<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI Ungguli China dan AS Tahun Ini</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir yakin pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini mencapai 5%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/23/320/2751305/erick-thohir-yakin-pertumbuhan-ekonomi-ri-ungguli-china-dan-as-tahun-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/23/320/2751305/erick-thohir-yakin-pertumbuhan-ekonomi-ri-ungguli-china-dan-as-tahun-ini"/><item><title>Erick Thohir Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI Ungguli China dan AS Tahun Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/23/320/2751305/erick-thohir-yakin-pertumbuhan-ekonomi-ri-ungguli-china-dan-as-tahun-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/23/320/2751305/erick-thohir-yakin-pertumbuhan-ekonomi-ri-ungguli-china-dan-as-tahun-ini</guid><pubDate>Senin 23 Januari 2023 12:27 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/23/320/2751305/erick-thohir-yakin-pertumbuhan-ekonomi-ri-ungguli-china-dan-as-tahun-ini-8JxfONKOrN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erick Thohir yakin ekonomi RI lampaui AS (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/23/320/2751305/erick-thohir-yakin-pertumbuhan-ekonomi-ri-ungguli-china-dan-as-tahun-ini-8JxfONKOrN.jpg</image><title>Erick Thohir yakin ekonomi RI lampaui AS (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir yakin pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini mencapai 5%. Bahkan, ekonomi Indonesia menempati peringkat kedua dari negara G20, di bawah India dengan 6,10%.
Berdasarkan proyeksi International Monetary Fund (IMF), pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini mengungguli China dengan 4,40% maupun Amerika Serikat (AS) dengan 1%.
BACA JUGA:Sri Mulyani Janji Jaga Pertumbuhan Ekonomi RI di 2023, Begini Caranya 

Sementara negara-negara G20 lain seperti Italia, Jerman, Rusia, diproyeksikan mengalami pertumbuhan ekonomi yang negatif
&quot;Perbandingannya dengan negara-negara G20 posisi kita sangat baik, ini konteks menarik artinya posisi kita sudah baik, apakah kita ada kekurangan, pasti ada,&quot; ujar Erick, dikutip Senin (23/1/2023).
BACA JUGA:Pertumbuhan Ekonomi RI Diprediksi Sedikit Melambat di 4,5%-5,3% 

Erick menilai Indonesia harus menjaga momentum untuk menjadi negara besar. Untuk itu, Indonesia harus bersiap mengambil langkah dalam menatap situasi perekonomian pada 2023.
&quot;Dinamika ke depan ditentukan oleh kebijakan hari ini. Situasi ekonomi pasca pandemi kita lihat rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia sampai 2027 itu ada di 4,3% (data IMF),&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yMC80LzE2MTIwMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia memastikan pemerintah berupaya menerapkan kebijakan yang  bermanfaat untuk seluruh rakyat, bukan pada pilihan politik. Erick  menilai seluruh elemen bangsa harus bersatu untuk meneruskan capaian  apik tersebut.
&quot;Kita membuat kebijakan untuk semua rakyat, tidak terjebak pada  pilihan politiknya, kalau kita terjebak akhirnya kita tidak melihat  pertumbuhan yang kita inginkan, saya rasa tidak baiklah kalau seperti  itu,&quot; lanjutnya.
Erick menyampaikan, keseriusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam  meningkatkan akselerasi hilirisasi sumber daya alam (SDA) menjadi kunci  pertumbuhan ekonomi sekarang dan di masa yang akan datang.
&quot;Kebanyakan raw material, jadi value added-nya tidak diciptakan di  Indonesia, akhirnya pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan pekerjaan  ada di negara lain. Saat commodity boom selesai, kita juga terkena  efeknya, hanya sawit yang bertahan karena turunan industrinya bisa  sampai 80,&quot; ucap dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir yakin pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini mencapai 5%. Bahkan, ekonomi Indonesia menempati peringkat kedua dari negara G20, di bawah India dengan 6,10%.
Berdasarkan proyeksi International Monetary Fund (IMF), pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini mengungguli China dengan 4,40% maupun Amerika Serikat (AS) dengan 1%.
BACA JUGA:Sri Mulyani Janji Jaga Pertumbuhan Ekonomi RI di 2023, Begini Caranya 

Sementara negara-negara G20 lain seperti Italia, Jerman, Rusia, diproyeksikan mengalami pertumbuhan ekonomi yang negatif
&quot;Perbandingannya dengan negara-negara G20 posisi kita sangat baik, ini konteks menarik artinya posisi kita sudah baik, apakah kita ada kekurangan, pasti ada,&quot; ujar Erick, dikutip Senin (23/1/2023).
BACA JUGA:Pertumbuhan Ekonomi RI Diprediksi Sedikit Melambat di 4,5%-5,3% 

Erick menilai Indonesia harus menjaga momentum untuk menjadi negara besar. Untuk itu, Indonesia harus bersiap mengambil langkah dalam menatap situasi perekonomian pada 2023.
&quot;Dinamika ke depan ditentukan oleh kebijakan hari ini. Situasi ekonomi pasca pandemi kita lihat rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia sampai 2027 itu ada di 4,3% (data IMF),&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yMC80LzE2MTIwMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia memastikan pemerintah berupaya menerapkan kebijakan yang  bermanfaat untuk seluruh rakyat, bukan pada pilihan politik. Erick  menilai seluruh elemen bangsa harus bersatu untuk meneruskan capaian  apik tersebut.
&quot;Kita membuat kebijakan untuk semua rakyat, tidak terjebak pada  pilihan politiknya, kalau kita terjebak akhirnya kita tidak melihat  pertumbuhan yang kita inginkan, saya rasa tidak baiklah kalau seperti  itu,&quot; lanjutnya.
Erick menyampaikan, keseriusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam  meningkatkan akselerasi hilirisasi sumber daya alam (SDA) menjadi kunci  pertumbuhan ekonomi sekarang dan di masa yang akan datang.
&quot;Kebanyakan raw material, jadi value added-nya tidak diciptakan di  Indonesia, akhirnya pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan pekerjaan  ada di negara lain. Saat commodity boom selesai, kita juga terkena  efeknya, hanya sawit yang bertahan karena turunan industrinya bisa  sampai 80,&quot; ucap dia.</content:encoded></item></channel></rss>
