<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi China Anjlok, Cuma Tumbuh 3% di 2022</title><description>Pertumbuhan ekonomi China anjlok ke level terburuknya dalam lebih dari empat dekade.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/19/320/2749078/ekonomi-china-anjlok-cuma-tumbuh-3-di-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/19/320/2749078/ekonomi-china-anjlok-cuma-tumbuh-3-di-2022"/><item><title>Ekonomi China Anjlok, Cuma Tumbuh 3% di 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/19/320/2749078/ekonomi-china-anjlok-cuma-tumbuh-3-di-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/19/320/2749078/ekonomi-china-anjlok-cuma-tumbuh-3-di-2022</guid><pubDate>Kamis 19 Januari 2023 08:51 WIB</pubDate><dc:creator>Khairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/19/320/2749078/ekonomi-china-anjlok-cuma-tumbuh-3-di-2022-1MJobRSb40.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pertumbuhan ekonomi China anjlok (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/19/320/2749078/ekonomi-china-anjlok-cuma-tumbuh-3-di-2022-1MJobRSb40.jpeg</image><title>Pertumbuhan ekonomi China anjlok (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi China anjlok ke level terburuknya dalam lebih dari empat dekade. Ekonomi China Cuma tumbuh 3% karena pandemi COVID-19.
BACA JUGA:Harga Minyak Merosot Gegara Pertumbuhan Ekonomi China

Dilansir dari VOA, Kamis (19/1/2023), Biro Statistik Nasional China mencatat ekonomi China tumbuh hanya 3% pada tahun 2022, jauh lebih kecil dari angka 8,1% yang dicapai tahun sebelumnya. Kenaikan itu merupakan kinerja ekonomi terburuk kedua sejak akhir 1970-an, hanya sedikit lebih baik dari angka 2,4% pada tahun 2020 pada awal pandemi.
BACA JUGA:Ekonomi China Melemah, Bank Dunia Minta Indonesia Tak Perlu Khawatir

Ekonomi terbesar kedua di dunia itu turun 2,9% selama kuartal keempat tahun lalu, dibandingkan dengan 3,9% selama periode yang sama tahun 2021. Penjualan ritel turun 1,8% pada bulan Desember.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk1Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Beijing telah memberlakukan kebijakan &quot;nol-COVID&quot; yang ketat pada  awal pandemi, termasuk penguncian yang cepat dan ketat, karantina, dan  pengujian massal di beberapa kota dengan wabah COVID-19 yang signifikan.  Langkah itu memicu protes publik yang intens dan tidak biasa di banyak  kota di China dan penurunan ekonomi karena penutupan pabrik.
Pemerintah tiba-tiba membalikkan strategi ketat &quot;nol-COVID&quot; pada 7  Desember, tetapi China sekarang sedang berjuang melawan gelombang baru  infeksi yang telah menyebabkan kematian hampir 60.000 orang.</description><content:encoded>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi China anjlok ke level terburuknya dalam lebih dari empat dekade. Ekonomi China Cuma tumbuh 3% karena pandemi COVID-19.
BACA JUGA:Harga Minyak Merosot Gegara Pertumbuhan Ekonomi China

Dilansir dari VOA, Kamis (19/1/2023), Biro Statistik Nasional China mencatat ekonomi China tumbuh hanya 3% pada tahun 2022, jauh lebih kecil dari angka 8,1% yang dicapai tahun sebelumnya. Kenaikan itu merupakan kinerja ekonomi terburuk kedua sejak akhir 1970-an, hanya sedikit lebih baik dari angka 2,4% pada tahun 2020 pada awal pandemi.
BACA JUGA:Ekonomi China Melemah, Bank Dunia Minta Indonesia Tak Perlu Khawatir

Ekonomi terbesar kedua di dunia itu turun 2,9% selama kuartal keempat tahun lalu, dibandingkan dengan 3,9% selama periode yang sama tahun 2021. Penjualan ritel turun 1,8% pada bulan Desember.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk1Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Beijing telah memberlakukan kebijakan &quot;nol-COVID&quot; yang ketat pada  awal pandemi, termasuk penguncian yang cepat dan ketat, karantina, dan  pengujian massal di beberapa kota dengan wabah COVID-19 yang signifikan.  Langkah itu memicu protes publik yang intens dan tidak biasa di banyak  kota di China dan penurunan ekonomi karena penutupan pabrik.
Pemerintah tiba-tiba membalikkan strategi ketat &quot;nol-COVID&quot; pada 7  Desember, tetapi China sekarang sedang berjuang melawan gelombang baru  infeksi yang telah menyebabkan kematian hampir 60.000 orang.</content:encoded></item></channel></rss>
