<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>China Impor Limbah Sawit dari Indonesia Senilai Rp15,03 Miliar</title><description>China impor limbah sawit dari Indonesia yakni wilayah Kalimantan Selatan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/23/320/2751216/china-impor-limbah-sawit-dari-indonesia-senilai-rp15-03-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/23/320/2751216/china-impor-limbah-sawit-dari-indonesia-senilai-rp15-03-miliar"/><item><title>China Impor Limbah Sawit dari Indonesia Senilai Rp15,03 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/23/320/2751216/china-impor-limbah-sawit-dari-indonesia-senilai-rp15-03-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/23/320/2751216/china-impor-limbah-sawit-dari-indonesia-senilai-rp15-03-miliar</guid><pubDate>Senin 23 Januari 2023 08:47 WIB</pubDate><dc:creator>Clara Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/23/320/2751216/china-impor-limbah-sawit-dari-indonesia-senilai-rp15-03-miliar-ww8BJY7wYh.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">China impor limbah sawit (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/23/320/2751216/china-impor-limbah-sawit-dari-indonesia-senilai-rp15-03-miliar-ww8BJY7wYh.jpeg</image><title>China impor limbah sawit (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - China impor limbah sawit dari Indonesia yakni wilayah Kalimantan Selatan. Kalsel mengekspor limbah kelapa sawit berupa palm&amp;nbsp;kernel&amp;nbsp;expeller (PKE) yang dihasilkan dari pengolahan biji kelapa sawit menjadi minyak senilai Rp15,03 miliar dengan tujuan China.
BACA JUGA:Ada Masalah di Rusia, China Impor Minyak Lagi dari Arab Saudi

&quot;PKE yang diekspor sebanyak 6.300 ton, salah satu manfaatnya sebagai bahan baku pakan ternak sehingga banyak negara seperti China, Vietnam, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan negara Eropa mengimpornya,&quot; kata Kepala Karantina Pertanian Banjarmasin Nur Hartanto dilansir dari Antara, Senin (23/1/2023).
Sebelum diberangkatkan ke negara tujuan, petugas Karantina Wilayah Kerja Batulicin melakukan pemeriksaan untuk memastikan komoditas telah sesuai jumlah dan jenisnya, serta terbebas dari organisme pengganggu tumbuhan/organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPT/OPTK) berupa serangga hidup.
BACA JUGA:RI Perkuat Hilirisasi, Erick Thohir: Kita Harus Berani! Bukan Ekosistem China-AS

Hartanto menyebut gudang penyimpanan harus sesuai standar dan mampu mencegah penularan OPT/OPTK ke media pembawa dan mampu menjamin PKE bebas dari OPT/OPTK selama di dalam gudang sampai dengan pemuatan ke kapal.
&quot;Kami berkomitmen untuk selalu memperhatikan kualitas dan kesehatan secara menyeluruh terhadap komoditas yang akan diekspor,&quot; jelas dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDkwNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Komoditas yang akan diekspor harus dipastikan mendapat tindakan  karantina sesuai standar untuk dapat diterbitkan dokumen Phytosanitary  Certificate (PC) sesuai yang disyaratkan oleh negara tujuan ekspor.
Berdasarkan sistem otomasi perkarantinaan (IQfast-red) Karantina  Pertanian Banjarmasin tercatat nilai ekspor komoditas pertanian Kalsel  mencapai Rp7,03 triliun di tahun 2022.
Subsektor perkebunan sawit dan turunannya mendominasi lebih dari 86%  dalam hal kontribusi sebagai penyumbang devisa terbesar ekspor di Kalsel  yaitu sebanyak 498 ribu ton dengan nilai Rp6,2 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - China impor limbah sawit dari Indonesia yakni wilayah Kalimantan Selatan. Kalsel mengekspor limbah kelapa sawit berupa palm&amp;nbsp;kernel&amp;nbsp;expeller (PKE) yang dihasilkan dari pengolahan biji kelapa sawit menjadi minyak senilai Rp15,03 miliar dengan tujuan China.
BACA JUGA:Ada Masalah di Rusia, China Impor Minyak Lagi dari Arab Saudi

&quot;PKE yang diekspor sebanyak 6.300 ton, salah satu manfaatnya sebagai bahan baku pakan ternak sehingga banyak negara seperti China, Vietnam, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan negara Eropa mengimpornya,&quot; kata Kepala Karantina Pertanian Banjarmasin Nur Hartanto dilansir dari Antara, Senin (23/1/2023).
Sebelum diberangkatkan ke negara tujuan, petugas Karantina Wilayah Kerja Batulicin melakukan pemeriksaan untuk memastikan komoditas telah sesuai jumlah dan jenisnya, serta terbebas dari organisme pengganggu tumbuhan/organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPT/OPTK) berupa serangga hidup.
BACA JUGA:RI Perkuat Hilirisasi, Erick Thohir: Kita Harus Berani! Bukan Ekosistem China-AS

Hartanto menyebut gudang penyimpanan harus sesuai standar dan mampu mencegah penularan OPT/OPTK ke media pembawa dan mampu menjamin PKE bebas dari OPT/OPTK selama di dalam gudang sampai dengan pemuatan ke kapal.
&quot;Kami berkomitmen untuk selalu memperhatikan kualitas dan kesehatan secara menyeluruh terhadap komoditas yang akan diekspor,&quot; jelas dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDkwNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Komoditas yang akan diekspor harus dipastikan mendapat tindakan  karantina sesuai standar untuk dapat diterbitkan dokumen Phytosanitary  Certificate (PC) sesuai yang disyaratkan oleh negara tujuan ekspor.
Berdasarkan sistem otomasi perkarantinaan (IQfast-red) Karantina  Pertanian Banjarmasin tercatat nilai ekspor komoditas pertanian Kalsel  mencapai Rp7,03 triliun di tahun 2022.
Subsektor perkebunan sawit dan turunannya mendominasi lebih dari 86%  dalam hal kontribusi sebagai penyumbang devisa terbesar ekspor di Kalsel  yaitu sebanyak 498 ribu ton dengan nilai Rp6,2 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
