<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri ESDM: Transisi Energi Butuh Komitmen Kuat</title><description>Menteri ESDM Arifin Tasrif, menyampaikan bahwa Net Zero Emission (NZE) hanya bisa dicapai melalui kemajuan teknologi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/20/320/2750198/menteri-esdm-transisi-energi-butuh-komitmen-kuat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/20/320/2750198/menteri-esdm-transisi-energi-butuh-komitmen-kuat"/><item><title>Menteri ESDM: Transisi Energi Butuh Komitmen Kuat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/20/320/2750198/menteri-esdm-transisi-energi-butuh-komitmen-kuat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/20/320/2750198/menteri-esdm-transisi-energi-butuh-komitmen-kuat</guid><pubDate>Jum'at 20 Januari 2023 17:10 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/20/320/2750198/menteri-esdm-transisi-energi-butuh-komitmen-kuat-dyaJyKjtUy.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menteri ESDM Arifin Tasrif. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/20/320/2750198/menteri-esdm-transisi-energi-butuh-komitmen-kuat-dyaJyKjtUy.JPG</image><title>Menteri ESDM Arifin Tasrif. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, menyampaikan bahwa Net Zero Emission (NZE) hanya bisa dicapai melalui kemajuan teknologi, mendorong inovasi, dan perbaikan secara konstan.

&quot;Lebih dari itu, transisi energi juga butuh komitmen kuat,&quot; tegas Arifin pada sesi panel di Paviliun Indonesia yang digelar di Davos, Swiss, 16-20 Januari 2023, pada agenda World Economic Forum (WEF) 2023 seperti dikutip MNC Portal Indonesia dalam laman resmi Kementerian ESDM, Jumat (20/1/2023).

Dalam hal kemajuan teknologi, Arifin mencontohkan, teknologi canggih dibutuhkan untuk mengembangkan energi baru dan terbarukan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Bahlil Ajak Delegasi World Economic Forum Wujudkan Energi dan Industri Hijau
&quot;Misalnya, sistem teknologi penyimpanan, yang berkembang pesat di sektor pembangkit tenaga listrik dan transportasi,&quot; kata Arifin.

Lebih lanjut Arifin menyampaikan, dalam peta jalan NZE Indonesia, lebih dari 56 Giga Watt (GW) Battery Energy Storage System (BESS) dan ratusan juta kendaraan listrik akan beroperasi tahun 2060.

&quot;Ini membuka ruang yang sangat besar dan potensial untuk investasi. Dibutuhkan lebih dari USD40 miliar pendanaan untuk program ini,&quot; ujar Arifin di depan hadirin dari berbagai perusahaan global dan nasional yang mengikuti sesi ini.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yNS80LzE1NzU5Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Contoh lainnya adalah teknologi solar PV bisa meningkatkan efisiensi untuk memproduksi keluaran tenaga yang lebih besar.

&quot;Kami merencanakan membangun 420 GW solar PV yang akan terpasang pada 2060 dengan kebutuhan investasi tak kurang dari USD160 miliar,&quot; ucap Arifin.

Arifin mengakui, perjalanan Indonesia mencapai target NZE akan biaya yang tidak sedikit.

&quot;Butuh dana investasi yang sangat besar, lebih dari USD1 triliun sampai 2060. Kebutuhan dana makin besar saat pembangkit listrik tenaga batubara dihentikan lebih cepat dan digantikan dengan listrik EBT,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, menyampaikan bahwa Net Zero Emission (NZE) hanya bisa dicapai melalui kemajuan teknologi, mendorong inovasi, dan perbaikan secara konstan.

&quot;Lebih dari itu, transisi energi juga butuh komitmen kuat,&quot; tegas Arifin pada sesi panel di Paviliun Indonesia yang digelar di Davos, Swiss, 16-20 Januari 2023, pada agenda World Economic Forum (WEF) 2023 seperti dikutip MNC Portal Indonesia dalam laman resmi Kementerian ESDM, Jumat (20/1/2023).

Dalam hal kemajuan teknologi, Arifin mencontohkan, teknologi canggih dibutuhkan untuk mengembangkan energi baru dan terbarukan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Bahlil Ajak Delegasi World Economic Forum Wujudkan Energi dan Industri Hijau
&quot;Misalnya, sistem teknologi penyimpanan, yang berkembang pesat di sektor pembangkit tenaga listrik dan transportasi,&quot; kata Arifin.

Lebih lanjut Arifin menyampaikan, dalam peta jalan NZE Indonesia, lebih dari 56 Giga Watt (GW) Battery Energy Storage System (BESS) dan ratusan juta kendaraan listrik akan beroperasi tahun 2060.

&quot;Ini membuka ruang yang sangat besar dan potensial untuk investasi. Dibutuhkan lebih dari USD40 miliar pendanaan untuk program ini,&quot; ujar Arifin di depan hadirin dari berbagai perusahaan global dan nasional yang mengikuti sesi ini.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yNS80LzE1NzU5Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Contoh lainnya adalah teknologi solar PV bisa meningkatkan efisiensi untuk memproduksi keluaran tenaga yang lebih besar.

&quot;Kami merencanakan membangun 420 GW solar PV yang akan terpasang pada 2060 dengan kebutuhan investasi tak kurang dari USD160 miliar,&quot; ucap Arifin.

Arifin mengakui, perjalanan Indonesia mencapai target NZE akan biaya yang tidak sedikit.

&quot;Butuh dana investasi yang sangat besar, lebih dari USD1 triliun sampai 2060. Kebutuhan dana makin besar saat pembangkit listrik tenaga batubara dihentikan lebih cepat dan digantikan dengan listrik EBT,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
