<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bersih-Bersih, Erick Thohir: Saya Tak Segan Dorong Kasus Hukum di BUMN</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir terus melakukan aksi bersih-bersih di lingkungan perusahaan negara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/23/320/2751188/bersih-bersih-erick-thohir-saya-tak-segan-dorong-kasus-hukum-di-bumn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/23/320/2751188/bersih-bersih-erick-thohir-saya-tak-segan-dorong-kasus-hukum-di-bumn"/><item><title>Bersih-Bersih, Erick Thohir: Saya Tak Segan Dorong Kasus Hukum di BUMN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/23/320/2751188/bersih-bersih-erick-thohir-saya-tak-segan-dorong-kasus-hukum-di-bumn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/23/320/2751188/bersih-bersih-erick-thohir-saya-tak-segan-dorong-kasus-hukum-di-bumn</guid><pubDate>Senin 23 Januari 2023 07:09 WIB</pubDate><dc:creator>Clara Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/23/320/2751188/bersih-bersih-erick-thohir-saya-tak-segan-dorong-kasus-hukum-di-bumn-M2bXOSelps.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bersih-bersih BUMN (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/23/320/2751188/bersih-bersih-erick-thohir-saya-tak-segan-dorong-kasus-hukum-di-bumn-M2bXOSelps.jpg</image><title>Bersih-bersih BUMN (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir terus melakukan aksi bersih-bersih di lingkungan perusahaan negara. Dia menegaskan tidak segan-segan untuk mengungkap kasus-kasus hukum di lingkungan BUMN.
&quot;Untuk masalah bersih-bersih BUMN, saya rasa saya tidak segan-segan mendorong yang namanya kasus-kasus hukum di BUMN, kasus Jiwasraya dari 2006 itu tidak pernah dilakukan, ketegasan, tetapi Alhamdulillah saya melaporkan kepada Pak Presiden Joko Widodo dan beliau sangat mendukung,&quot; ujar Erick dilansir dari Antara, Senin (23/1/2023).
BACA JUGA:4 BUMN Ini Berhasil Cuan di 2022, Ini Buktinya

Dia mengaku selalu intens berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung dan KPK dalam mengusut kasus dugaan korupsi di tubuh perusahaan pelat merah.
Erick menilai pengungkapan Jiwasraya hanya permulaan lantaran banyak juga dana pensiun di BUMN yang bermasalah.
BACA JUGA:Kontribusi BUMN ke Negara Capai Rp1.198 Triliun di 2022, Erick Thohir: Kita Jadi Benteng Ekonomi Nasional

&quot;Kemarin saya peringatkan, setelah Jiwasraya, Asabri, sekarang kita mendorong investasi audit untuk dana-dana pensiun BUMN yang kemarin saya melihat bukunya ini 35% sehat dan 65% sakit. Kita harus antisipasi karena ini bisa angkanya cukup besar,&quot; katanya.
Erick menyebut kasus yang terjadi di Garuda Indonesia hingga Waskita Beton berdampak negatif bagi keuangan perusahaan. Permasalahan tersebut memang terjadi cukup lama, namun dirinya tetap berkomitmen untuk menyelesaikannya agar tidak merugikan negara dan masyarakat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yMi80LzE2MTI2NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Waskita beton ini juga terima kasih teman-teman penegak hukum bisa  menginformasikan, karena memang secara data waktu itu kita sudah melihat  sepertinya ada penipuan, artinya secara publik waktu itu mengeluarkan  rights issue, surat utang atau apalah, saya lupa detilnya tetapi  ternyata penggunaannya tidak benar,&quot; ujar Erick.
Dia mengatakan, program bersih-bersih ini tentu tidak selesai dalam  waktu singkat lantaran sudah terjadi sejak zaman dahulu. Namun, Erick  meyakini pemilihan pemimpin berdasarkan kepemimpinan yang baik dan  sistem yang dibangun ini yang akan bisa mengurangi korupsi.
&quot;Tidak mungkin yang namanya perubahan itu berdasarkan hanya  kepemimpinan, tanpa ada sistem yang dibangun, maupun sebaliknya,&quot;  katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir terus melakukan aksi bersih-bersih di lingkungan perusahaan negara. Dia menegaskan tidak segan-segan untuk mengungkap kasus-kasus hukum di lingkungan BUMN.
&quot;Untuk masalah bersih-bersih BUMN, saya rasa saya tidak segan-segan mendorong yang namanya kasus-kasus hukum di BUMN, kasus Jiwasraya dari 2006 itu tidak pernah dilakukan, ketegasan, tetapi Alhamdulillah saya melaporkan kepada Pak Presiden Joko Widodo dan beliau sangat mendukung,&quot; ujar Erick dilansir dari Antara, Senin (23/1/2023).
BACA JUGA:4 BUMN Ini Berhasil Cuan di 2022, Ini Buktinya

Dia mengaku selalu intens berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung dan KPK dalam mengusut kasus dugaan korupsi di tubuh perusahaan pelat merah.
Erick menilai pengungkapan Jiwasraya hanya permulaan lantaran banyak juga dana pensiun di BUMN yang bermasalah.
BACA JUGA:Kontribusi BUMN ke Negara Capai Rp1.198 Triliun di 2022, Erick Thohir: Kita Jadi Benteng Ekonomi Nasional

&quot;Kemarin saya peringatkan, setelah Jiwasraya, Asabri, sekarang kita mendorong investasi audit untuk dana-dana pensiun BUMN yang kemarin saya melihat bukunya ini 35% sehat dan 65% sakit. Kita harus antisipasi karena ini bisa angkanya cukup besar,&quot; katanya.
Erick menyebut kasus yang terjadi di Garuda Indonesia hingga Waskita Beton berdampak negatif bagi keuangan perusahaan. Permasalahan tersebut memang terjadi cukup lama, namun dirinya tetap berkomitmen untuk menyelesaikannya agar tidak merugikan negara dan masyarakat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yMi80LzE2MTI2NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Waskita beton ini juga terima kasih teman-teman penegak hukum bisa  menginformasikan, karena memang secara data waktu itu kita sudah melihat  sepertinya ada penipuan, artinya secara publik waktu itu mengeluarkan  rights issue, surat utang atau apalah, saya lupa detilnya tetapi  ternyata penggunaannya tidak benar,&quot; ujar Erick.
Dia mengatakan, program bersih-bersih ini tentu tidak selesai dalam  waktu singkat lantaran sudah terjadi sejak zaman dahulu. Namun, Erick  meyakini pemilihan pemimpin berdasarkan kepemimpinan yang baik dan  sistem yang dibangun ini yang akan bisa mengurangi korupsi.
&quot;Tidak mungkin yang namanya perubahan itu berdasarkan hanya  kepemimpinan, tanpa ada sistem yang dibangun, maupun sebaliknya,&quot;  katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
