<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masyarakat Setuju Bansos Terus Dicairkan meski PPKM Dicabut</title><description>Masyarakat setuju pemberian bantuan sosial (bansos) tetap dilanjutkan meskipun PPKM dicabut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/23/320/2751192/masyarakat-setuju-bansos-terus-dicairkan-meski-ppkm-dicabut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/23/320/2751192/masyarakat-setuju-bansos-terus-dicairkan-meski-ppkm-dicabut"/><item><title>Masyarakat Setuju Bansos Terus Dicairkan meski PPKM Dicabut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/23/320/2751192/masyarakat-setuju-bansos-terus-dicairkan-meski-ppkm-dicabut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/23/320/2751192/masyarakat-setuju-bansos-terus-dicairkan-meski-ppkm-dicabut</guid><pubDate>Senin 23 Januari 2023 07:27 WIB</pubDate><dc:creator>Khairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/23/320/2751192/masyarakat-setuju-bansos-terus-dicairkan-meski-ppkm-dicabut-20RrS8aGhm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Masyarakat setuju bansos dilanjutkan meski PPKM dicabut (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/23/320/2751192/masyarakat-setuju-bansos-terus-dicairkan-meski-ppkm-dicabut-20RrS8aGhm.jpg</image><title>Masyarakat setuju bansos dilanjutkan meski PPKM dicabut (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash;&amp;nbsp;Masyarakat setuju pemberian bantuan sosial (bansos) tetap dilanjutkan meskipun PPKM dicabut. Hal ini berdasarkan Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI).
Melansir VOA, Senin (23/1/2023) menunjukkan sekitar 47% responden mengetahui Presiden Joko Widodo telah mencabut PPKM. Dari yang mengetahui ini, mayoritas responden setuju dengan kebijakan yang diambil pemerintah.
BACA JUGA:Anggaran Bansos Rp476 Triliun, Sri Mulyani: Semoga Bisa Dirasakan Manfaatnya

Direktur LSI Djayadi Hanan mengatakan mayoritas responden (82,1%) responden setuju atau sangat setuju jika pemerintah tetap memberikan bantuan sosial meskipun PPKM sudah dicabut. Survei ini dilakukan pada 7-11 Januari 2023 melibatkan 1.221 responden dengan tingkat kesalahan kurang lebih 2,9%.
&quot;Barang kali ini bisa dikaitkan dengan persepsi masyarakat terhadap keadaan ekonomi yang dipandang belum pulih, walaupun membaik. Karena itu bansos diperlukan,&quot; ujar Djayadi.
BACA JUGA:Anggaran Rp476 Triliun Disiapkan untuk Bansos, Ini Permintaan Sri Mulyani ke Mensos

Hasil survei tentang kondisi ekonomi yang disampaikan Djayadi Hanan menyebutkan sebanyak 35,6% responden menilai dalam kondisi buruk atau sangat buruk. Jumlah ini lebih besar dibandingkan dengan responden yang menilai baik atau sangat baik sebesar 27,1%. Sedangkan yang menilai ekonomi dalam keadaan sedang 35%.
Survei juga menyebutkan hampir 50% responden menilai harga sembako dan harga BBM kurang atau tidak terjangkau. Meskipun mayoritas mereka menilai ketersediaan sembako dan BBM masih cukup.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNS8xLzE2MDc5NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Khusus BBM masyarakat kita terbelah. Sebanyak 48% menyatakan  terjangkau, 46% menyatakan kurang atau sangat tidak terjangkau. Saya  kira BBM dan sembako masih jadi isu penting,&quot; ungkapnya.
Survei juga menunjukkan responden yang menyatakan harga sembako dan  BBM tidak terjangkau adalah perempuan. Sedangkan dari wilayah menyebar  di Sumatra, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Kalimantan.
Menanggapi hasil survei ini, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN)  Erick Thohir mengatakan pemerintah terus hadir bersama masyarakat,  antara lain dengan memberikan subsidi BBM untuk membantu masyarakat.  Selain itu, pemerintah juga telah menurunkan harga BBM nonsubsidi  seiring dengan harga minyak dunia yang turun.
&quot;Pemerintah tetap memberikan subsidi. Solar itu Rp6.500 per liter,  pemerintah membantu per liter. Dan Pertalite masih diberi subsidi Rp1  ribu per liter,&quot; tutur Erick Thohir.
Erick menjelaskan pemerintah juga terus memantau harga-harga  komoditas pokok masyarakat. Antara lain cabai kriting dan cabai rawit  yang mengalami penurunan harga, harga minyak goreng yang masih stabil,  dan prediksi harga daging yang akan naik. Menurutnya, pemerintah telah  membuat kebijakan untuk membuat harga-harga sembako tersebut stabil.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash;&amp;nbsp;Masyarakat setuju pemberian bantuan sosial (bansos) tetap dilanjutkan meskipun PPKM dicabut. Hal ini berdasarkan Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI).
Melansir VOA, Senin (23/1/2023) menunjukkan sekitar 47% responden mengetahui Presiden Joko Widodo telah mencabut PPKM. Dari yang mengetahui ini, mayoritas responden setuju dengan kebijakan yang diambil pemerintah.
BACA JUGA:Anggaran Bansos Rp476 Triliun, Sri Mulyani: Semoga Bisa Dirasakan Manfaatnya

Direktur LSI Djayadi Hanan mengatakan mayoritas responden (82,1%) responden setuju atau sangat setuju jika pemerintah tetap memberikan bantuan sosial meskipun PPKM sudah dicabut. Survei ini dilakukan pada 7-11 Januari 2023 melibatkan 1.221 responden dengan tingkat kesalahan kurang lebih 2,9%.
&quot;Barang kali ini bisa dikaitkan dengan persepsi masyarakat terhadap keadaan ekonomi yang dipandang belum pulih, walaupun membaik. Karena itu bansos diperlukan,&quot; ujar Djayadi.
BACA JUGA:Anggaran Rp476 Triliun Disiapkan untuk Bansos, Ini Permintaan Sri Mulyani ke Mensos

Hasil survei tentang kondisi ekonomi yang disampaikan Djayadi Hanan menyebutkan sebanyak 35,6% responden menilai dalam kondisi buruk atau sangat buruk. Jumlah ini lebih besar dibandingkan dengan responden yang menilai baik atau sangat baik sebesar 27,1%. Sedangkan yang menilai ekonomi dalam keadaan sedang 35%.
Survei juga menyebutkan hampir 50% responden menilai harga sembako dan harga BBM kurang atau tidak terjangkau. Meskipun mayoritas mereka menilai ketersediaan sembako dan BBM masih cukup.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNS8xLzE2MDc5NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Khusus BBM masyarakat kita terbelah. Sebanyak 48% menyatakan  terjangkau, 46% menyatakan kurang atau sangat tidak terjangkau. Saya  kira BBM dan sembako masih jadi isu penting,&quot; ungkapnya.
Survei juga menunjukkan responden yang menyatakan harga sembako dan  BBM tidak terjangkau adalah perempuan. Sedangkan dari wilayah menyebar  di Sumatra, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Kalimantan.
Menanggapi hasil survei ini, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN)  Erick Thohir mengatakan pemerintah terus hadir bersama masyarakat,  antara lain dengan memberikan subsidi BBM untuk membantu masyarakat.  Selain itu, pemerintah juga telah menurunkan harga BBM nonsubsidi  seiring dengan harga minyak dunia yang turun.
&quot;Pemerintah tetap memberikan subsidi. Solar itu Rp6.500 per liter,  pemerintah membantu per liter. Dan Pertalite masih diberi subsidi Rp1  ribu per liter,&quot; tutur Erick Thohir.
Erick menjelaskan pemerintah juga terus memantau harga-harga  komoditas pokok masyarakat. Antara lain cabai kriting dan cabai rawit  yang mengalami penurunan harga, harga minyak goreng yang masih stabil,  dan prediksi harga daging yang akan naik. Menurutnya, pemerintah telah  membuat kebijakan untuk membuat harga-harga sembako tersebut stabil.</content:encoded></item></channel></rss>
