<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertumbuhan Ekonomi RI Diprediksi Sedikit Melambat di 4,5%-5,3%   </title><description>Pertumbuhan ekonomi 2022 diprakirakan bisa ke atas dalam kisaran 4,5-5,3%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/19/320/2749410/pertumbuhan-ekonomi-ri-diprediksi-sedikit-melambat-di-4-5-5-3</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/19/320/2749410/pertumbuhan-ekonomi-ri-diprediksi-sedikit-melambat-di-4-5-5-3"/><item><title>Pertumbuhan Ekonomi RI Diprediksi Sedikit Melambat di 4,5%-5,3%   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/19/320/2749410/pertumbuhan-ekonomi-ri-diprediksi-sedikit-melambat-di-4-5-5-3</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/19/320/2749410/pertumbuhan-ekonomi-ri-diprediksi-sedikit-melambat-di-4-5-5-3</guid><pubDate>Kamis 19 Januari 2023 15:34 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/19/320/2749410/pertumbuhan-ekonomi-ri-diprediksi-sedikit-melambat-di-4-5-5-3-nt1vAG0QGI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2023. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/19/320/2749410/pertumbuhan-ekonomi-ri-diprediksi-sedikit-melambat-di-4-5-5-3-nt1vAG0QGI.jpg</image><title>Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2023. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan berlanjut, meskipun sedikit melambat ke titik tengah kisaran 4,5-5,3%. Hal ini sejalan dengan menurunnya prospek pertumbuhan ekonomi global di 2023.
&quot;Pertumbuhan ekonomi 2022 diprakirakan bisa ke atas dalam kisaran 4,5-5,3% didorong oleh kuatnya kinerja ekspor serta membaiknya konsumsi rumah tangga dan investasi non-bangunan,&quot; ujar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Kamis (19/1/2023).
Baca Juga:&amp;nbsp;Ekonomi China Anjlok, Cuma Tumbuh 3% di 2022
Kemudian, konsumsi rumah tangga diprakirakan akan tumbuh lebih tinggi sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat pasca penghapusan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kebijakan Masyarakat (PPKM).
Baca Juga:&amp;nbsp;Peringatan IMF: Pertumbuhan Ekonomi Global Turun Jadi 2,7% Tahun Ini
&quot;Investasi juga diprakirakan akan membaik didorong oleh membaiknya prospek bisnis, meningkatnya aliran masuk Penanaman Modal Asing (PMA), serta berlanjutnya penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN),&quot; tambah Perry.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOS80LzE2MTA2MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Ekspor diprakirakan tumbuh lebih rendah akibat melambatnya ekonomi global, meskipun akan termoderasi dengan permintaan dari China. Berdasarkan lapangan usaha, prospek sektor industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, informasi dan komunikasi, serta konstruksi diprakirakan tumbuh cukup kuat didorong kenaikan permintaan domestik tersebut.
&quot;Sementara secara spasial, pertumbuhan ekonomi yang kuat diprakirakan terjadi di seluruh wilayah seiring dengan perbaikan permintaan domestik,&quot; pungkas Perry.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan berlanjut, meskipun sedikit melambat ke titik tengah kisaran 4,5-5,3%. Hal ini sejalan dengan menurunnya prospek pertumbuhan ekonomi global di 2023.
&quot;Pertumbuhan ekonomi 2022 diprakirakan bisa ke atas dalam kisaran 4,5-5,3% didorong oleh kuatnya kinerja ekspor serta membaiknya konsumsi rumah tangga dan investasi non-bangunan,&quot; ujar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Kamis (19/1/2023).
Baca Juga:&amp;nbsp;Ekonomi China Anjlok, Cuma Tumbuh 3% di 2022
Kemudian, konsumsi rumah tangga diprakirakan akan tumbuh lebih tinggi sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat pasca penghapusan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kebijakan Masyarakat (PPKM).
Baca Juga:&amp;nbsp;Peringatan IMF: Pertumbuhan Ekonomi Global Turun Jadi 2,7% Tahun Ini
&quot;Investasi juga diprakirakan akan membaik didorong oleh membaiknya prospek bisnis, meningkatnya aliran masuk Penanaman Modal Asing (PMA), serta berlanjutnya penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN),&quot; tambah Perry.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOS80LzE2MTA2MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Ekspor diprakirakan tumbuh lebih rendah akibat melambatnya ekonomi global, meskipun akan termoderasi dengan permintaan dari China. Berdasarkan lapangan usaha, prospek sektor industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, informasi dan komunikasi, serta konstruksi diprakirakan tumbuh cukup kuat didorong kenaikan permintaan domestik tersebut.
&quot;Sementara secara spasial, pertumbuhan ekonomi yang kuat diprakirakan terjadi di seluruh wilayah seiring dengan perbaikan permintaan domestik,&quot; pungkas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
