<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investasi IKN Nusantara Ditawarkan di World Economic Forum</title><description>Pemerintah Indonesia menawarkan investasi IKN Nusantara di World Economic Forum (WEF).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/23/470/2751278/investasi-ikn-nusantara-ditawarkan-di-world-economic-forum</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/23/470/2751278/investasi-ikn-nusantara-ditawarkan-di-world-economic-forum"/><item><title>Investasi IKN Nusantara Ditawarkan di World Economic Forum</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/23/470/2751278/investasi-ikn-nusantara-ditawarkan-di-world-economic-forum</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/23/470/2751278/investasi-ikn-nusantara-ditawarkan-di-world-economic-forum</guid><pubDate>Senin 23 Januari 2023 11:19 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/23/470/2751278/investasi-ikn-nusantara-ditawarkan-di-world-economic-forum-ipOKkqhUZQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Proyek pembangunan IKN (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/23/470/2751278/investasi-ikn-nusantara-ditawarkan-di-world-economic-forum-ipOKkqhUZQ.jpg</image><title>Proyek pembangunan IKN (Foto: PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah Indonesia menawarkan investasi IKN Nusantara di World Economic Forum (WEF). Investasi ditawarkan pada kegiatan Indonesia Pavilion dengan mengusung tema Experience Indonesia WEF di Davos, Swiss.
Pemerintah memaparkan potensi-potensi Invetasi yang punya peluang cukup bagus di IKN. Kepala Otorita Bambang Susanto mengatakan, ada beberapa sektor yang cukup potensial untuk di isi oleh investor.
BACA JUGA:Proyek Apartemen di IKN Senilai Rp40,7 Triliun Segera Dibangun

Sebab dana APBN untuk membangun proyek tersebut tidak lebih dari 20% dari total asumsi kebutuhan biaya pembangunan. Bambang mengatakan sektor-sektor yang petensial tersebut seperti sektor transportasi, pendidikan, energi baru dan terbarukan, industri pertanian, berkelanjutan, teknologi kota cerdas, dan lainnya.
&quot;Melihat perkembangan (pembangunan) ini, saya yakin IKN akan terus menarik banyak investor, baik dari dalam negeri maupun mancanegara,&quot; ujar Bambang dalam pernyataan tertulisnya, Senin (23/1/2023).
BACA JUGA:PUPR Tender 30 Proyek IKN Sebesar Rp23,7 Triliun di 2023

Mengutip Buku Panduan Implementasi IKN Nusantara yang diterbitkan oleh Badan Otorita, pembangunan IKN terbagi dalam 9 bagian perencanaan atau wilayah perencanaan (WP). Pertama WP KIPP terdiri dari bangunan pusat pemerintahan seperti kantor Kementerian dan lembaga, kantor aparat penegak hukum, dan perumahan ASN.
Kemudian ada WP IKN Barat yang dikembangkan pusat ekonomi dan bisnis, pariwisata, pelayanan kesehatan, pendidikan tinggi, dan kantor pertahanan dan keamanan. Selanjutnya WP IKN Selatan yang akan dibangun untuk pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), permukiman dan perdesaan, dan kantor pertahanan/keamanan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOS80LzE2MTA2Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;WP IKN Timur 1 untuk pengembangan pusat hiburan, sport center,  pariwisata, perdagangan dan jasa, pelayanan pendidikan tinggi, dan  kantor pertahanan/kemanan. WP IKN Timur 2 akan dikembangkan sebagai  pusat pendidikan tinggi, riset dan inovasi, perdagangan dan jasa,  perkantoran, dan pelayanan kesehatan.
WP IKN Utara dikembangkan untuk pusat riset dan inovasi, pelayanan  pendidikan tinggi, perkantoran dan pariwisata. Lalu ada WP Simpang  Samboja yang akan dikembangkan sebagai pusat distribusi dan perdagangan  komoditas kawasan, perumahan dan permukiman.
WP Kuala Samboja akan dikembangkan sebagai pusat argo industri dan  industri pangan, dan perumahan. Kemudian WP Muara Jawa akan dikembangkan  untuk pusat pelayanan publik, kegiatan berbasis pertanian dan  perikanan, serta perumahan dan permukiman.
Lebih lanjut Bambang mengungkapkan, saat ini setidaknya sudah ada 70  LOI (letter of intent) atau surat minat investor yang masuk ke Badan  Otorita IKN. Jumlah tersebut termasuk 11 LOI yang belum lama  ditandatangani oleh Presiden Jokowi bersama Perdana Menteri Malaysia di  Istana Bogor.
&quot;Hingga saat ini, lebih dari 70 perusahaan swasta telah mengirimkan  letter of intent ke Otorita IKN dan menyatakan minat berinvestasi di  IKN. Ini termasuk 11 pernyataan dari perusahaan Malaysia yang baru-baru  ini disampaikan pada kami di hadapan Presiden RI Joko Widodo dan Perdana  Menteri Malaysia Anwar Ibrahim,&amp;rdquo; pungkas Bambang.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah Indonesia menawarkan investasi IKN Nusantara di World Economic Forum (WEF). Investasi ditawarkan pada kegiatan Indonesia Pavilion dengan mengusung tema Experience Indonesia WEF di Davos, Swiss.
Pemerintah memaparkan potensi-potensi Invetasi yang punya peluang cukup bagus di IKN. Kepala Otorita Bambang Susanto mengatakan, ada beberapa sektor yang cukup potensial untuk di isi oleh investor.
BACA JUGA:Proyek Apartemen di IKN Senilai Rp40,7 Triliun Segera Dibangun

Sebab dana APBN untuk membangun proyek tersebut tidak lebih dari 20% dari total asumsi kebutuhan biaya pembangunan. Bambang mengatakan sektor-sektor yang petensial tersebut seperti sektor transportasi, pendidikan, energi baru dan terbarukan, industri pertanian, berkelanjutan, teknologi kota cerdas, dan lainnya.
&quot;Melihat perkembangan (pembangunan) ini, saya yakin IKN akan terus menarik banyak investor, baik dari dalam negeri maupun mancanegara,&quot; ujar Bambang dalam pernyataan tertulisnya, Senin (23/1/2023).
BACA JUGA:PUPR Tender 30 Proyek IKN Sebesar Rp23,7 Triliun di 2023

Mengutip Buku Panduan Implementasi IKN Nusantara yang diterbitkan oleh Badan Otorita, pembangunan IKN terbagi dalam 9 bagian perencanaan atau wilayah perencanaan (WP). Pertama WP KIPP terdiri dari bangunan pusat pemerintahan seperti kantor Kementerian dan lembaga, kantor aparat penegak hukum, dan perumahan ASN.
Kemudian ada WP IKN Barat yang dikembangkan pusat ekonomi dan bisnis, pariwisata, pelayanan kesehatan, pendidikan tinggi, dan kantor pertahanan dan keamanan. Selanjutnya WP IKN Selatan yang akan dibangun untuk pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), permukiman dan perdesaan, dan kantor pertahanan/keamanan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOS80LzE2MTA2Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;WP IKN Timur 1 untuk pengembangan pusat hiburan, sport center,  pariwisata, perdagangan dan jasa, pelayanan pendidikan tinggi, dan  kantor pertahanan/kemanan. WP IKN Timur 2 akan dikembangkan sebagai  pusat pendidikan tinggi, riset dan inovasi, perdagangan dan jasa,  perkantoran, dan pelayanan kesehatan.
WP IKN Utara dikembangkan untuk pusat riset dan inovasi, pelayanan  pendidikan tinggi, perkantoran dan pariwisata. Lalu ada WP Simpang  Samboja yang akan dikembangkan sebagai pusat distribusi dan perdagangan  komoditas kawasan, perumahan dan permukiman.
WP Kuala Samboja akan dikembangkan sebagai pusat argo industri dan  industri pangan, dan perumahan. Kemudian WP Muara Jawa akan dikembangkan  untuk pusat pelayanan publik, kegiatan berbasis pertanian dan  perikanan, serta perumahan dan permukiman.
Lebih lanjut Bambang mengungkapkan, saat ini setidaknya sudah ada 70  LOI (letter of intent) atau surat minat investor yang masuk ke Badan  Otorita IKN. Jumlah tersebut termasuk 11 LOI yang belum lama  ditandatangani oleh Presiden Jokowi bersama Perdana Menteri Malaysia di  Istana Bogor.
&quot;Hingga saat ini, lebih dari 70 perusahaan swasta telah mengirimkan  letter of intent ke Otorita IKN dan menyatakan minat berinvestasi di  IKN. Ini termasuk 11 pernyataan dari perusahaan Malaysia yang baru-baru  ini disampaikan pada kami di hadapan Presiden RI Joko Widodo dan Perdana  Menteri Malaysia Anwar Ibrahim,&amp;rdquo; pungkas Bambang.</content:encoded></item></channel></rss>
