<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Diprediksi Gelap, Bagaimana dengan Pasar Obligasi?</title><description>PT Mandiri Sekuritas memproyeksi pasar obligasi tahun ini masih cerah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/20/320/2749861/ekonomi-diprediksi-gelap-bagaimana-dengan-pasar-obligasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/20/320/2749861/ekonomi-diprediksi-gelap-bagaimana-dengan-pasar-obligasi"/><item><title>Ekonomi Diprediksi Gelap, Bagaimana dengan Pasar Obligasi?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/20/320/2749861/ekonomi-diprediksi-gelap-bagaimana-dengan-pasar-obligasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/20/320/2749861/ekonomi-diprediksi-gelap-bagaimana-dengan-pasar-obligasi</guid><pubDate>Jum'at 20 Januari 2023 10:56 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/20/320/2749861/ekonomi-diprediksi-gelap-bagaimana-dengan-pasar-obligasi-sdSY3WpFJf.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pasar obligasi diproyeksi cerah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/20/320/2749861/ekonomi-diprediksi-gelap-bagaimana-dengan-pasar-obligasi-sdSY3WpFJf.jpeg</image><title>Pasar obligasi diproyeksi cerah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Mandiri Sekuritas memproyeksi pasar obligasi tahun ini masih cerah. Hal ini berbanding terbalik dengan ekonomi dunia yang diproyeksi gelap gulita karena ancaman resesi.
Direktur Mandiri Sekuritas Theodora Manik mengatakan, setelah pasar obligasi menunjukkan resiliensinya di 2022 lalu, Mandiri Sekuritas memproyeksikan pasar obligasi di 2023 ini akan lebih cerah. Hal itu didorong oleh tingkat inflasi domestik yang melambat dan terjadinya siklus puncak kenaikan suku bunga.
BACA JUGA:Indosat (ISAT) Habiskan Dana Obligasi Rp1,74 Triliun

&amp;ldquo;Kami mengajak masyarakat untuk membangun investasi di SBR012, karena sekarang adalah momen yang tepat untuk memperkuat investasi pasca pandemi,&amp;rdquo; kata Theodora dalam keterangan resminya, Kamis (19/1/2023).
Selain itu, Theodora menyebut, investasi di SBR berarti memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi nasional, karena dana yang terkumpul akan digunakan oleh pemerintah sebagai pemenuhan target Anggaran Pendapatan dan belanja Negara (APBN).
BACA JUGA:Indah Kiat (INKP) Terbitkan Obligasi Rp1,74 Triliun Tawarkan Bunga hingga 11%

&amp;ldquo;Dana yang terkumpul akan digunakan untuk program pemerataan pembangunan, pendidikan dan kesehatan di Indonesia,&amp;rdquo; ujar dia.
Sebagai informasi, SBR012 menawarkan tiga manfaat utama bagi para investor yaitu, imbal hasil yang menarik, investasi yang terjangkau atau mulai dari  Rp1 juta, serta aman karena dijamin pemerintah. Selain itu, SBR012 kali ini juga ditawarkan dalam dua tipe yakni, SBR012-T2 dan SBR012-T4.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Adapun, kupon SBR012-T2 memiliki tenor dua tahun sebesar 6,5% per  tahun dan kupon SBR012-T4 dengan tenor 4 tahun sebesar 6,35% per tahun.  Dibandingkan dengan BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI 7DRRR) yang saat ini  di level 5,5%, selisih atau spread imbal hasilnya sebesar 0,65% untuk  SBR012-T2 dan 0,85% untuk SBR012-T4.
Hal menarik lainnya dari produk investasi ini adalah kupon yang  menggunakan mekanisme mengambang dengan batas minimal atau floating with  floor. Artinya, kupon bisa naik bila suku bunga acuan naik, tetapi  tidak akan turun bila lebih rendah daripada batas minimal. Sementara  itu, kupon akan ditinjau setiap tiga bulan sekali, dengan  mempertimbangkan perubahan suku bunga acuan Bank Indonesia.
&amp;ldquo;Tanggal berlakunya kupon baru setelah tinjauan adalah per 11 Mei, 11  Agustus, 11 November dan 11 Februari setiap tahunnya,&amp;rdquo; imbuh Theodora.
SBR012-T2 akan jatuh tempo pada 10 Februari 2025, sementara SBR012-T4  akan jatuh tempo pada 10 Februari 2027. Maksimal pembelian SBR012-T2  adalah Rp5 miliar per investor dan SBR012-T4 adalah Rp10 miliar per  investor, lebih tinggi jika dibandingkan dengan SBR011.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Mandiri Sekuritas memproyeksi pasar obligasi tahun ini masih cerah. Hal ini berbanding terbalik dengan ekonomi dunia yang diproyeksi gelap gulita karena ancaman resesi.
Direktur Mandiri Sekuritas Theodora Manik mengatakan, setelah pasar obligasi menunjukkan resiliensinya di 2022 lalu, Mandiri Sekuritas memproyeksikan pasar obligasi di 2023 ini akan lebih cerah. Hal itu didorong oleh tingkat inflasi domestik yang melambat dan terjadinya siklus puncak kenaikan suku bunga.
BACA JUGA:Indosat (ISAT) Habiskan Dana Obligasi Rp1,74 Triliun

&amp;ldquo;Kami mengajak masyarakat untuk membangun investasi di SBR012, karena sekarang adalah momen yang tepat untuk memperkuat investasi pasca pandemi,&amp;rdquo; kata Theodora dalam keterangan resminya, Kamis (19/1/2023).
Selain itu, Theodora menyebut, investasi di SBR berarti memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi nasional, karena dana yang terkumpul akan digunakan oleh pemerintah sebagai pemenuhan target Anggaran Pendapatan dan belanja Negara (APBN).
BACA JUGA:Indah Kiat (INKP) Terbitkan Obligasi Rp1,74 Triliun Tawarkan Bunga hingga 11%

&amp;ldquo;Dana yang terkumpul akan digunakan untuk program pemerataan pembangunan, pendidikan dan kesehatan di Indonesia,&amp;rdquo; ujar dia.
Sebagai informasi, SBR012 menawarkan tiga manfaat utama bagi para investor yaitu, imbal hasil yang menarik, investasi yang terjangkau atau mulai dari  Rp1 juta, serta aman karena dijamin pemerintah. Selain itu, SBR012 kali ini juga ditawarkan dalam dua tipe yakni, SBR012-T2 dan SBR012-T4.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Adapun, kupon SBR012-T2 memiliki tenor dua tahun sebesar 6,5% per  tahun dan kupon SBR012-T4 dengan tenor 4 tahun sebesar 6,35% per tahun.  Dibandingkan dengan BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI 7DRRR) yang saat ini  di level 5,5%, selisih atau spread imbal hasilnya sebesar 0,65% untuk  SBR012-T2 dan 0,85% untuk SBR012-T4.
Hal menarik lainnya dari produk investasi ini adalah kupon yang  menggunakan mekanisme mengambang dengan batas minimal atau floating with  floor. Artinya, kupon bisa naik bila suku bunga acuan naik, tetapi  tidak akan turun bila lebih rendah daripada batas minimal. Sementara  itu, kupon akan ditinjau setiap tiga bulan sekali, dengan  mempertimbangkan perubahan suku bunga acuan Bank Indonesia.
&amp;ldquo;Tanggal berlakunya kupon baru setelah tinjauan adalah per 11 Mei, 11  Agustus, 11 November dan 11 Februari setiap tahunnya,&amp;rdquo; imbuh Theodora.
SBR012-T2 akan jatuh tempo pada 10 Februari 2025, sementara SBR012-T4  akan jatuh tempo pada 10 Februari 2027. Maksimal pembelian SBR012-T2  adalah Rp5 miliar per investor dan SBR012-T4 adalah Rp10 miliar per  investor, lebih tinggi jika dibandingkan dengan SBR011.</content:encoded></item></channel></rss>
