<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Setuju Penjualan Gas Elpiji 3 Kg Dibatasi, Pedagang Warteg: Mempersulit Kami</title><description>Pedagang warteg mengaku tak setuju dengan rencana pemerintah yang akan membatasi penjualan gas elpiji atau LPG 3 kg.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/20/320/2749868/tak-setuju-penjualan-gas-elpiji-3-kg-dibatasi-pedagang-warteg-mempersulit-kami</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/20/320/2749868/tak-setuju-penjualan-gas-elpiji-3-kg-dibatasi-pedagang-warteg-mempersulit-kami"/><item><title>Tak Setuju Penjualan Gas Elpiji 3 Kg Dibatasi, Pedagang Warteg: Mempersulit Kami</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/20/320/2749868/tak-setuju-penjualan-gas-elpiji-3-kg-dibatasi-pedagang-warteg-mempersulit-kami</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/20/320/2749868/tak-setuju-penjualan-gas-elpiji-3-kg-dibatasi-pedagang-warteg-mempersulit-kami</guid><pubDate>Jum'at 20 Januari 2023 11:02 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/20/320/2749868/tak-setuju-penjualan-gas-elpiji-3-kg-dibatasi-pedagang-warteg-mempersulit-kami-Th1eMS0SN7.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi gas elpiji 3 kg. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/20/320/2749868/tak-setuju-penjualan-gas-elpiji-3-kg-dibatasi-pedagang-warteg-mempersulit-kami-Th1eMS0SN7.JPG</image><title>Ilustrasi gas elpiji 3 kg. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pedagang warteg mengaku tak setuju dengan rencana pemerintah yang akan membatasi penjualan gas elpiji atau LPG 3 Kg pada penyalur-penyalur resmi.

Ketua Koordinator Warung Tegal (Warteg) Nusantara (Kowantara), Mukroni menyebut salah satu alasanya karena di agen tidak bisa mengutang layaknya di warung-warung kecil.

Selain itu, dia juga khawatir penjualan elpiji 3 Kg dengan menunjukkan KTP akan mengatur batasan pembelian dalam satu hari.

Sehingga, dirinya tidak leluasa menggunakan tabung gas melon untuk melakukan aktivitas memasak.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Ternyata Ini Makna Penamaan Bahari pada Warteg di Indonesia
&quot;Kami terus terang menolak kalau ada pembatasan yang dampaknya mempersulit kami untuk mendapatkan elpiji 3 kg itu,&quot; ujarnya ketika dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (20/1/2023).

Mukrono menambahkan, kekhawatiran lainnya yaitu kebijakan ini nantinya akan membuat pedagang warteg kesusahan saat tiba-tiba kehabisan gas ketika sedang memasak.

Hal lain yaitu pihaknya takut NIK yang tercantum dalam KTP nya bocor.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xMC8xLzE1ODUwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Namun demikian, dirinya mengakui bahwa mekanisme pembatasan tersebut belum diterima detail oleh para pedagang warteg.

&quot;Mekanismenya kami belum detail untuk mengetahuinya. Sementara kondisi ekonomi kami (pengusaha warteg) juga masih belum pulih sepenuhnya bahkan merosot ya sekarang,&quot; jelasnya.

Lebih lanjut Mukroni mengaku saat ini pihaknya masih banyak mendapatkan kesulitan mulai dari harga-harga komoditas yang naik hingga pemerintah berencana lakukan pembatasan tersebut.

&quot;Pemerintah sebenarnya tidak usah bongkar-bongkar pasang yang bisa menyulitkan mekanisme kami untuk mendapatkan elpiji 3 kg,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pedagang warteg mengaku tak setuju dengan rencana pemerintah yang akan membatasi penjualan gas elpiji atau LPG 3 Kg pada penyalur-penyalur resmi.

Ketua Koordinator Warung Tegal (Warteg) Nusantara (Kowantara), Mukroni menyebut salah satu alasanya karena di agen tidak bisa mengutang layaknya di warung-warung kecil.

Selain itu, dia juga khawatir penjualan elpiji 3 Kg dengan menunjukkan KTP akan mengatur batasan pembelian dalam satu hari.

Sehingga, dirinya tidak leluasa menggunakan tabung gas melon untuk melakukan aktivitas memasak.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Ternyata Ini Makna Penamaan Bahari pada Warteg di Indonesia
&quot;Kami terus terang menolak kalau ada pembatasan yang dampaknya mempersulit kami untuk mendapatkan elpiji 3 kg itu,&quot; ujarnya ketika dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (20/1/2023).

Mukrono menambahkan, kekhawatiran lainnya yaitu kebijakan ini nantinya akan membuat pedagang warteg kesusahan saat tiba-tiba kehabisan gas ketika sedang memasak.

Hal lain yaitu pihaknya takut NIK yang tercantum dalam KTP nya bocor.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xMC8xLzE1ODUwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Namun demikian, dirinya mengakui bahwa mekanisme pembatasan tersebut belum diterima detail oleh para pedagang warteg.

&quot;Mekanismenya kami belum detail untuk mengetahuinya. Sementara kondisi ekonomi kami (pengusaha warteg) juga masih belum pulih sepenuhnya bahkan merosot ya sekarang,&quot; jelasnya.

Lebih lanjut Mukroni mengaku saat ini pihaknya masih banyak mendapatkan kesulitan mulai dari harga-harga komoditas yang naik hingga pemerintah berencana lakukan pembatasan tersebut.

&quot;Pemerintah sebenarnya tidak usah bongkar-bongkar pasang yang bisa menyulitkan mekanisme kami untuk mendapatkan elpiji 3 kg,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
