<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Jurus Perkuat UMKM dan Koperasi Hadapi Ancaman Resesi</title><description>Tiga jurus perkuat UMKM dan koperasi dalam menghadapi ancaman resesi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/23/320/2751284/3-jurus-perkuat-umkm-dan-koperasi-hadapi-ancaman-resesi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/23/320/2751284/3-jurus-perkuat-umkm-dan-koperasi-hadapi-ancaman-resesi"/><item><title>3 Jurus Perkuat UMKM dan Koperasi Hadapi Ancaman Resesi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/23/320/2751284/3-jurus-perkuat-umkm-dan-koperasi-hadapi-ancaman-resesi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/23/320/2751284/3-jurus-perkuat-umkm-dan-koperasi-hadapi-ancaman-resesi</guid><pubDate>Senin 23 Januari 2023 11:32 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/23/320/2751284/3-jurus-perkuat-umkm-dan-koperasi-hadapi-ancaman-resesi-4bNfT7FujU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perkuat UMKM hadapi resesi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/23/320/2751284/3-jurus-perkuat-umkm-dan-koperasi-hadapi-ancaman-resesi-4bNfT7FujU.jpg</image><title>Perkuat UMKM hadapi resesi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Tiga jurus perkuat UMKM dan koperasi dalam menghadapi ancaman resesi. Ada tiga program utama yang menjadi fokus Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) untuk perkuat koperasi dan UMKM menghadapi ancaman resesi global, yakni mendorong pengembangan koperasi dan UMKM di sektor riil, mengembangkan kemitraan strategis, dan memperkuat hilirisasi.
&quot;KUMKM sektor riil, khususnya sektor pangan, pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan menjadi unggulan domestik kita ke depan. Terbukti di tengah pandemi punya daya tahan dan mampu menyerap lapangan kerja lebih luas. Optimalisasi pasar domestik menjadi kunci,&quot; kata Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM bidang Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan M. Riza Damanik, Senin (23/1/2023).
BACA JUGA:Industri Alas Kaki Siap Bangkit di Tengah Ancaman Resesi 2023

Riza menyebutkan fokus kedua adalah penguatan ekosistem kemitraan usaha. &quot;Kemitraan akan terus kami kembangkan, diantaranya menghubungkan para pelaku UMKM, petani atau nelayan misalnya, dengan akses tehadap input produksi, peningkatan kapasitas, akses pembiayaan maupun pasar,&quot; ucap Riza.
Ketiga, lanjutnya, pihaknya akan memperkuat hilirisasi dari produk-produk UMKM yang berbasis pada bahan baku keunggulan daerah.
BACA JUGA:Begini Cara RI Tangkal Resesi 2023

&quot;Salah satunya melalui pembangunan Rumah Produksi Bersama di beberapa daerah,&quot; kata Riza.
Di Sulawesi Utara, misalnya, tahun lalu mulai dibangun Rumah Produksi Bersama untuk hilirisasi komoditi kelapa, agar para petani tidak hanya menjual kelapa utuh ke pasar. Tapi, bisa mengolahnya sehingga mendapat nilai yang lebih baik.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDkwOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Sabut kelapa, tempurungnya, daging kelapa, hingga air kelapa, semua  memiliki nilai tinggi. Model bisnisnya juga kita lengkapi dengan  kemitraan rantai pasok untuk memastikan tiap-tiap produk turunan  tersebut terserap,&quot; tuturnya.
Contoh lain, kata Riza, di Sumut ada Rumah Produksi Bersama untuk  pengolahan cabai, di NTT untuk pengolahan sapi, serta di Garut untuk  pengolahan produk kulit.
&quot;Kami optimistis, UMKM kita akan jauh lebih siap dalam menghadapi  ancaman isu resesi ekonomi tahun ini ketimbang di awal pandemi,&quot; ujar  Riza.</description><content:encoded>JAKARTA - Tiga jurus perkuat UMKM dan koperasi dalam menghadapi ancaman resesi. Ada tiga program utama yang menjadi fokus Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) untuk perkuat koperasi dan UMKM menghadapi ancaman resesi global, yakni mendorong pengembangan koperasi dan UMKM di sektor riil, mengembangkan kemitraan strategis, dan memperkuat hilirisasi.
&quot;KUMKM sektor riil, khususnya sektor pangan, pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan menjadi unggulan domestik kita ke depan. Terbukti di tengah pandemi punya daya tahan dan mampu menyerap lapangan kerja lebih luas. Optimalisasi pasar domestik menjadi kunci,&quot; kata Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM bidang Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan M. Riza Damanik, Senin (23/1/2023).
BACA JUGA:Industri Alas Kaki Siap Bangkit di Tengah Ancaman Resesi 2023

Riza menyebutkan fokus kedua adalah penguatan ekosistem kemitraan usaha. &quot;Kemitraan akan terus kami kembangkan, diantaranya menghubungkan para pelaku UMKM, petani atau nelayan misalnya, dengan akses tehadap input produksi, peningkatan kapasitas, akses pembiayaan maupun pasar,&quot; ucap Riza.
Ketiga, lanjutnya, pihaknya akan memperkuat hilirisasi dari produk-produk UMKM yang berbasis pada bahan baku keunggulan daerah.
BACA JUGA:Begini Cara RI Tangkal Resesi 2023

&quot;Salah satunya melalui pembangunan Rumah Produksi Bersama di beberapa daerah,&quot; kata Riza.
Di Sulawesi Utara, misalnya, tahun lalu mulai dibangun Rumah Produksi Bersama untuk hilirisasi komoditi kelapa, agar para petani tidak hanya menjual kelapa utuh ke pasar. Tapi, bisa mengolahnya sehingga mendapat nilai yang lebih baik.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDkwOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Sabut kelapa, tempurungnya, daging kelapa, hingga air kelapa, semua  memiliki nilai tinggi. Model bisnisnya juga kita lengkapi dengan  kemitraan rantai pasok untuk memastikan tiap-tiap produk turunan  tersebut terserap,&quot; tuturnya.
Contoh lain, kata Riza, di Sumut ada Rumah Produksi Bersama untuk  pengolahan cabai, di NTT untuk pengolahan sapi, serta di Garut untuk  pengolahan produk kulit.
&quot;Kami optimistis, UMKM kita akan jauh lebih siap dalam menghadapi  ancaman isu resesi ekonomi tahun ini ketimbang di awal pandemi,&quot; ujar  Riza.</content:encoded></item></channel></rss>
