<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Arab Saudi Ingin Lepas dari Ketergantungan Ekspor Minyak Mentah</title><description>Raja Minyak Arab Saudi bakal memangkas ketergantungannya terhadap ekspor minyak mentah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/20/320/2749811/arab-saudi-ingin-lepas-dari-ketergantungan-ekspor-minyak-mentah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/20/320/2749811/arab-saudi-ingin-lepas-dari-ketergantungan-ekspor-minyak-mentah"/><item><title>Arab Saudi Ingin Lepas dari Ketergantungan Ekspor Minyak Mentah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/20/320/2749811/arab-saudi-ingin-lepas-dari-ketergantungan-ekspor-minyak-mentah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/20/320/2749811/arab-saudi-ingin-lepas-dari-ketergantungan-ekspor-minyak-mentah</guid><pubDate>Jum'at 20 Januari 2023 09:33 WIB</pubDate><dc:creator>Fayha Afanin Ramadhanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/20/320/2749811/arab-saudi-ingin-lepas-dari-ketergantungan-ekspor-minyak-mentah-a2L3B88ATR.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Arab ingin kurangi ketergantungan ekspor minyak mentah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/20/320/2749811/arab-saudi-ingin-lepas-dari-ketergantungan-ekspor-minyak-mentah-a2L3B88ATR.jpeg</image><title>Arab ingin kurangi ketergantungan ekspor minyak mentah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Raja Minyak Arab Saudi bakal memangkas ketergantungannya terhadap ekspor minyak mentah. Menteri Ekonomi Arab Saudi Faisal Al-Ibrahim tengah mengintensifkan langkah untuk mengurangi ketergantungan kerajaan pada ekspor minyak mentah.
Terlepas dari tekad kerajaan untuk mencapai emisi karbon nol bersih pada 2060, negara itu tetap sangat bergantung pada ekspor minyak mentah yang telah mendorong pertumbuhan ekonominya selama beberapa dekade. Fakta tersebut menimbulkan keraguan terkait apakah Saudi dapat melakukan perubahan kebijakan ekonominya dalam waktu dekat.
BACA JUGA:Harga Minyak Mentah Naik 1% Imbas Kebijakan OPEC dan Uni Eropa
&quot;Kami ingin mengurangi ketergantungan kami pada minyak. Kami ingin mendiversifikasi ekonomi kami, ini penting, ini perlu dilakukan,&quot; kata Al-Ibrahim dilansir dari VOA, Jumat (20/1/2023).
Riyadh mengirim delapan pejabat tinggi ke pertemuan elit bisnis tersebut, seiring dengan keinginan pemerintah mencari lebih banyak investasi asing dan mitra di luar industri minyak yang memang sangat penting bagi negara tersebut.
BACA JUGA:Pasokan Minyak Mentah ke Wilayah Eropa Timur Terhambat, Ini Penyebabnya
Melonjaknya harga minyak mentah setelah invasi Rusia ke Ukraina memungkinkan kerajaan untuk membukukan surplus anggaran pertamanya pada 2022 setelah sembilan tahun mengalami defisit. Meroketnya harga minyak mentah juga memberikan kekuatan finansial Arab Saudi untuk membangun ekonominya.
&quot;Tidak ada kata terlambat untuk sektor yang memulai dari nol di Arab Saudi. Pariwisata, budaya, olahraga, dan hiburan, mereka akan membawa kekayaan diversifikasi,&quot; kata Al-Ibrahim.
&quot;Namun kami juga peduli dengan sektor lain, seperti pertambangan dan industri, agar lebih kompetitif,&amp;rdquo; tambahnya.


Arab Saudi berharap dapat membangun momentum dari lawatan Presiden  China Xi Jinping ke Riyadh pada bulan lalu. Kedua negara menandatangani  sejumlah kesepakatan di berbagai bidang, termasuk energi dan  infrastruktur, yang bernilai miliaran dolar.
&quot;Ini bukan mengiklankan atau memamerkan, orang-orang sangat tertarik  dengan kisah pertumbuhan Saudi,&quot; kata Al-Ibrahim. Ia mengatakan Saudi  berhasil membukukan ekspansi pertumbuhan ekonominya sebesar 8,5% dalam  PDB tahun lalu. Padahal saat itu ekonomi dunia sedang berjuang untuk  kembali stabil.
Dan di Davos pada Selasa (17/1), pejabat Saudi mengumumkan inisiatif  bersama dengan penyelenggara forum Davos untuk mempercepat inovasi  teknologi tinggi di negara tersebut melalui realitas virtual metaverse.
Putra Mahkota Mohammed bin Salman telah mendorong Saudi untuk menjadi  terbuka terhadap investor asing. Ia juga melakukan reformasi ekonomi  dan sosial, meskipun para kritikus mengecam tindakan kerasnya terhadap  para pembangkang dan dan aksi pembunuhan kritikus Jamal Khashoggi di  dalam konsulat kerajaan di Istanbul pada Oktober 2018.
&quot;Kami telah membuka lebih banyak dari sebelumnya dan itu memungkinkan orang melihat,&quot; kata Al-Ibrahim.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Raja Minyak Arab Saudi bakal memangkas ketergantungannya terhadap ekspor minyak mentah. Menteri Ekonomi Arab Saudi Faisal Al-Ibrahim tengah mengintensifkan langkah untuk mengurangi ketergantungan kerajaan pada ekspor minyak mentah.
Terlepas dari tekad kerajaan untuk mencapai emisi karbon nol bersih pada 2060, negara itu tetap sangat bergantung pada ekspor minyak mentah yang telah mendorong pertumbuhan ekonominya selama beberapa dekade. Fakta tersebut menimbulkan keraguan terkait apakah Saudi dapat melakukan perubahan kebijakan ekonominya dalam waktu dekat.
BACA JUGA:Harga Minyak Mentah Naik 1% Imbas Kebijakan OPEC dan Uni Eropa
&quot;Kami ingin mengurangi ketergantungan kami pada minyak. Kami ingin mendiversifikasi ekonomi kami, ini penting, ini perlu dilakukan,&quot; kata Al-Ibrahim dilansir dari VOA, Jumat (20/1/2023).
Riyadh mengirim delapan pejabat tinggi ke pertemuan elit bisnis tersebut, seiring dengan keinginan pemerintah mencari lebih banyak investasi asing dan mitra di luar industri minyak yang memang sangat penting bagi negara tersebut.
BACA JUGA:Pasokan Minyak Mentah ke Wilayah Eropa Timur Terhambat, Ini Penyebabnya
Melonjaknya harga minyak mentah setelah invasi Rusia ke Ukraina memungkinkan kerajaan untuk membukukan surplus anggaran pertamanya pada 2022 setelah sembilan tahun mengalami defisit. Meroketnya harga minyak mentah juga memberikan kekuatan finansial Arab Saudi untuk membangun ekonominya.
&quot;Tidak ada kata terlambat untuk sektor yang memulai dari nol di Arab Saudi. Pariwisata, budaya, olahraga, dan hiburan, mereka akan membawa kekayaan diversifikasi,&quot; kata Al-Ibrahim.
&quot;Namun kami juga peduli dengan sektor lain, seperti pertambangan dan industri, agar lebih kompetitif,&amp;rdquo; tambahnya.


Arab Saudi berharap dapat membangun momentum dari lawatan Presiden  China Xi Jinping ke Riyadh pada bulan lalu. Kedua negara menandatangani  sejumlah kesepakatan di berbagai bidang, termasuk energi dan  infrastruktur, yang bernilai miliaran dolar.
&quot;Ini bukan mengiklankan atau memamerkan, orang-orang sangat tertarik  dengan kisah pertumbuhan Saudi,&quot; kata Al-Ibrahim. Ia mengatakan Saudi  berhasil membukukan ekspansi pertumbuhan ekonominya sebesar 8,5% dalam  PDB tahun lalu. Padahal saat itu ekonomi dunia sedang berjuang untuk  kembali stabil.
Dan di Davos pada Selasa (17/1), pejabat Saudi mengumumkan inisiatif  bersama dengan penyelenggara forum Davos untuk mempercepat inovasi  teknologi tinggi di negara tersebut melalui realitas virtual metaverse.
Putra Mahkota Mohammed bin Salman telah mendorong Saudi untuk menjadi  terbuka terhadap investor asing. Ia juga melakukan reformasi ekonomi  dan sosial, meskipun para kritikus mengecam tindakan kerasnya terhadap  para pembangkang dan dan aksi pembunuhan kritikus Jamal Khashoggi di  dalam konsulat kerajaan di Istanbul pada Oktober 2018.
&quot;Kami telah membuka lebih banyak dari sebelumnya dan itu memungkinkan orang melihat,&quot; kata Al-Ibrahim.</content:encoded></item></channel></rss>
