<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahlil Ajak Delegasi World Economic Forum Wujudkan Energi dan Industri Hijau</title><description>Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengajak delegasi World Economic  Forum (WEF) Annual Meeting 2023 mewujudkan energi dan industri hijau.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/20/320/2749848/bahlil-ajak-delegasi-world-economic-forum-wujudkan-energi-dan-industri-hijau</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/20/320/2749848/bahlil-ajak-delegasi-world-economic-forum-wujudkan-energi-dan-industri-hijau"/><item><title>Bahlil Ajak Delegasi World Economic Forum Wujudkan Energi dan Industri Hijau</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/20/320/2749848/bahlil-ajak-delegasi-world-economic-forum-wujudkan-energi-dan-industri-hijau</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/20/320/2749848/bahlil-ajak-delegasi-world-economic-forum-wujudkan-energi-dan-industri-hijau</guid><pubDate>Jum'at 20 Januari 2023 10:39 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/20/320/2749848/bahlil-ajak-delegasi-world-economic-forum-wujudkan-energi-dan-industri-hijau-0QAy6WuAqt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bahlil ajak delegasi WEF wujudkan ekonomo hijau (Foto: BKPM)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/20/320/2749848/bahlil-ajak-delegasi-world-economic-forum-wujudkan-energi-dan-industri-hijau-0QAy6WuAqt.jpg</image><title>Bahlil ajak delegasi WEF wujudkan ekonomo hijau (Foto: BKPM)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengajak delegasi World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2023 mewujudkan energi dan industri hijau.
&amp;ldquo;Di malam ini saya yakinkan anda semua, bahwa negara kami, Indonesia, selalu berada pada garda terdepan untuk mewujudkan penciptaan nilai tambah yang berorientasi pada energi dan industri hijau dalam rangka mencapai SDGs pada tahun 2030,&amp;rdquo; ujar Bahlil dalam keterangan tertulis, Jumat (20/1/2023).
BACA JUGA:Jokowi Beri Jabatan Baru ke Menko Luhut, Jadi Ketua Pelaksana World Water Forum 2024

Sejalan dengan yang disampaikan Menteri Bahlil, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa saat ini Indonesia sedang dalam kondisi prima dan siap untuk berkolaborasi dengan negara lain.
Menurut Luhut, Indonesia telah menjadi salah satu negara yang berhasil menyeimbangkan aspek kesehatan dan aspek ekonomi, terutama dalam hal pemulihan pascapandemi Covid-19.
BACA JUGA:Meriahnya Indonesia Night di Tengah World Economic Forum 2023, Ada Goyang Poco-Poco hingga Sambal Pedas

&amp;ldquo;Investasi di sektor industri tumbuh pesat berkat hilirisasi. Hilirisasi merupakan 'game changer' dan masih menjadi hal yang diminati oleh investor. Ditambah lagi, Indonesia memiliki stabilitas perekonomian yang baik dan masih akan tetap menjaga hal itu. Kami optimis mampu untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi,&amp;rdquo; ucap Luhut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOS80LzE2MTA5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebagai informasi, Indonesia Night merupakan sebuah tradisi tahunan  pertunjukan kebudayaan berupa tarian, musik dan kuliner khas Indonesia  bagi delegasi WEF.
Penyelenggaraan Indonesia Night kali ini terinspirasi dari 5  destinasi pariwisata super prioritas yaitu Danau Toba di Sumatra Utara,  Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo  di Nusa Tenggara Timur, dan Likupang di Sulawesi Utara.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengajak delegasi World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2023 mewujudkan energi dan industri hijau.
&amp;ldquo;Di malam ini saya yakinkan anda semua, bahwa negara kami, Indonesia, selalu berada pada garda terdepan untuk mewujudkan penciptaan nilai tambah yang berorientasi pada energi dan industri hijau dalam rangka mencapai SDGs pada tahun 2030,&amp;rdquo; ujar Bahlil dalam keterangan tertulis, Jumat (20/1/2023).
BACA JUGA:Jokowi Beri Jabatan Baru ke Menko Luhut, Jadi Ketua Pelaksana World Water Forum 2024

Sejalan dengan yang disampaikan Menteri Bahlil, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa saat ini Indonesia sedang dalam kondisi prima dan siap untuk berkolaborasi dengan negara lain.
Menurut Luhut, Indonesia telah menjadi salah satu negara yang berhasil menyeimbangkan aspek kesehatan dan aspek ekonomi, terutama dalam hal pemulihan pascapandemi Covid-19.
BACA JUGA:Meriahnya Indonesia Night di Tengah World Economic Forum 2023, Ada Goyang Poco-Poco hingga Sambal Pedas

&amp;ldquo;Investasi di sektor industri tumbuh pesat berkat hilirisasi. Hilirisasi merupakan 'game changer' dan masih menjadi hal yang diminati oleh investor. Ditambah lagi, Indonesia memiliki stabilitas perekonomian yang baik dan masih akan tetap menjaga hal itu. Kami optimis mampu untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi,&amp;rdquo; ucap Luhut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOS80LzE2MTA5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebagai informasi, Indonesia Night merupakan sebuah tradisi tahunan  pertunjukan kebudayaan berupa tarian, musik dan kuliner khas Indonesia  bagi delegasi WEF.
Penyelenggaraan Indonesia Night kali ini terinspirasi dari 5  destinasi pariwisata super prioritas yaitu Danau Toba di Sumatra Utara,  Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo  di Nusa Tenggara Timur, dan Likupang di Sulawesi Utara.</content:encoded></item></channel></rss>
