<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Biang Kerok Harga Bawang Bombai Tembus Rp165 Ribu</title><description>Ini biang kerok harga bawang bombai tembus Rp165 ribu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/19/320/2749241/ini-biang-kerok-harga-bawang-bombai-tembus-rp165-ribu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/19/320/2749241/ini-biang-kerok-harga-bawang-bombai-tembus-rp165-ribu"/><item><title>Ini Biang Kerok Harga Bawang Bombai Tembus Rp165 Ribu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/19/320/2749241/ini-biang-kerok-harga-bawang-bombai-tembus-rp165-ribu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/19/320/2749241/ini-biang-kerok-harga-bawang-bombai-tembus-rp165-ribu</guid><pubDate>Kamis 19 Januari 2023 12:50 WIB</pubDate><dc:creator>Noviana Zahra Firdausi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/19/320/2749241/ini-biang-kerok-harga-bawang-bombai-tembus-rp165-ribu-hon20FmmOA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga bawang bombai lebih mahal dari daging sapi (Foto: Google)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/19/320/2749241/ini-biang-kerok-harga-bawang-bombai-tembus-rp165-ribu-hon20FmmOA.jpg</image><title>Harga bawang bombai lebih mahal dari daging sapi (Foto: Google)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ini biang kerok harga bawang bombai tembus Rp165 ribu. Di Filipina, harga bawang bombai naik tajam bahkan lebih mahal dari harga daging ayam dan sapi.
Lantas mengapa bawang menjadi begitu mahal di Filipina?
BACA JUGA:Miris Harga Bawang Bombai Tembus Rp165 Ribu, Lebih Mahal dari Daging Sapi!

Seorang ekonom senior di bank ING Nicholas Mapa mengatakan setidaknya ada dua faktor yang melatarbelakangi kenaikan harga tersebut.
Proyeksi dari Kementerian Pertanian yang dirilis pada Agustus mengindikasikan bahwa Filipina akan memproduksi lebih sedikit bawang dari yang dibutuhkan.
&amp;nbsp;
BACA JUGA:RI Bakal Impor Bawang Putih, Daging hingga Gula di 2023


Hasil panen, bagaimana pun lebih buruk dari yang diharapkan, karena Filipina dilanda topan super pada rentang Agustus dan September.
&quot;Sayangnya, impor bawang terlambat dimulai, baru setelah harga melonjak - dan berdekatan dengan masa panen, yaitu pada bulan Februari,&quot; jelas Mapa dilansir dari BBC Indonesia, Kamis (19/1/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOC80LzE2MTAwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pada minggu pertama Januari, pemerintah menyetujui impor sekitar 22  juta ton bawang untuk mengamankan pasokan dan mengendalikan harga.
Bagi beberapa pakar seperti Fermin Adriano, yang pernah menjadi  penasihat Kementerian Pertanian, situasi ini merupakan kegagalan serius  pemerintahan saat ini.
Menurut dia, itu karena pemerintah mengetahui bahwa produksi dalam  negeri rendah dan semestinya mengimpor pasokan yang cukup untuk memenuhi  permintaan.
Akibat kenaikan harga itu, otoritas Filipina bahkan menyita  pengiriman bawang merah ilegal. Pada awal Januari, bawang senilai  USD310.000 (Rp4,6 miliar) dari China dicegat karena hendak diselundupkan  dengan label sebagai pakaian.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ini biang kerok harga bawang bombai tembus Rp165 ribu. Di Filipina, harga bawang bombai naik tajam bahkan lebih mahal dari harga daging ayam dan sapi.
Lantas mengapa bawang menjadi begitu mahal di Filipina?
BACA JUGA:Miris Harga Bawang Bombai Tembus Rp165 Ribu, Lebih Mahal dari Daging Sapi!

Seorang ekonom senior di bank ING Nicholas Mapa mengatakan setidaknya ada dua faktor yang melatarbelakangi kenaikan harga tersebut.
Proyeksi dari Kementerian Pertanian yang dirilis pada Agustus mengindikasikan bahwa Filipina akan memproduksi lebih sedikit bawang dari yang dibutuhkan.
&amp;nbsp;
BACA JUGA:RI Bakal Impor Bawang Putih, Daging hingga Gula di 2023


Hasil panen, bagaimana pun lebih buruk dari yang diharapkan, karena Filipina dilanda topan super pada rentang Agustus dan September.
&quot;Sayangnya, impor bawang terlambat dimulai, baru setelah harga melonjak - dan berdekatan dengan masa panen, yaitu pada bulan Februari,&quot; jelas Mapa dilansir dari BBC Indonesia, Kamis (19/1/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOC80LzE2MTAwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pada minggu pertama Januari, pemerintah menyetujui impor sekitar 22  juta ton bawang untuk mengamankan pasokan dan mengendalikan harga.
Bagi beberapa pakar seperti Fermin Adriano, yang pernah menjadi  penasihat Kementerian Pertanian, situasi ini merupakan kegagalan serius  pemerintahan saat ini.
Menurut dia, itu karena pemerintah mengetahui bahwa produksi dalam  negeri rendah dan semestinya mengimpor pasokan yang cukup untuk memenuhi  permintaan.
Akibat kenaikan harga itu, otoritas Filipina bahkan menyita  pengiriman bawang merah ilegal. Pada awal Januari, bawang senilai  USD310.000 (Rp4,6 miliar) dari China dicegat karena hendak diselundupkan  dengan label sebagai pakaian.</content:encoded></item></channel></rss>
