<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siemens Janji Investasi Transisi Energi Rp2 Triliun, Bahlil: Kita Miliki Sumber Daya Melimpah</title><description>Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyampaikan komitmen pemerintah dalam melakukan transisi energi menuju energi hijau.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/20/320/2749913/siemens-janji-investasi-transisi-energi-rp2-triliun-bahlil-kita-miliki-sumber-daya-melimpah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/20/320/2749913/siemens-janji-investasi-transisi-energi-rp2-triliun-bahlil-kita-miliki-sumber-daya-melimpah"/><item><title>Siemens Janji Investasi Transisi Energi Rp2 Triliun, Bahlil: Kita Miliki Sumber Daya Melimpah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/20/320/2749913/siemens-janji-investasi-transisi-energi-rp2-triliun-bahlil-kita-miliki-sumber-daya-melimpah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/20/320/2749913/siemens-janji-investasi-transisi-energi-rp2-triliun-bahlil-kita-miliki-sumber-daya-melimpah</guid><pubDate>Jum'at 20 Januari 2023 11:43 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/20/320/2749913/siemens-janji-investasi-transisi-energi-rp2-triliun-bahlil-kita-miliki-sumber-daya-melimpah-nzSaCDzjog.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bahlil siap kawal Siemens invest di Indonesia (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/20/320/2749913/siemens-janji-investasi-transisi-energi-rp2-triliun-bahlil-kita-miliki-sumber-daya-melimpah-nzSaCDzjog.jpg</image><title>Bahlil siap kawal Siemens invest di Indonesia (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyampaikan komitmen pemerintah dalam melakukan transisi energi menuju energi hijau. Hal itu diungkapkannya saat bertemu President and CEO Siemens Energy Dr. IngChristian Bruch.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Bahlil meyakinkan pihak Siemens Energy bahwa Kementerian Investasi/BKPM siap mengawal masuknya investasi Siemens Energy di Indonesia, khususnya pada bidang transisi energi.
BACA JUGA:Incar Rp127 Triliun, Erick Thohir Siap Bantu Luhut dan Bahlil Kejar Target Investasi

Sebelumnya, Siemens Energy Global Gmbh Co.KG telah melakukan penandatanganan MoU dengan PT Multi Fabrindo Gemilang (Multifab) untuk kerja sama investasi pada bidang transisi energi, yang dilakukan
di sela kegiatan G20 di Bali pada 10 November 2022 lalu. Adapun nilai investasi Siemens Energy diperkirakan mencapai &amp;euro;70-100 juta atau setara dengan Rp1 triliun hingga Rp2 triliun.
BACA JUGA:Investasi Capai USD1,7 Miliar, SKK Migas Targetkan Pengeboran Eksplorasi 57 Sumur di 2023

&amp;ldquo;Saya memberikan apresiasi terbesar kepada Siemens Energy atas segala kerja sama kita selama ini. Terutama terkait transisi energi, kita memiliki sumber daya alam yang melimpah seperti angin, matahari, dan air, serta luas area yang cukup besar yang dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin,&amp;rdquo; ujar Bahlil dalam keterangan resminya, Jumat (20/1/2023).
Menteri Investasi juga menawarkan adanya peluang investasi untuk industri peralatan panel surya kepada Siemens Energy. Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa Indonesia memiliki bahan baku yang melimpah dengan harga kompetitif, dan produk akhirnya dapat dipasarkan baik di pasar dalam negeri maupun untuk ekspor.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOS80LzE2MTA5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menanggapi hal tersebut, CEO Siemens Energy Dr. Ing- Christian Bruch  menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara yang penting bagi Siemens  Energy. Oleh karena itu, Siemens Energy ingin lebih mengoptimalkan  peluang investasi yang ada di Indonesia. Christian juga mengapresiasi  dukungan yang telah diberikan oleh Pemerintah Indonesia kepada Siemens  Energy dan berkomitmen untuk tidak hanya mencari peluang bisnis untuk  pasar domestik Indonesia tetapi juga untuk keperluan ekspor.
&quot;Kami ingin memberikan kontribusi pada pembangunan Indonesia,  khususnya terkait dengan transisi energi hijau. Indonesia adalah  kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara terutama terkait dengan  energi. Kami akan menyusun peta jalan kerja sama antara Siemens Energy  dengan Pemerintah Indonesia dalam mendorong transisi energi dan ke  depannya bagaimana kita bisa menciptakan sumber energi yang tidak hanya  ramah lingkungan tapi juga terjangkau oleh masyarakat luas,&amp;rdquo; ungkap  Christian.
Siemens Energy adalah divisi bisnis dari perusahaan teknologi global  Siemens. Perusahaan ini berfokus pada produk dan solusi di bidang  pembangkitan, transmisi, dan distribusi energi. Dengan adanya kerjasama  ini, ke depannya Indonesia dapat menjadi penggerak transisi energi pada  wilayah Asia-Pasifik sebagai produsen untuk melayani pasar domestik dan  negara-negara sekitar.
Atikah UmiyaniJAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia  menyampaikan komitmen pemerintah dalam melakukan transisi energi menuju  energi hijau. Hal itu diungkapkannya saat bertemu President and CEO  Siemens Energy Dr. IngChristian Bruch.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Bahlil meyakinkan pihak Siemens  Energy bahwa Kementerian Investasi/BKPM siap mengawal masuknya investasi  Siemens Energy di Indonesia, khususnya pada bidang transisi energi.
Sebelumnya, Siemens Energy Global Gmbh Co.KG telah melakukan  penandatanganan MoU dengan PT Multi Fabrindo Gemilang (Multifab) untuk  kerja sama investasi pada bidang transisi energi, yang dilakukan
di sela kegiatan G20 di Bali pada 10 November 2022 lalu. Adapun nilai  investasi Siemens Energy diperkirakan mencapai &amp;euro;70-100 juta atau setara  dengan Rp1 triliun hingga Rp2 triliun.
&amp;ldquo;Saya memberikan apresiasi terbesar kepada Siemens Energy atas segala  kerja sama kita selama ini. Terutama terkait transisi energi, kita  memiliki sumber daya alam yang melimpah seperti angin, matahari, dan  air, serta luas area yang cukup besar yang dapat dimanfaatkan semaksimal  mungkin,&amp;rdquo; ujar Bahlil dalam keterangan resminya, Jumat (20/1/2023).
Menteri Investasi juga menawarkan adanya peluang investasi untuk  industri peralatan panel surya kepada Siemens Energy. Lebih lanjut,  Bahlil menjelaskan bahwa Indonesia memiliki bahan baku yang melimpah  dengan harga kompetitif, dan produk akhirnya dapat dipasarkan baik di  pasar dalam negeri maupun untuk ekspor.Menanggapi hal tersebut, CEO Siemens Energy Dr. Ing- Christian Bruch   menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara yang penting bagi Siemens   Energy. Oleh karena itu, Siemens Energy ingin lebih mengoptimalkan   peluang investasi yang ada di Indonesia. Christian juga mengapresiasi   dukungan yang telah diberikan oleh Pemerintah Indonesia kepada Siemens   Energy dan berkomitmen untuk tidak hanya mencari peluang bisnis untuk   pasar domestik Indonesia tetapi juga untuk keperluan ekspor.
&quot;Kami ingin memberikan kontribusi pada pembangunan Indonesia,   khususnya terkait dengan transisi energi hijau. Indonesia adalah   kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara terutama terkait dengan   energi. Kami akan menyusun peta jalan kerja sama antara Siemens Energy   dengan Pemerintah Indonesia dalam mendorong transisi energi dan ke   depannya bagaimana kita bisa menciptakan sumber energi yang tidak hanya   ramah lingkungan tapi juga terjangkau oleh masyarakat luas,&amp;rdquo; ungkap   Christian.
Siemens Energy adalah divisi bisnis dari perusahaan teknologi global   Siemens. Perusahaan ini berfokus pada produk dan solusi di bidang   pembangkitan, transmisi, dan distribusi energi. Dengan adanya kerjasama   ini, ke depannya Indonesia dapat menjadi penggerak transisi energi pada   wilayah Asia-Pasifik sebagai produsen untuk melayani pasar domestik  dan  negara-negara sekitar.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyampaikan komitmen pemerintah dalam melakukan transisi energi menuju energi hijau. Hal itu diungkapkannya saat bertemu President and CEO Siemens Energy Dr. IngChristian Bruch.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Bahlil meyakinkan pihak Siemens Energy bahwa Kementerian Investasi/BKPM siap mengawal masuknya investasi Siemens Energy di Indonesia, khususnya pada bidang transisi energi.
BACA JUGA:Incar Rp127 Triliun, Erick Thohir Siap Bantu Luhut dan Bahlil Kejar Target Investasi

Sebelumnya, Siemens Energy Global Gmbh Co.KG telah melakukan penandatanganan MoU dengan PT Multi Fabrindo Gemilang (Multifab) untuk kerja sama investasi pada bidang transisi energi, yang dilakukan
di sela kegiatan G20 di Bali pada 10 November 2022 lalu. Adapun nilai investasi Siemens Energy diperkirakan mencapai &amp;euro;70-100 juta atau setara dengan Rp1 triliun hingga Rp2 triliun.
BACA JUGA:Investasi Capai USD1,7 Miliar, SKK Migas Targetkan Pengeboran Eksplorasi 57 Sumur di 2023

&amp;ldquo;Saya memberikan apresiasi terbesar kepada Siemens Energy atas segala kerja sama kita selama ini. Terutama terkait transisi energi, kita memiliki sumber daya alam yang melimpah seperti angin, matahari, dan air, serta luas area yang cukup besar yang dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin,&amp;rdquo; ujar Bahlil dalam keterangan resminya, Jumat (20/1/2023).
Menteri Investasi juga menawarkan adanya peluang investasi untuk industri peralatan panel surya kepada Siemens Energy. Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa Indonesia memiliki bahan baku yang melimpah dengan harga kompetitif, dan produk akhirnya dapat dipasarkan baik di pasar dalam negeri maupun untuk ekspor.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOS80LzE2MTA5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menanggapi hal tersebut, CEO Siemens Energy Dr. Ing- Christian Bruch  menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara yang penting bagi Siemens  Energy. Oleh karena itu, Siemens Energy ingin lebih mengoptimalkan  peluang investasi yang ada di Indonesia. Christian juga mengapresiasi  dukungan yang telah diberikan oleh Pemerintah Indonesia kepada Siemens  Energy dan berkomitmen untuk tidak hanya mencari peluang bisnis untuk  pasar domestik Indonesia tetapi juga untuk keperluan ekspor.
&quot;Kami ingin memberikan kontribusi pada pembangunan Indonesia,  khususnya terkait dengan transisi energi hijau. Indonesia adalah  kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara terutama terkait dengan  energi. Kami akan menyusun peta jalan kerja sama antara Siemens Energy  dengan Pemerintah Indonesia dalam mendorong transisi energi dan ke  depannya bagaimana kita bisa menciptakan sumber energi yang tidak hanya  ramah lingkungan tapi juga terjangkau oleh masyarakat luas,&amp;rdquo; ungkap  Christian.
Siemens Energy adalah divisi bisnis dari perusahaan teknologi global  Siemens. Perusahaan ini berfokus pada produk dan solusi di bidang  pembangkitan, transmisi, dan distribusi energi. Dengan adanya kerjasama  ini, ke depannya Indonesia dapat menjadi penggerak transisi energi pada  wilayah Asia-Pasifik sebagai produsen untuk melayani pasar domestik dan  negara-negara sekitar.
Atikah UmiyaniJAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia  menyampaikan komitmen pemerintah dalam melakukan transisi energi menuju  energi hijau. Hal itu diungkapkannya saat bertemu President and CEO  Siemens Energy Dr. IngChristian Bruch.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Bahlil meyakinkan pihak Siemens  Energy bahwa Kementerian Investasi/BKPM siap mengawal masuknya investasi  Siemens Energy di Indonesia, khususnya pada bidang transisi energi.
Sebelumnya, Siemens Energy Global Gmbh Co.KG telah melakukan  penandatanganan MoU dengan PT Multi Fabrindo Gemilang (Multifab) untuk  kerja sama investasi pada bidang transisi energi, yang dilakukan
di sela kegiatan G20 di Bali pada 10 November 2022 lalu. Adapun nilai  investasi Siemens Energy diperkirakan mencapai &amp;euro;70-100 juta atau setara  dengan Rp1 triliun hingga Rp2 triliun.
&amp;ldquo;Saya memberikan apresiasi terbesar kepada Siemens Energy atas segala  kerja sama kita selama ini. Terutama terkait transisi energi, kita  memiliki sumber daya alam yang melimpah seperti angin, matahari, dan  air, serta luas area yang cukup besar yang dapat dimanfaatkan semaksimal  mungkin,&amp;rdquo; ujar Bahlil dalam keterangan resminya, Jumat (20/1/2023).
Menteri Investasi juga menawarkan adanya peluang investasi untuk  industri peralatan panel surya kepada Siemens Energy. Lebih lanjut,  Bahlil menjelaskan bahwa Indonesia memiliki bahan baku yang melimpah  dengan harga kompetitif, dan produk akhirnya dapat dipasarkan baik di  pasar dalam negeri maupun untuk ekspor.Menanggapi hal tersebut, CEO Siemens Energy Dr. Ing- Christian Bruch   menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara yang penting bagi Siemens   Energy. Oleh karena itu, Siemens Energy ingin lebih mengoptimalkan   peluang investasi yang ada di Indonesia. Christian juga mengapresiasi   dukungan yang telah diberikan oleh Pemerintah Indonesia kepada Siemens   Energy dan berkomitmen untuk tidak hanya mencari peluang bisnis untuk   pasar domestik Indonesia tetapi juga untuk keperluan ekspor.
&quot;Kami ingin memberikan kontribusi pada pembangunan Indonesia,   khususnya terkait dengan transisi energi hijau. Indonesia adalah   kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara terutama terkait dengan   energi. Kami akan menyusun peta jalan kerja sama antara Siemens Energy   dengan Pemerintah Indonesia dalam mendorong transisi energi dan ke   depannya bagaimana kita bisa menciptakan sumber energi yang tidak hanya   ramah lingkungan tapi juga terjangkau oleh masyarakat luas,&amp;rdquo; ungkap   Christian.
Siemens Energy adalah divisi bisnis dari perusahaan teknologi global   Siemens. Perusahaan ini berfokus pada produk dan solusi di bidang   pembangkitan, transmisi, dan distribusi energi. Dengan adanya kerjasama   ini, ke depannya Indonesia dapat menjadi penggerak transisi energi pada   wilayah Asia-Pasifik sebagai produsen untuk melayani pasar domestik  dan  negara-negara sekitar.</content:encoded></item></channel></rss>
