<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dulu Hidup Susah Terlilit Utang, Pria Ini Sukses Jadi Pengusaha Baju Koko</title><description>Niat dan usaha merupakan jalan menuju kesuksesan. Pasalnya, sukses tidak pernah datang tiba-tiba.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/19/455/2749414/dulu-hidup-susah-terlilit-utang-pria-ini-sukses-jadi-pengusaha-baju-koko</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/19/455/2749414/dulu-hidup-susah-terlilit-utang-pria-ini-sukses-jadi-pengusaha-baju-koko"/><item><title>Dulu Hidup Susah Terlilit Utang, Pria Ini Sukses Jadi Pengusaha Baju Koko</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/19/455/2749414/dulu-hidup-susah-terlilit-utang-pria-ini-sukses-jadi-pengusaha-baju-koko</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/19/455/2749414/dulu-hidup-susah-terlilit-utang-pria-ini-sukses-jadi-pengusaha-baju-koko</guid><pubDate>Kamis 19 Januari 2023 15:37 WIB</pubDate><dc:creator>Noviana Zahra Firdausi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/19/455/2749414/dulu-hidup-susah-terlilit-utang-pria-ini-sukses-jadi-pengusaha-baju-koko-Pa0q1yg9ll.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kisah sukses pengusaha baju koko (Foto: Youtube)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/19/455/2749414/dulu-hidup-susah-terlilit-utang-pria-ini-sukses-jadi-pengusaha-baju-koko-Pa0q1yg9ll.jpg</image><title>Kisah sukses pengusaha baju koko (Foto: Youtube)</title></images><description>JAKARTA - Niat dan usaha merupakan jalan menuju kesuksesan. Pasalnya, sukses tidak pernah datang tiba-tiba. Proses jatuh bangun harus dilewati terlebih dahulu, seperti yang terjadi pada Adi dan Ayu. Pengusaha sukses asal Bandung.
Adi dan Ayu merupakan pasangan suami istri yang memiliki usaha di bidang fashion muslim. Keluarganya memproduksi baju koko gamis dan kerudung, dengan konsep sarimbit.
BACA JUGA:Inspirasi Bisnis Fesyen, Intip Analisis Usahanya

Awal membangun usahanya, Adi hanya menjual baju koko saja. Kemudian, mencoba membuat produk baru dengan menjual gamis.
&quot;Kita awalnya hanya jual baju koko aja, kemudian kita mencoba produk baru dengan menjual gamis ibu bersama anaknya,&quot; jelas Adi dilansri dari Youtube Pecah Telur, Kamis (19/1/2023).
BACA JUGA:Inspirasi Bisnis dari Bursa Saham, Simak IG Live MNC Sekuritas: From Trading to Laundering Pukul 19.00 Ini!

Karakter pengusaha Adi terbentuk sejak dirinya masih SMA. Di mana, saat itu dirinya sudah tidak dikasih uang jajan oleh orang tuanya.
&quot;terbentuknya karakter pengusaha saya itu mungkin dari SMA. Saya sudah tidak dikasih uang jajan sama Ibu. Jadi, saya berpikir bagaimana cara untuk mendapatkan uang,&quot; tambahnya.
Adapun, sebelum usahanya melejit naik, dulunya Adi ternyata sempat terlilit utang. Utangnya mencapai Rp800 juta kala itu.
&quot;Rp800 juta itu tidak bersisa, dalam arti tidak ada gitu,&quot; ucapnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wOS80LzE1ODQyOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Uang yang dipinjam Adi digunakan untuk membangun usaha konveksinya.  Bahkan, sering kali dirinya ditagih oleh pemberi utang, sampai akhirnya  solusi yang dia pilih adalah gali lubang tutup lubang.
&quot;Jadi membayar utang pun gali lubang tutup lubang. Minjem lagi untuk  bayar itu, yang ini jatuh tempo gimana cara nutupinnya? ya udah berutang  lagi. Siapa nih yang belum diutangi. Kayak gitu salah sebetulnya,&quot;  jelas Ayu.
Bahkan, berdasarkan ceritanya, mereka sempat ingin dilaporkan ke polisi karena tidak bisa membayar utang.
Dibalik semua itu, usaha yang dilakukan oleh pasangan suami istri ini ternyata membuahkan hasil. Keadaan mereka berbalik.
Tiba-tiba mereka banjir orderan dari seseorang yang tidak dikenal.  Dengan sekuat tenaga, pasangan suami istri ini mencoba untuk memenuhi  semua orderan tersebut. Dari situlah, mereka mulai mendapatkan profit  besar untuk pertama kalinya.
&quot;Di satu titik kita dapat pertolongan dari allah, jalan keluar yang  tidak diduga-duga. Di mana, ada seseorang yang pesen baju koko dan orang  itu tidak pernah pesan sebelumnya. orderannya harusnya 500, ditambah  pesanan istri saya. Udah gitu pesanannya harus segera semua,&quot; terang  Adi.
Sejak saat itu, Adi dan Ayu dalam sehari bisa mendapatkan pesanan  baju koko sebanyak 6000 pcs. Namun, ternyata musibah kembali menimpa  kedua pasangan tersebut. Baju koko yang dijualnya diduplikat oleh  seorang yang pernah bekerja dengannya.
&quot;Dari situ kita dapat pelajaran, brand ini harus di hakikat,&quot; tegasnya.
Semua mereka jalani dengan sabar, sampai pada tahun 2021 Adi kembali  mendapatkan banyak orderan sampai 50.000 pesanan. Sehingga semua  utang-utangnya dapat terlunasi dan bisa membeli mobil serta rumah  pribadi.
Terakhir, di tahun 2022 mereka berhasil menjual 70.000 pcs baju koko  h-5 sebelum masuk bulan Ramadhan. Adapun tahun lalu, target satu  reseller mereka mencapai Rp1,3 miliar per bulan.
&quot;Tahun lalu itu, kita satu resellernya sampai Rp1,3 miliar sebulan. Tahun depan juga ada targetnya,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Niat dan usaha merupakan jalan menuju kesuksesan. Pasalnya, sukses tidak pernah datang tiba-tiba. Proses jatuh bangun harus dilewati terlebih dahulu, seperti yang terjadi pada Adi dan Ayu. Pengusaha sukses asal Bandung.
Adi dan Ayu merupakan pasangan suami istri yang memiliki usaha di bidang fashion muslim. Keluarganya memproduksi baju koko gamis dan kerudung, dengan konsep sarimbit.
BACA JUGA:Inspirasi Bisnis Fesyen, Intip Analisis Usahanya

Awal membangun usahanya, Adi hanya menjual baju koko saja. Kemudian, mencoba membuat produk baru dengan menjual gamis.
&quot;Kita awalnya hanya jual baju koko aja, kemudian kita mencoba produk baru dengan menjual gamis ibu bersama anaknya,&quot; jelas Adi dilansri dari Youtube Pecah Telur, Kamis (19/1/2023).
BACA JUGA:Inspirasi Bisnis dari Bursa Saham, Simak IG Live MNC Sekuritas: From Trading to Laundering Pukul 19.00 Ini!

Karakter pengusaha Adi terbentuk sejak dirinya masih SMA. Di mana, saat itu dirinya sudah tidak dikasih uang jajan oleh orang tuanya.
&quot;terbentuknya karakter pengusaha saya itu mungkin dari SMA. Saya sudah tidak dikasih uang jajan sama Ibu. Jadi, saya berpikir bagaimana cara untuk mendapatkan uang,&quot; tambahnya.
Adapun, sebelum usahanya melejit naik, dulunya Adi ternyata sempat terlilit utang. Utangnya mencapai Rp800 juta kala itu.
&quot;Rp800 juta itu tidak bersisa, dalam arti tidak ada gitu,&quot; ucapnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wOS80LzE1ODQyOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Uang yang dipinjam Adi digunakan untuk membangun usaha konveksinya.  Bahkan, sering kali dirinya ditagih oleh pemberi utang, sampai akhirnya  solusi yang dia pilih adalah gali lubang tutup lubang.
&quot;Jadi membayar utang pun gali lubang tutup lubang. Minjem lagi untuk  bayar itu, yang ini jatuh tempo gimana cara nutupinnya? ya udah berutang  lagi. Siapa nih yang belum diutangi. Kayak gitu salah sebetulnya,&quot;  jelas Ayu.
Bahkan, berdasarkan ceritanya, mereka sempat ingin dilaporkan ke polisi karena tidak bisa membayar utang.
Dibalik semua itu, usaha yang dilakukan oleh pasangan suami istri ini ternyata membuahkan hasil. Keadaan mereka berbalik.
Tiba-tiba mereka banjir orderan dari seseorang yang tidak dikenal.  Dengan sekuat tenaga, pasangan suami istri ini mencoba untuk memenuhi  semua orderan tersebut. Dari situlah, mereka mulai mendapatkan profit  besar untuk pertama kalinya.
&quot;Di satu titik kita dapat pertolongan dari allah, jalan keluar yang  tidak diduga-duga. Di mana, ada seseorang yang pesen baju koko dan orang  itu tidak pernah pesan sebelumnya. orderannya harusnya 500, ditambah  pesanan istri saya. Udah gitu pesanannya harus segera semua,&quot; terang  Adi.
Sejak saat itu, Adi dan Ayu dalam sehari bisa mendapatkan pesanan  baju koko sebanyak 6000 pcs. Namun, ternyata musibah kembali menimpa  kedua pasangan tersebut. Baju koko yang dijualnya diduplikat oleh  seorang yang pernah bekerja dengannya.
&quot;Dari situ kita dapat pelajaran, brand ini harus di hakikat,&quot; tegasnya.
Semua mereka jalani dengan sabar, sampai pada tahun 2021 Adi kembali  mendapatkan banyak orderan sampai 50.000 pesanan. Sehingga semua  utang-utangnya dapat terlunasi dan bisa membeli mobil serta rumah  pribadi.
Terakhir, di tahun 2022 mereka berhasil menjual 70.000 pcs baju koko  h-5 sebelum masuk bulan Ramadhan. Adapun tahun lalu, target satu  reseller mereka mencapai Rp1,3 miliar per bulan.
&quot;Tahun lalu itu, kita satu resellernya sampai Rp1,3 miliar sebulan. Tahun depan juga ada targetnya,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
