<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Penampakan Jembatan Gantung 100% Pakai Produk Lokal</title><description>Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono meresmikan Jembatan Gantung Manembonembo - Girian Bawah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/19/470/2749345/ini-penampakan-jembatan-gantung-100-pakai-produk-lokal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/19/470/2749345/ini-penampakan-jembatan-gantung-100-pakai-produk-lokal"/><item><title>Ini Penampakan Jembatan Gantung 100% Pakai Produk Lokal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/19/470/2749345/ini-penampakan-jembatan-gantung-100-pakai-produk-lokal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/19/470/2749345/ini-penampakan-jembatan-gantung-100-pakai-produk-lokal</guid><pubDate>Kamis 19 Januari 2023 14:34 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/19/470/2749345/ini-penampakan-jembatan-gantung-100-pakai-produk-lokal-OBnTW2ue9x.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penampakan jembatan gantung dengan TKDN 100% (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/19/470/2749345/ini-penampakan-jembatan-gantung-100-pakai-produk-lokal-OBnTW2ue9x.jpg</image><title>Penampakan jembatan gantung dengan TKDN 100% (Foto: PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono meresmikan Jembatan Gantung Manembonembo - Girian Bawah yang telah selesai dibangun pada tahun 2022 lalu di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara.
Menteri Basuki menjelaskan, pembangunan jembatan gantung tersebut memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 100%, mulai dari kontraktor hingga bahan baku yang diserap dari dalam negeri.
BACA JUGA:Habiskan Rp2,1 Triliun, Renovasi 37 Jembatan di Pulau Jawa Selesai Tahun Ini

&quot;Alhamdulillah sudah dapat diselesaikan dalam waktu lima bulan jembatan gantung ini dengan menggunakan produksi dalam negeri (TKDN) dan melibatkan kontraktor lokal. Jembatan ini sudah dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Manembonembo dan Girian Bawah, saya harapkan bisa dimanfaatkan dan dijaga lebih baik,&quot; kata Menteri Basuki pada pernyataan tertulisnya, Rabu (18/1/2023).
BACA JUGA:Banjir Bandang, Empat Jembatan Rusak di Kupang

Menteri Basuki mengatakan, pembangunan jembatan gantung akan memudahkan pergerakan dan memangkas waktu tempuh antar desa yang sebelumnya harus memutar jauh karena terpisah oleh kondisi geografis, seperti lereng, bukit, jurang, ataupun sungai.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yNi80LzE1OTU0NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara Hendro  Satrio Muhammad mengatakan, pembangunan Jembatan Gantung Manembonembo -  Girian Bawah merupakan bagian dari bantuan Pemerintah Pusat
&quot;Pembangunan Jembatan Gantung dimulai sejak pertengahan tahun 2022  pada bulan Agustus sesuai kontrak dan selesai pada Desember 2022. Saat  ini sudah beroperasi dimanfaatkan oleh masyarakat. Dulu masyarakat harus  memutar jauh atau menyeberang sungai,&quot; kata Hendro.
Nilai kontrak pembangunan jembatan gantung sepanjang 42meter (m)  dengan lebar 1,8 m tersebut sebesar Rp4,1 miliar. Pembangunannya  dilaksanakan oleh kontraktor lokal CV Amin Anugerah dan konsultan  pengawas PT Fendel Structure Engineering-PT Laras Sembada (KSO).</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono meresmikan Jembatan Gantung Manembonembo - Girian Bawah yang telah selesai dibangun pada tahun 2022 lalu di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara.
Menteri Basuki menjelaskan, pembangunan jembatan gantung tersebut memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 100%, mulai dari kontraktor hingga bahan baku yang diserap dari dalam negeri.
BACA JUGA:Habiskan Rp2,1 Triliun, Renovasi 37 Jembatan di Pulau Jawa Selesai Tahun Ini

&quot;Alhamdulillah sudah dapat diselesaikan dalam waktu lima bulan jembatan gantung ini dengan menggunakan produksi dalam negeri (TKDN) dan melibatkan kontraktor lokal. Jembatan ini sudah dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Manembonembo dan Girian Bawah, saya harapkan bisa dimanfaatkan dan dijaga lebih baik,&quot; kata Menteri Basuki pada pernyataan tertulisnya, Rabu (18/1/2023).
BACA JUGA:Banjir Bandang, Empat Jembatan Rusak di Kupang

Menteri Basuki mengatakan, pembangunan jembatan gantung akan memudahkan pergerakan dan memangkas waktu tempuh antar desa yang sebelumnya harus memutar jauh karena terpisah oleh kondisi geografis, seperti lereng, bukit, jurang, ataupun sungai.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yNi80LzE1OTU0NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara Hendro  Satrio Muhammad mengatakan, pembangunan Jembatan Gantung Manembonembo -  Girian Bawah merupakan bagian dari bantuan Pemerintah Pusat
&quot;Pembangunan Jembatan Gantung dimulai sejak pertengahan tahun 2022  pada bulan Agustus sesuai kontrak dan selesai pada Desember 2022. Saat  ini sudah beroperasi dimanfaatkan oleh masyarakat. Dulu masyarakat harus  memutar jauh atau menyeberang sungai,&quot; kata Hendro.
Nilai kontrak pembangunan jembatan gantung sepanjang 42meter (m)  dengan lebar 1,8 m tersebut sebesar Rp4,1 miliar. Pembangunannya  dilaksanakan oleh kontraktor lokal CV Amin Anugerah dan konsultan  pengawas PT Fendel Structure Engineering-PT Laras Sembada (KSO).</content:encoded></item></channel></rss>
