<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengusaha Tempe Curhat Mahalnya Harga Kedelai ke DPR</title><description>Pengusaha tempe curhat mahalnya harga kedelai ke DPR.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/18/320/2748781/pengusaha-tempe-curhat-mahalnya-harga-kedelai-ke-dpr</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/18/320/2748781/pengusaha-tempe-curhat-mahalnya-harga-kedelai-ke-dpr"/><item><title>Pengusaha Tempe Curhat Mahalnya Harga Kedelai ke DPR</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/18/320/2748781/pengusaha-tempe-curhat-mahalnya-harga-kedelai-ke-dpr</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/18/320/2748781/pengusaha-tempe-curhat-mahalnya-harga-kedelai-ke-dpr</guid><pubDate>Rabu 18 Januari 2023 17:23 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/18/320/2748781/pengusaha-tempe-curhat-mahalnya-harga-kedelai-ke-dpr-GUfjCoOFHe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengusaha tempe curhat mahalnya harga kedelai ke DPR (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/18/320/2748781/pengusaha-tempe-curhat-mahalnya-harga-kedelai-ke-dpr-GUfjCoOFHe.jpg</image><title>Pengusaha tempe curhat mahalnya harga kedelai ke DPR (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pengusaha tempe curhat mahalnya harga kedelai ke DPR. Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (DPC Hipmikindo) Kabupaten Bekasi, Eko Pramono menyebut, pengusaha tempe berskala kecil dan menengah mengeluhkan harga kedelai yang terlampau tinggi.
&quot;Kalau yang kami tangkap dari teman-teman di lapangan, harga sekarang (kedelai) masih cenderung tinggi sehingga tidak mengejar biaya produksi sehingga menyebabkan daya jual mereka menurun,&quot; kata Eko dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (18/1/2023).
BACA JUGA:Impor 350 Ribu Ton, Bulog Cek Harga hingga Kualitas Kedelai AS dan Brasil 
Eko menjelaskan, sebelum pandemi Covid-19 melanda, harga kedelai hanya berkisar Rp700 ribu per kuintal. Namun pada Agustus 2022 harga kedelai melonjak jadi Rp1,4 juta per
&quot;Hari ini mereka baru belanja bahan tadi pagi, Rp1,2 juta per kuintal, masih enggak ngejar biaya produksi,&quot; ungkapnya.
BACA JUGA:Alasan Bulog Telat Impor 350 Ribu Ton Kedelai 
Oleh karena itu, para pengusaha tempe berskala kecil dan menengah berharap harga kedelai bisa stabil dan kembali seperti saat sebelum pandemi.
&quot;Jadi harapan dari mereka memang berharap harga seperti yang dulu, artinya sampai Rp8.000. Kalaupun seumpamanya ada kenaikan, itu mereka berharap di bawah Rp10.000 maksimal Rp9.000,&quot; pungkasnya.


Pada kesempatan yang sama, salah seorang pengusaha tempe bernama Siti  Tohiroh bercerita, ia sempat gulung tikar karena tidak kuat lagi  membeli bahan baku. Ia terpaksa harus meminjam modal ke bank keliling  untuk bisa berproduksi kembali.
&quot;Modal boleh pinjem dari ibaratnya kreditan lah, bunganya sampai 30%. Misalnya pinjem Rp1juta jadi Rp1,3 juta,&quot; ungkapnya.
Ia sangat berharap harga bahan baku kedelai bisa segera stabil agar  para pengusaha tempe skala kecil dan menengah bisa mendapatkan  keuntungan yang layak. Sebab jika harga kedelai masih tinggi, maka  pengusaha sepertinya kebingungan untuk mengambil langkah seperti apa.
&quot;Dikecilin (ukuran tempe) enggak laku, digedein enggak dapet apa-apa,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pengusaha tempe curhat mahalnya harga kedelai ke DPR. Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (DPC Hipmikindo) Kabupaten Bekasi, Eko Pramono menyebut, pengusaha tempe berskala kecil dan menengah mengeluhkan harga kedelai yang terlampau tinggi.
&quot;Kalau yang kami tangkap dari teman-teman di lapangan, harga sekarang (kedelai) masih cenderung tinggi sehingga tidak mengejar biaya produksi sehingga menyebabkan daya jual mereka menurun,&quot; kata Eko dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (18/1/2023).
BACA JUGA:Impor 350 Ribu Ton, Bulog Cek Harga hingga Kualitas Kedelai AS dan Brasil 
Eko menjelaskan, sebelum pandemi Covid-19 melanda, harga kedelai hanya berkisar Rp700 ribu per kuintal. Namun pada Agustus 2022 harga kedelai melonjak jadi Rp1,4 juta per
&quot;Hari ini mereka baru belanja bahan tadi pagi, Rp1,2 juta per kuintal, masih enggak ngejar biaya produksi,&quot; ungkapnya.
BACA JUGA:Alasan Bulog Telat Impor 350 Ribu Ton Kedelai 
Oleh karena itu, para pengusaha tempe berskala kecil dan menengah berharap harga kedelai bisa stabil dan kembali seperti saat sebelum pandemi.
&quot;Jadi harapan dari mereka memang berharap harga seperti yang dulu, artinya sampai Rp8.000. Kalaupun seumpamanya ada kenaikan, itu mereka berharap di bawah Rp10.000 maksimal Rp9.000,&quot; pungkasnya.


Pada kesempatan yang sama, salah seorang pengusaha tempe bernama Siti  Tohiroh bercerita, ia sempat gulung tikar karena tidak kuat lagi  membeli bahan baku. Ia terpaksa harus meminjam modal ke bank keliling  untuk bisa berproduksi kembali.
&quot;Modal boleh pinjem dari ibaratnya kreditan lah, bunganya sampai 30%. Misalnya pinjem Rp1juta jadi Rp1,3 juta,&quot; ungkapnya.
Ia sangat berharap harga bahan baku kedelai bisa segera stabil agar  para pengusaha tempe skala kecil dan menengah bisa mendapatkan  keuntungan yang layak. Sebab jika harga kedelai masih tinggi, maka  pengusaha sepertinya kebingungan untuk mengambil langkah seperti apa.
&quot;Dikecilin (ukuran tempe) enggak laku, digedein enggak dapet apa-apa,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
