<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Pupuk Naik 242% Gegara Perang Rusia-Ukraina</title><description>Harga pupuk naik tajam ratusan persen karena perang Rusia-Ukraina yang tak kunjung usai.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/20/320/2749870/harga-pupuk-naik-242-gegara-perang-rusia-ukraina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/20/320/2749870/harga-pupuk-naik-242-gegara-perang-rusia-ukraina"/><item><title>Harga Pupuk Naik 242% Gegara Perang Rusia-Ukraina</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/20/320/2749870/harga-pupuk-naik-242-gegara-perang-rusia-ukraina</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/20/320/2749870/harga-pupuk-naik-242-gegara-perang-rusia-ukraina</guid><pubDate>Jum'at 20 Januari 2023 11:04 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/20/320/2749870/harga-pupuk-naik-242-gegara-perang-rusia-ukraina-b7OCtzId2p.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mentan sebut harga pupuk naik ratusan persen (Foto: Kementan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/20/320/2749870/harga-pupuk-naik-242-gegara-perang-rusia-ukraina-b7OCtzId2p.jpg</image><title>Mentan sebut harga pupuk naik ratusan persen (Foto: Kementan)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Harga pupuk naik tajam ratusan persen karena perang Rusia-Ukraina yang tak kunjung usai. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan mengungkapkan bahwa dampak invasi Rusia kepada Ukraina menimbulkan masalah yang cukup kompleks.
Salah satu yang paling dalam dirasakan bagi sektor pertanian di Indonesia adalah melonjaknya harga pupuk. Sebab mayoritas suplai pupuk di Indonesia berasal dari negara yang tengah berkonflik tersebut. Rantai pasok yang terganggu, sehingga menyebabkan harga pupuk naik signifikan.
BACA JUGA:Jokowi Dicurhati Petani Soal Harga Pupuk

Sebelum masa pandemi, Mentan SYL mengatakan harga urea tertinggi terjadi pada 24 Juni 2019 sebesar Rp4.123,-/kg. Sesaat setelah invasi Rusia ke Ukraina terjadi kenaikan sebesar 242% pada 25 Maret 2022. Baukan sampai saat ini kenaikan harga masih berlanjut.
&quot;Dengan kondisi ketersediaan pupuk saat ini, maka kita harus menerapkan prinsip bahwa pupuk harus bisa cepat dibagi, cermat dalam membagi, dan akurat,&amp;rdquo; ujar Mentan SYL pada pernyataan tertulisnya, Jumat (20/1/2023).
BACA JUGA:Keluhan Petani Soal Mahalnya Harga Pupuk, Begini Jawaban Jokowi

Oleh karena itu Mentan SYL memerintahkan jajarannya mengawal pengelolaan pupuk bersubsidi. Menurutnya, semua pihak harus bekerja sama untuk memastikan pupuk bersubsidi sampai kepada petani, tanpa ada kekurangan.
&quot;Jangan sampai ada penyelewengan dan penyimpangan, boros di sana dan di sini. Tolong jaga dengan baik,&amp;rdquo; sambungnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMy80LzE1NDgzNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain pengawasan tata kelola pupuk bersubsidi, SYL juga meminta  semua pihak semakin kreatif dalam memanfaatkan sumber daya lokal untuk  menyiasati ketersediaan pupuk bersubsidi. Sebagai salah satu solusi  terbaik, perlu dilakukan pengembangan pupuk organik sebagai alternatif  pengganti pupuk kimia.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia  Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menyebutkan peserta kegiatan ToT kali  ini melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya. Targetnya 40.000  peserta, hingga saat ini yang terdaftar sudah 40.676 peserta yang  terdiri dari penyuluh dan pengelola pupuk bersubsidi yang hadir secara  online maupun offline.
Adapun materi-materi pelatihan akan difokuskan dalam upaya untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan pupuk bersubsidi.
&amp;ldquo;Outcome dari kegiatan ini adalah peningkatan kompetensi penyuluh dan  pengelola pupuk bersubsidi. Para peserta akan diajar mulai dari  pengisian e-lokasi sampai implementasinya di lapangan,&amp;rdquo; pungkas Dedi.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Harga pupuk naik tajam ratusan persen karena perang Rusia-Ukraina yang tak kunjung usai. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan mengungkapkan bahwa dampak invasi Rusia kepada Ukraina menimbulkan masalah yang cukup kompleks.
Salah satu yang paling dalam dirasakan bagi sektor pertanian di Indonesia adalah melonjaknya harga pupuk. Sebab mayoritas suplai pupuk di Indonesia berasal dari negara yang tengah berkonflik tersebut. Rantai pasok yang terganggu, sehingga menyebabkan harga pupuk naik signifikan.
BACA JUGA:Jokowi Dicurhati Petani Soal Harga Pupuk

Sebelum masa pandemi, Mentan SYL mengatakan harga urea tertinggi terjadi pada 24 Juni 2019 sebesar Rp4.123,-/kg. Sesaat setelah invasi Rusia ke Ukraina terjadi kenaikan sebesar 242% pada 25 Maret 2022. Baukan sampai saat ini kenaikan harga masih berlanjut.
&quot;Dengan kondisi ketersediaan pupuk saat ini, maka kita harus menerapkan prinsip bahwa pupuk harus bisa cepat dibagi, cermat dalam membagi, dan akurat,&amp;rdquo; ujar Mentan SYL pada pernyataan tertulisnya, Jumat (20/1/2023).
BACA JUGA:Keluhan Petani Soal Mahalnya Harga Pupuk, Begini Jawaban Jokowi

Oleh karena itu Mentan SYL memerintahkan jajarannya mengawal pengelolaan pupuk bersubsidi. Menurutnya, semua pihak harus bekerja sama untuk memastikan pupuk bersubsidi sampai kepada petani, tanpa ada kekurangan.
&quot;Jangan sampai ada penyelewengan dan penyimpangan, boros di sana dan di sini. Tolong jaga dengan baik,&amp;rdquo; sambungnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMy80LzE1NDgzNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain pengawasan tata kelola pupuk bersubsidi, SYL juga meminta  semua pihak semakin kreatif dalam memanfaatkan sumber daya lokal untuk  menyiasati ketersediaan pupuk bersubsidi. Sebagai salah satu solusi  terbaik, perlu dilakukan pengembangan pupuk organik sebagai alternatif  pengganti pupuk kimia.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia  Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menyebutkan peserta kegiatan ToT kali  ini melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya. Targetnya 40.000  peserta, hingga saat ini yang terdaftar sudah 40.676 peserta yang  terdiri dari penyuluh dan pengelola pupuk bersubsidi yang hadir secara  online maupun offline.
Adapun materi-materi pelatihan akan difokuskan dalam upaya untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan pupuk bersubsidi.
&amp;ldquo;Outcome dari kegiatan ini adalah peningkatan kompetensi penyuluh dan  pengelola pupuk bersubsidi. Para peserta akan diajar mulai dari  pengisian e-lokasi sampai implementasinya di lapangan,&amp;rdquo; pungkas Dedi.</content:encoded></item></channel></rss>
