaluasi ulang karena beberapa bandara kita yang sudah terbangun ini belum beroperasi bahkan belum efektif,&quot; ujar Menhub dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI, Rabu (18/1/2023).
BACA JUGA:Menhub Prioritaskan Kendaraan Listrik di 2023&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Selain alasan tersebut,, Suryadi juga mengaku bahwa Kemenhub juga mengalami kekurangan anggaran yang cukup besar untuk membangun dan membiayai berbagai kegiatan lainnya. Maka dari itu pembangunan bandara baru tersebut perlu dipertimbangkan kembali.

&quot;(Walaupun) kadang di satu sisi ada pemborosan-pemborosan yang barangkali ini bisa kita pertimbangkan,&quot; ucapnya.
BACA JUGA:Dapat Anggaran Rp31,7 Triliun, Menhub Minta KPA Buat Perincian
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sejumlah grand plan atau kerangka rencana pembangunan infrastruktur transportasi udara di sejumlah wilayah di Indonesia. Grand plan itu baik untuk hub primer dan super hub, serta transportasi udara untuk pariwisata.Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto mengatakan, grand plan Kemenhub terkait pembangunan infrastruktur transportasi udara tidak tidak terlepas dari posisi Indonesia sebagai negara yang memiliki konektivitas nasional dan internasional di sektor udara.
Dalam grand plan tersebut setidaknya ada 21 bandara yang ditargetkan akan dibangun.
&quot;Kedua adalah pembangunan 21 bandar udara baru dalam hal untuk prioritas konektifitas bandar udara,&quot; kata Novie dalam Webinar, dikutip Selasa, (22/9/2020).</content:encoded></item></channel></rss>
