<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dirut Pertamina Percepat Transisi Energi, Begini Caranya</title><description>PT Pertamina (Persero) mempercepat transisi energi di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/23/320/2751288/dirut-pertamina-percepat-transisi-energi-begini-caranya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/23/320/2751288/dirut-pertamina-percepat-transisi-energi-begini-caranya"/><item><title>Dirut Pertamina Percepat Transisi Energi, Begini Caranya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/23/320/2751288/dirut-pertamina-percepat-transisi-energi-begini-caranya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/23/320/2751288/dirut-pertamina-percepat-transisi-energi-begini-caranya</guid><pubDate>Senin 23 Januari 2023 11:46 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/23/320/2751288/dirut-pertamina-percepat-transisi-energi-begini-caranya-hAod7S0rcs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dirut Pertamina Nicke percepat transisi energi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/23/320/2751288/dirut-pertamina-percepat-transisi-energi-begini-caranya-hAod7S0rcs.jpg</image><title>Dirut Pertamina Nicke percepat transisi energi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mempercepat transisi energi di Indonesia. Perseroan juga memastikan seluruh segmen masyarakat dapat menerima manfaatnya.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, B20-TF ESC telah melahirkan enam rekomendasi kebijakan untuk mempercepat transisi energi yang mengakomodasi tantangan, peluang, dan risiko yang terkait peningkatan transisi yang adil dan teratur di negara berkembang.
BACA JUGA:Banyak Harta Karun, Dirut Pertamina Yakin Bisa Produksi Baterai Kendaraan Listrik

&amp;ldquo;Ada enam kebijakan, tapi tujuan utamanya adalah tidak ada yang tertinggal dalam masa transisi, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah,&amp;rdquo; jelas Nicke di Paviliun Indonesia pada World Economic Forum (WEF) yang digelar di Davos, Swiss, Senin (23/1/2023).
Nicke yang juga menjabat sebagai co-Chair B20-TF ESC pada G20 tahun 2022 mengatakan Indonesia merupakan negara berkembang pertama yang memegang Presidensi G20. Menurutnya, rekomendasi tersebut diperlukan untuk mempercepat transisi energi. Keenam rekomendasi kebijakan tersebut antara lain secara progresif meningkatkan kuantum, prediktabilitas, dan kemudahan aliran pembiayaan ke negara-negara berkembang.


BACA JUGA:Optimalkan Nikel Indonesia, Pertamina Siap Kembangkan Ekosistem Baterai EV



B20-TF ESC juga harus memastikan partisipasi UMKM dalam kegiatan transisi energi dengan pembiayaan dan capacity building. Mereka harus memfasilitasi adopsi teknologi oleh rumah tangga dan UMKM untuk penggunaan energi yang efisien, bersih, dan modern.
Adapun rekomendasi kebijakan lain yang diperlukan, lanjut Nicke adalah percepatan penerapan solusi akses listrik terintegrasi, termasuk off-grid dengan partisipasi masyarakat dan elektrifikasi berbasis grid untuk memperluas akses energi dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
Satgas harus menerapkan kebijakan dengan memastikan transisi yang teratur di sumber energi primer.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xNS80LzE1ODgxNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Lalu yang terakhir adalah perlunya kebijakan untuk mendukung inovasi  teknologi iklim dengan mendukung start-up dan riset universitas dengan  teknologi, pembiayaan, sumber daya manusia yang terampil, pengetahuan,  dan sharing facility.
Satgas juga memiliki prioritas seperti mempercepat penggunaan energi  berkelanjutan, memastikan transisi yang adil dan terjangkau, serta  meningkatkan keamanan energi.
Nicke mengatakan, kolaborasi antara negara maju dan negara berkembang  diperlukan sebagai key enabler untuk mencapai tiga prioritas tersebut.
Menurutnya, B20 berperan sebagai katalis dan mendorong perusahaan  atau negara untuk menjalin kemitraan global. Setidaknya ada 36  kesepakatan kemitraan yang melibatkan 11 negara dengan potensi nilai  proyek sekitar 11,5 miliar dolar AS yang dijabarkan di B20-TF ESC.
Selain itu, terdapat pula 12 peluang kemitraan, lima acara business  matching, dan dua kolaborasi dengan platform investasi dalam business  matching avenue di B20-TF ESC. Oleh karena itu, aksi bisnis tersebut  ditempuh melalui kemitraan global untuk mewujudkan rekomendasi  kebijakan.
B20-TF ESC adalah gugus tugas yang dihasilkan oleh keterlibatan  kelompok B20 di forum G20, di mana Indonesia bertindak sebagai presiden  pada tahun 2022. Gugus tugas menangani masalah yang berkaitan dengan  energi, keberlanjutan, dan iklim dalam upaya bersama negara-negara  anggota untuk mengatasi perubahan iklim.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mempercepat transisi energi di Indonesia. Perseroan juga memastikan seluruh segmen masyarakat dapat menerima manfaatnya.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, B20-TF ESC telah melahirkan enam rekomendasi kebijakan untuk mempercepat transisi energi yang mengakomodasi tantangan, peluang, dan risiko yang terkait peningkatan transisi yang adil dan teratur di negara berkembang.
BACA JUGA:Banyak Harta Karun, Dirut Pertamina Yakin Bisa Produksi Baterai Kendaraan Listrik

&amp;ldquo;Ada enam kebijakan, tapi tujuan utamanya adalah tidak ada yang tertinggal dalam masa transisi, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah,&amp;rdquo; jelas Nicke di Paviliun Indonesia pada World Economic Forum (WEF) yang digelar di Davos, Swiss, Senin (23/1/2023).
Nicke yang juga menjabat sebagai co-Chair B20-TF ESC pada G20 tahun 2022 mengatakan Indonesia merupakan negara berkembang pertama yang memegang Presidensi G20. Menurutnya, rekomendasi tersebut diperlukan untuk mempercepat transisi energi. Keenam rekomendasi kebijakan tersebut antara lain secara progresif meningkatkan kuantum, prediktabilitas, dan kemudahan aliran pembiayaan ke negara-negara berkembang.


BACA JUGA:Optimalkan Nikel Indonesia, Pertamina Siap Kembangkan Ekosistem Baterai EV



B20-TF ESC juga harus memastikan partisipasi UMKM dalam kegiatan transisi energi dengan pembiayaan dan capacity building. Mereka harus memfasilitasi adopsi teknologi oleh rumah tangga dan UMKM untuk penggunaan energi yang efisien, bersih, dan modern.
Adapun rekomendasi kebijakan lain yang diperlukan, lanjut Nicke adalah percepatan penerapan solusi akses listrik terintegrasi, termasuk off-grid dengan partisipasi masyarakat dan elektrifikasi berbasis grid untuk memperluas akses energi dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
Satgas harus menerapkan kebijakan dengan memastikan transisi yang teratur di sumber energi primer.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xNS80LzE1ODgxNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Lalu yang terakhir adalah perlunya kebijakan untuk mendukung inovasi  teknologi iklim dengan mendukung start-up dan riset universitas dengan  teknologi, pembiayaan, sumber daya manusia yang terampil, pengetahuan,  dan sharing facility.
Satgas juga memiliki prioritas seperti mempercepat penggunaan energi  berkelanjutan, memastikan transisi yang adil dan terjangkau, serta  meningkatkan keamanan energi.
Nicke mengatakan, kolaborasi antara negara maju dan negara berkembang  diperlukan sebagai key enabler untuk mencapai tiga prioritas tersebut.
Menurutnya, B20 berperan sebagai katalis dan mendorong perusahaan  atau negara untuk menjalin kemitraan global. Setidaknya ada 36  kesepakatan kemitraan yang melibatkan 11 negara dengan potensi nilai  proyek sekitar 11,5 miliar dolar AS yang dijabarkan di B20-TF ESC.
Selain itu, terdapat pula 12 peluang kemitraan, lima acara business  matching, dan dua kolaborasi dengan platform investasi dalam business  matching avenue di B20-TF ESC. Oleh karena itu, aksi bisnis tersebut  ditempuh melalui kemitraan global untuk mewujudkan rekomendasi  kebijakan.
B20-TF ESC adalah gugus tugas yang dihasilkan oleh keterlibatan  kelompok B20 di forum G20, di mana Indonesia bertindak sebagai presiden  pada tahun 2022. Gugus tugas menangani masalah yang berkaitan dengan  energi, keberlanjutan, dan iklim dalam upaya bersama negara-negara  anggota untuk mengatasi perubahan iklim.</content:encoded></item></channel></rss>
