<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Punya Nursery Perkebunan, Swasembada di Depan Mata</title><description>Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo membuka pusat Nursery Perkebunan di Desa Wonorejo.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/21/320/2750481/ri-punya-nursery-perkebunan-swasembada-di-depan-mata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/21/320/2750481/ri-punya-nursery-perkebunan-swasembada-di-depan-mata"/><item><title>RI Punya Nursery Perkebunan, Swasembada di Depan Mata</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/21/320/2750481/ri-punya-nursery-perkebunan-swasembada-di-depan-mata</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/21/320/2750481/ri-punya-nursery-perkebunan-swasembada-di-depan-mata</guid><pubDate>Sabtu 21 Januari 2023 21:01 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/21/320/2750481/ri-punya-nursery-perkebunan-swasembada-di-depan-mata-NnyHilfUlB.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Mentan Syahrul Yasin Limpo tingkatkan penyaluran bibit ke petani. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/21/320/2750481/ri-punya-nursery-perkebunan-swasembada-di-depan-mata-NnyHilfUlB.JPG</image><title>Mentan Syahrul Yasin Limpo tingkatkan penyaluran bibit ke petani. (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo membuka pusat Nursery Perkebunan di Desa Wonorejo, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Kehadiran pusat nursery ini, menurut Mentan untuk mendukung pengembangan benih unggul dan percepatan swasembada benih nasional. Terlebih, lokasi ini mampu menampung hingga 20 juta bibit.

&quot;Dalam pengelolaan pusat nursery perkebunan ini, kami juga melakukan kolaborasi yang intensif dengan seluruh stakeholder baik pemerintah daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota), produsen mitra maupun Perbankan, sehingga keberadaan nursery ini tidak tergantung dari pembiayaan APBN,&quot; ujar Mentan pada pernyataan tertulisnya dikutip Sabtu (21/1/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:PKS Lantik Dewan Penasihat Siang Nanti, Ada Bibit Waluyo
Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Andi Nur Alam Syah menambahkan bahwa pembangunan pusat nursery di Kabupaten Batang dilakukan melalui pendekatan kawasan pengembangan perkebunan dan kesesuaian agroklimat untuk tanaman kelapa.

Keberadaan pusat nursery yang strategis ini mempermudah akses penyaluran benih unggul bagi petani sehingga bisa menekan biaya distribusi dan mengurangi kerusakan benih akibat panjangnya rantai pasok.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yMC80LzE2MTE4Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Mengingat permintaan benih kelapa terus mengalami peningkatan, maka target produksi benih kelapa harus terus ditingkatkan setiap tahunnya,&quot; sambungnya.

Andi berharap nursery kelapa genjah dapat memproduksi benih siap salur dengan target lanjutannya yaitu membangun tahun Kebun Induk Kelapa Genjah di lokasi yang sama.

Dengan demikian, kebun induk tersebut dapat menyediakan kebutuhan benih kelapa setiap saat.

&quot;Setelah penyediaan benih kelapa dikembangkan dengan baik, dan memenuhi kebutuhan di Pulau Jawa dan Lampung, saya harap kedepannya Pusat Nursery Batang ini dapat berkebang dengan penambahan benih komoditas perkebunan lainnya,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo membuka pusat Nursery Perkebunan di Desa Wonorejo, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Kehadiran pusat nursery ini, menurut Mentan untuk mendukung pengembangan benih unggul dan percepatan swasembada benih nasional. Terlebih, lokasi ini mampu menampung hingga 20 juta bibit.

&quot;Dalam pengelolaan pusat nursery perkebunan ini, kami juga melakukan kolaborasi yang intensif dengan seluruh stakeholder baik pemerintah daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota), produsen mitra maupun Perbankan, sehingga keberadaan nursery ini tidak tergantung dari pembiayaan APBN,&quot; ujar Mentan pada pernyataan tertulisnya dikutip Sabtu (21/1/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:PKS Lantik Dewan Penasihat Siang Nanti, Ada Bibit Waluyo
Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Andi Nur Alam Syah menambahkan bahwa pembangunan pusat nursery di Kabupaten Batang dilakukan melalui pendekatan kawasan pengembangan perkebunan dan kesesuaian agroklimat untuk tanaman kelapa.

Keberadaan pusat nursery yang strategis ini mempermudah akses penyaluran benih unggul bagi petani sehingga bisa menekan biaya distribusi dan mengurangi kerusakan benih akibat panjangnya rantai pasok.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yMC80LzE2MTE4Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Mengingat permintaan benih kelapa terus mengalami peningkatan, maka target produksi benih kelapa harus terus ditingkatkan setiap tahunnya,&quot; sambungnya.

Andi berharap nursery kelapa genjah dapat memproduksi benih siap salur dengan target lanjutannya yaitu membangun tahun Kebun Induk Kelapa Genjah di lokasi yang sama.

Dengan demikian, kebun induk tersebut dapat menyediakan kebutuhan benih kelapa setiap saat.

&quot;Setelah penyediaan benih kelapa dikembangkan dengan baik, dan memenuhi kebutuhan di Pulau Jawa dan Lampung, saya harap kedepannya Pusat Nursery Batang ini dapat berkebang dengan penambahan benih komoditas perkebunan lainnya,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
