<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Emas Berjangka Merosot Imbas Melambatnya Inflasi AS</title><description>Harga emas berjangka merosot pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/19/320/2749045/harga-emas-berjangka-merosot-imbas-melambatnya-inflasi-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/19/320/2749045/harga-emas-berjangka-merosot-imbas-melambatnya-inflasi-as"/><item><title>Harga Emas Berjangka Merosot Imbas Melambatnya Inflasi AS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/19/320/2749045/harga-emas-berjangka-merosot-imbas-melambatnya-inflasi-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/19/320/2749045/harga-emas-berjangka-merosot-imbas-melambatnya-inflasi-as</guid><pubDate>Kamis 19 Januari 2023 07:14 WIB</pubDate><dc:creator>Noviana Zahra Firdausi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/19/320/2749045/harga-emas-berjangka-merosot-imbas-melambatnya-inflasi-as-8MouJKqVXn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga emas berjangka turun (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/19/320/2749045/harga-emas-berjangka-merosot-imbas-melambatnya-inflasi-as-8MouJKqVXn.jpg</image><title>Harga emas berjangka turun (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Harga emas berjangka merosot pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga emas memperpanjang kerugian untuk hari kedua berturut-turut karena berlanjutnya aksi ambil untung di tengah melambatnya inflasi AS, setelah logam kuning mencapai level tertinggi lebih dari delapan bulan di sesi sebelumnya.
Dilansir dari Antara, Kamis (19/1/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, jatuh USD2,90 atau 0,15% menjadi ditutup pada USD1.907,00 per ounce, setelah mencapai tertinggi sesi di USD1.929,80, tidak jauh dari puncak sehari sebelumnya di USD1.931,80.
BACA JUGA:Tertekan Dolar AS, Harga Emas Turun Jadi USD1.909/Ounce 

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Rabu (18/1/2023) bahwa indeks harga produsen (IHP) AS untuk permintaan akhir turun 0,5% pada Desember setelah naik 0,2% pada November. Para ekonom memperkirakan IHP turun 0,1% bulan ke bulan.
Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Rabu (18/1/2023) bahwa penjualan ritel AS turun 1,1% pada Desember, dibandingkan dengan perkiraan penurunan 1,0%.
BACA JUGA:Harga Emas Diperkirakan Tembus Rekor di Atas USD2.000/Ounce Tahun Ini

&quot;Harga emas melemah tetapi masih bertahan di level USD1.900,&quot; kata Ed Moya, analis di platform perdagangan daring OANDA.
&amp;ldquo;Akhir dari pengetatan Fed mendekati kita, tetapi resesi yang dangkal mungkin tidak mendukung aliran masuk untuk emas karena hal itu dapat menyebabkan dolar yang lebih kuat. Reli emas sepertinya akan berhenti di sini, tetapi dapat dilanjutkan jika imbal hasil terus menurun.&quot;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Data menunjukkan bahwa inflasi AS melambat, meningkatkan ekspektasi  pasar bahwa Federal Reserve tidak mungkin mengadopsi kebijakan moneter  hawkish dalam menghadapi ekonomi yang lemah.
Namun demikian, dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal  pada Rabu (18/1/2023), Presiden Fed St. Louis James Bullard mengatakan  preferensinya sendiri adalah agar Federal Reserve menaikkan suku bunga  acuannya ke kisaran 5,25% hingga 5,5% tahun ini.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 42,1 sen atau  1,75%, menjadi ditutup pada USD23,647 per ounce. Platinum untuk  pengiriman April turun USD3,2 atau 0,31%, menjadi menetap pada  USD1.043,7 per ounce.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga emas berjangka merosot pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga emas memperpanjang kerugian untuk hari kedua berturut-turut karena berlanjutnya aksi ambil untung di tengah melambatnya inflasi AS, setelah logam kuning mencapai level tertinggi lebih dari delapan bulan di sesi sebelumnya.
Dilansir dari Antara, Kamis (19/1/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, jatuh USD2,90 atau 0,15% menjadi ditutup pada USD1.907,00 per ounce, setelah mencapai tertinggi sesi di USD1.929,80, tidak jauh dari puncak sehari sebelumnya di USD1.931,80.
BACA JUGA:Tertekan Dolar AS, Harga Emas Turun Jadi USD1.909/Ounce 

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Rabu (18/1/2023) bahwa indeks harga produsen (IHP) AS untuk permintaan akhir turun 0,5% pada Desember setelah naik 0,2% pada November. Para ekonom memperkirakan IHP turun 0,1% bulan ke bulan.
Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Rabu (18/1/2023) bahwa penjualan ritel AS turun 1,1% pada Desember, dibandingkan dengan perkiraan penurunan 1,0%.
BACA JUGA:Harga Emas Diperkirakan Tembus Rekor di Atas USD2.000/Ounce Tahun Ini

&quot;Harga emas melemah tetapi masih bertahan di level USD1.900,&quot; kata Ed Moya, analis di platform perdagangan daring OANDA.
&amp;ldquo;Akhir dari pengetatan Fed mendekati kita, tetapi resesi yang dangkal mungkin tidak mendukung aliran masuk untuk emas karena hal itu dapat menyebabkan dolar yang lebih kuat. Reli emas sepertinya akan berhenti di sini, tetapi dapat dilanjutkan jika imbal hasil terus menurun.&quot;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Data menunjukkan bahwa inflasi AS melambat, meningkatkan ekspektasi  pasar bahwa Federal Reserve tidak mungkin mengadopsi kebijakan moneter  hawkish dalam menghadapi ekonomi yang lemah.
Namun demikian, dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal  pada Rabu (18/1/2023), Presiden Fed St. Louis James Bullard mengatakan  preferensinya sendiri adalah agar Federal Reserve menaikkan suku bunga  acuannya ke kisaran 5,25% hingga 5,5% tahun ini.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 42,1 sen atau  1,75%, menjadi ditutup pada USD23,647 per ounce. Platinum untuk  pengiriman April turun USD3,2 atau 0,31%, menjadi menetap pada  USD1.043,7 per ounce.</content:encoded></item></channel></rss>
