<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Lanjutkan Penguatan di Perdagangan Awal Pekan</title><description>Wall Street melanjutkan penguatan dengan kenaikan tajam pada akhir perdagangan kemarin.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/24/278/2751690/wall-street-lanjutkan-penguatan-di-perdagangan-awal-pekan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/24/278/2751690/wall-street-lanjutkan-penguatan-di-perdagangan-awal-pekan"/><item><title>Wall Street Lanjutkan Penguatan di Perdagangan Awal Pekan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/24/278/2751690/wall-street-lanjutkan-penguatan-di-perdagangan-awal-pekan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/24/278/2751690/wall-street-lanjutkan-penguatan-di-perdagangan-awal-pekan</guid><pubDate>Selasa 24 Januari 2023 07:15 WIB</pubDate><dc:creator>Khairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/24/278/2751690/wall-street-lanjutkan-penguatan-di-perdagangan-awal-pekan-d4sIcN1YwT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bursa saham Wall Street ditutup menguat (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/24/278/2751690/wall-street-lanjutkan-penguatan-di-perdagangan-awal-pekan-d4sIcN1YwT.jpg</image><title>Bursa saham Wall Street ditutup menguat (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Wall Street melanjutkan penguatan dengan kenaikan tajam pada akhir perdagangan kemarin.  Bursa saham AS naik didorong oleh lonjakan saham-saham teknologi karena investor memulai minggu yang padat laporan laba perusahaan dengan antusiasme baru untuk momentum saham-saham memimpin pasar yang terpukul tahun lalu.
BACA JUGA:Wall Street Sepekan Diwarnai Rebound Saham Teknologi

Dilansir dari Antara, Selasa (24/1/2023), indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 254,07 poin atau 0,76%, menjadi menetap di 33.629,56 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 terdongkrak 47,2 poin atau 1,19%, menjadi ditutup pada 4.019,81 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 223,98 poin atau 2,01%, menjadi berakhir di 11.364,41 poin.
Dari 11 sektor utama S&amp;amp;P 500, semuanya kecuali sektor energi berakhir di zona hijau, dengan saham teknologi menikmati persentase keuntungan terbesar, meningkat 2,3% pada sesi tersebut.
BACA JUGA:Wall Street Anjlok, Investor Cemaskan Perlambatan Ekonomi Dunia

Ketiga indeks saham utama memperpanjang kenaikan Jumat (20/1/2023), dengan Nasdaq yang padat teknologi memimpin, didorong oleh saham semikonduktor.
&quot;(Chips) kelompok yang telah tertekan, jadi saya tidak terlalu terkejut,&quot; kata Peter Tuz, presiden Chase Investment Counsel di Charlottesville, Virginia. &quot;Kita akan melihat laba dari perusahaan-perusahaan ini selama beberapa minggu ke depan dan di sanalah poin paling penting.&quot;
&quot;Itu adalah grup yang siap untuk rebound.&quot;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Investor sangat yakin Federal Reserve akan menerapkan kenaikan suku  bunga kecil minggu depan bahkan ketika bank sentral AS tetap berkomitmen  untuk menjinakkan siklus inflasi terpanas dalam beberapa dekade.
&quot;(Investor) cukup nyaman bahwa mereka akan melihat kenaikan suku  bunga yang lebih rendah dari The Fed, bahwa kami menghindari inflasi dan  kenaikan suku bunga,&quot; tambah Tuz. &quot;Saham bisa berhasil dengan baik di  lingkungan itu, terutama saham dengan pertumbuhan besar yang  menggerakkan pasar.&quot;
Pasar keuangan memperkirakan kemungkinan 99,9% untuk kenaikan 25  basis poin pada akhir pertemuan kebijakan moneter dua hari Rabu depan  (1/2/2023), menurut alat FedWatch CME.</description><content:encoded>JAKARTA - Wall Street melanjutkan penguatan dengan kenaikan tajam pada akhir perdagangan kemarin.  Bursa saham AS naik didorong oleh lonjakan saham-saham teknologi karena investor memulai minggu yang padat laporan laba perusahaan dengan antusiasme baru untuk momentum saham-saham memimpin pasar yang terpukul tahun lalu.
BACA JUGA:Wall Street Sepekan Diwarnai Rebound Saham Teknologi

Dilansir dari Antara, Selasa (24/1/2023), indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 254,07 poin atau 0,76%, menjadi menetap di 33.629,56 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 terdongkrak 47,2 poin atau 1,19%, menjadi ditutup pada 4.019,81 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 223,98 poin atau 2,01%, menjadi berakhir di 11.364,41 poin.
Dari 11 sektor utama S&amp;amp;P 500, semuanya kecuali sektor energi berakhir di zona hijau, dengan saham teknologi menikmati persentase keuntungan terbesar, meningkat 2,3% pada sesi tersebut.
BACA JUGA:Wall Street Anjlok, Investor Cemaskan Perlambatan Ekonomi Dunia

Ketiga indeks saham utama memperpanjang kenaikan Jumat (20/1/2023), dengan Nasdaq yang padat teknologi memimpin, didorong oleh saham semikonduktor.
&quot;(Chips) kelompok yang telah tertekan, jadi saya tidak terlalu terkejut,&quot; kata Peter Tuz, presiden Chase Investment Counsel di Charlottesville, Virginia. &quot;Kita akan melihat laba dari perusahaan-perusahaan ini selama beberapa minggu ke depan dan di sanalah poin paling penting.&quot;
&quot;Itu adalah grup yang siap untuk rebound.&quot;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Investor sangat yakin Federal Reserve akan menerapkan kenaikan suku  bunga kecil minggu depan bahkan ketika bank sentral AS tetap berkomitmen  untuk menjinakkan siklus inflasi terpanas dalam beberapa dekade.
&quot;(Investor) cukup nyaman bahwa mereka akan melihat kenaikan suku  bunga yang lebih rendah dari The Fed, bahwa kami menghindari inflasi dan  kenaikan suku bunga,&quot; tambah Tuz. &quot;Saham bisa berhasil dengan baik di  lingkungan itu, terutama saham dengan pertumbuhan besar yang  menggerakkan pasar.&quot;
Pasar keuangan memperkirakan kemungkinan 99,9% untuk kenaikan 25  basis poin pada akhir pertemuan kebijakan moneter dua hari Rabu depan  (1/2/2023), menurut alat FedWatch CME.</content:encoded></item></channel></rss>
