<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan Dapat Pembiayaan Rp10,49 Triliun</title><description>Pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan mendapat akses pembiayaan Rp10,49 triliun sepanjang 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/18/455/2748460/pelaku-usaha-kelautan-dan-perikanan-dapat-pembiayaan-rp10-49-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/18/455/2748460/pelaku-usaha-kelautan-dan-perikanan-dapat-pembiayaan-rp10-49-triliun"/><item><title>Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan Dapat Pembiayaan Rp10,49 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/18/455/2748460/pelaku-usaha-kelautan-dan-perikanan-dapat-pembiayaan-rp10-49-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/18/455/2748460/pelaku-usaha-kelautan-dan-perikanan-dapat-pembiayaan-rp10-49-triliun</guid><pubDate>Rabu 18 Januari 2023 11:29 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/18/455/2748460/pelaku-usaha-kelautan-dan-perikanan-dapat-pembiayaan-rp10-49-triliun-I9vMB69H2h.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pembiayaan sektor kelautan dan perikanan (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/18/455/2748460/pelaku-usaha-kelautan-dan-perikanan-dapat-pembiayaan-rp10-49-triliun-I9vMB69H2h.jpg</image><title>Pembiayaan sektor kelautan dan perikanan (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan mendapat akses pembiayaan Rp10,49 triliun sepanjang 2022. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen mendukung pengembangan usaha kelautan dan perikanan melalui pembiayaan dari lembaga keuangan.
Pembiayaan ini bersumber dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp9,97 triliun dan Kredit Ultra Mikro (UMi) dari Permodalan Nasional Madani (PNM) sebesar Rp525,7 miliar.
BACA JUGA:Menteri KKP Minta Nelayan dan Pelaku Usaha Perikanan Tidak Usah Demo 

&quot;Capaian pembiayaan usaha dari lembaga keuangan ini tumbuh 22,55% dibanding tahun sebelumnya (2021) yang mencapai Rp8,56 triliun untuk 358.048 debitur,&quot; tutur Plt Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Ishartini dalam keterangan tertulis, Rabu (18/1/2023).
BACA JUGA:Diprotes Nelayan, Menteri KKP Segera Turunkan PNBP Pascaproduksi 

Adapun rincian realisasi pembiayaan tersebut menyasar 93.217 pembudidaya dengan total Rp3,54 triliun. Kemudian 76.047 debitur usaha pemasaran hasil perikanan sebesar Rp3,33 triliun, 127.705 debitur penangkapan ikan sebesar Rp2,55 triliun. Lalu 16.199 debitur usaha jasa perikanan sebesar Rp728,21 miliar.
&quot;Kami pastikan juga 6.876 pengolah hasil perikanan mendapat pembiayaan sebesar Rp325,47 miliar dan 80 debitur usaha pergaraman mendapat pembiayaan Rp9,98 miliar di tahun 2022,&quot; urai Ishartini.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yNy82Ni8xNTM4MTgvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Ishartini juga mengapresiasi para pemangku kepentingan terkait  seperti lembaga keuangan serta masyarakat kelautan dan perikanan. Dia  berharap serapan KUR dan UMi tersebut bisa berdampak pada perekonomian  sekaligus menimbulkan efek pengganda di lingkungan sekitar penerima  program.
&quot;Kami sampaikan apresiasi ke Lembaga Keuangan, masyarakat dan semua  yang terlibat dalam penyaluran ini. Semoga ini jadi sinyal positif bagi  ekonomi kita,&quot; harapnya.
Ishartini juga berharap adanya kerja sama yang baik dengan Lembaga  Keuangan untuk melakukan monitoring pembiayaan usaha supaya penyaluran  tepat guna dan menjaga debitur bisa mengembalikan tepat waktu.
Sebagai informasi, Ditjen PDSPKP menempatkan Tenaga Pendamping Usaha  Kelautan dan Perikanan (TPUKP) di 34 provinsi. Mereka bertugas  memberikan pendampingan manajemen dan literasi keuangan kepada pelaku  usaha kelautan dan perikanan utamanya skala mikro dan kecil.
Dalam pelaksanaanya, para TPUKP ini ditempatkan di lokasi-lokasi  prioritas untuk mendukung Kampung Budidaya, Kampung Nelayan Maju,  Klaster Daya Saing, sentra pengolahan, serta lokasi prioritas KKP  lainnya.
&quot;Tugas utama TPUKP ini diantaranya adalah mengubah pelaku usaha dari  unbankable menjadi bankable atau gampangannya gini, biar UMKM ini bisa  mengakses pembiayaan di lembaga keuangan,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan mendapat akses pembiayaan Rp10,49 triliun sepanjang 2022. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen mendukung pengembangan usaha kelautan dan perikanan melalui pembiayaan dari lembaga keuangan.
Pembiayaan ini bersumber dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp9,97 triliun dan Kredit Ultra Mikro (UMi) dari Permodalan Nasional Madani (PNM) sebesar Rp525,7 miliar.
BACA JUGA:Menteri KKP Minta Nelayan dan Pelaku Usaha Perikanan Tidak Usah Demo 

&quot;Capaian pembiayaan usaha dari lembaga keuangan ini tumbuh 22,55% dibanding tahun sebelumnya (2021) yang mencapai Rp8,56 triliun untuk 358.048 debitur,&quot; tutur Plt Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Ishartini dalam keterangan tertulis, Rabu (18/1/2023).
BACA JUGA:Diprotes Nelayan, Menteri KKP Segera Turunkan PNBP Pascaproduksi 

Adapun rincian realisasi pembiayaan tersebut menyasar 93.217 pembudidaya dengan total Rp3,54 triliun. Kemudian 76.047 debitur usaha pemasaran hasil perikanan sebesar Rp3,33 triliun, 127.705 debitur penangkapan ikan sebesar Rp2,55 triliun. Lalu 16.199 debitur usaha jasa perikanan sebesar Rp728,21 miliar.
&quot;Kami pastikan juga 6.876 pengolah hasil perikanan mendapat pembiayaan sebesar Rp325,47 miliar dan 80 debitur usaha pergaraman mendapat pembiayaan Rp9,98 miliar di tahun 2022,&quot; urai Ishartini.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yNy82Ni8xNTM4MTgvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Ishartini juga mengapresiasi para pemangku kepentingan terkait  seperti lembaga keuangan serta masyarakat kelautan dan perikanan. Dia  berharap serapan KUR dan UMi tersebut bisa berdampak pada perekonomian  sekaligus menimbulkan efek pengganda di lingkungan sekitar penerima  program.
&quot;Kami sampaikan apresiasi ke Lembaga Keuangan, masyarakat dan semua  yang terlibat dalam penyaluran ini. Semoga ini jadi sinyal positif bagi  ekonomi kita,&quot; harapnya.
Ishartini juga berharap adanya kerja sama yang baik dengan Lembaga  Keuangan untuk melakukan monitoring pembiayaan usaha supaya penyaluran  tepat guna dan menjaga debitur bisa mengembalikan tepat waktu.
Sebagai informasi, Ditjen PDSPKP menempatkan Tenaga Pendamping Usaha  Kelautan dan Perikanan (TPUKP) di 34 provinsi. Mereka bertugas  memberikan pendampingan manajemen dan literasi keuangan kepada pelaku  usaha kelautan dan perikanan utamanya skala mikro dan kecil.
Dalam pelaksanaanya, para TPUKP ini ditempatkan di lokasi-lokasi  prioritas untuk mendukung Kampung Budidaya, Kampung Nelayan Maju,  Klaster Daya Saing, sentra pengolahan, serta lokasi prioritas KKP  lainnya.
&quot;Tugas utama TPUKP ini diantaranya adalah mengubah pelaku usaha dari  unbankable menjadi bankable atau gampangannya gini, biar UMKM ini bisa  mengakses pembiayaan di lembaga keuangan,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
