<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Mixed, WTI Dibanderol USD81,6/Barel</title><description>Harga minyak dunia hari ini bergerak mixed atau dua arah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/24/320/2751693/harga-minyak-dunia-mixed-wti-dibanderol-usd81-6-barel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/24/320/2751693/harga-minyak-dunia-mixed-wti-dibanderol-usd81-6-barel"/><item><title>Harga Minyak Dunia Mixed, WTI Dibanderol USD81,6/Barel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/24/320/2751693/harga-minyak-dunia-mixed-wti-dibanderol-usd81-6-barel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/24/320/2751693/harga-minyak-dunia-mixed-wti-dibanderol-usd81-6-barel</guid><pubDate>Selasa 24 Januari 2023 07:26 WIB</pubDate><dc:creator>Fayha Afanin Ramadhanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/24/320/2751693/harga-minyak-dunia-mixed-wti-dibanderol-usd81-6-barel-XvLS1hRU6b.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia mixed (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/24/320/2751693/harga-minyak-dunia-mixed-wti-dibanderol-usd81-6-barel-XvLS1hRU6b.jpg</image><title>Harga minyak dunia mixed (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia hari ini bergerak mixed atau dua arah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga minyak mixed setelah investor menguangkan dari lompatan ke level tertinggi tujuh minggu di tengah optimisme tentang kemungkinan pemulihan permintaan importir minyak utama China saat ekonomi pulih tahun ini dari penguncian pandemi.
BACA JUGA:Antisipasi Harga Minyak Dunia, Sri Mulyani Siapkan Rp339,6 Triliun untuk Subsidi Energi 2023

Dilansir dari Antara, Selasa (24/1/2023), harga Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret menetap 56 sen lebih tinggi pada USD88,19 per barel, setelah mencapai puncak sesi USD89,09 per barel, tertinggi sejak 1 Desember.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup 2 sen lebih rendah pada 81,62 dolar AS per barel, mundur dari puncak sesi di USD82,64 per barel, tertinggi sejak 5 Desember.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Meroket Didorong Optimisme Ekonomi Global

Harga mundur pada akhir sesi karena investor mengambil keuntungan, kata Phil Flynn, analis Price Futures Group. Tetap saja, pasar ingin mempertahankan posisi long jika pertumbuhan China berlanjut, kata Sukrit Vijayakar, direktur konsultan energi Trifecta yang berbasis di Mumbai.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOC8xLzE2MTAxMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Data menunjukkan peningkatan yang kuat dalam perjalanan di China  setelah pembatasan COVID-19 dilonggarkan, analis komoditas ANZ  mengatakan dalam sebuah catatan, menunjukkan bahwa kemacetan lalu lintas  jalan di 15 kota utama negara itu sejauh bulan ini naik 22% dari  setahun lalu.
Harga minyak mentah di sebagian besar pasar fisik dunia telah memulai  tahun ini dengan reli, karena China telah menunjukkan tanda-tanda  pembelian lebih banyak dan pedagang khawatir sanksi terhadap Rusia dapat  memperketat pasokan.
&quot;Sementara pembukaan kembali (China) itu sendiri tidak diragukan lagi  akan menjadi rumit, terutama selama musim liburan, indikasi awal  menunjukkan telah terjadi peningkatan aktivitas, yang berarti ekonomi  dapat bekerja lebih baik,&quot; kata analis OANDA, Craig Erlam.
Brent diperkirakan akan bergerak kembali ke kisaran antara USD90 hingga USD100, karena pasar minyak semakin ketat, kata Erlam.
Koalisi Uni Eropa dan Kelompok Tujuh (G7) akan membatasi harga produk  olahan Rusia mulai 5 Februari, selain batasan harga minyak mentah Rusia  yang berlaku sejak Desember dan embargo Uni Eropa atas impor minyak  mentah Rusia melalui laut.
G7 telah setuju untuk menunda peninjauan tingkat batas harga minyak  Rusia hingga Maret, sebulan lebih lambat dari yang direncanakan, untuk  memberikan waktu untuk menilai dampak dari batas harga produk minyak.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia hari ini bergerak mixed atau dua arah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga minyak mixed setelah investor menguangkan dari lompatan ke level tertinggi tujuh minggu di tengah optimisme tentang kemungkinan pemulihan permintaan importir minyak utama China saat ekonomi pulih tahun ini dari penguncian pandemi.
BACA JUGA:Antisipasi Harga Minyak Dunia, Sri Mulyani Siapkan Rp339,6 Triliun untuk Subsidi Energi 2023

Dilansir dari Antara, Selasa (24/1/2023), harga Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret menetap 56 sen lebih tinggi pada USD88,19 per barel, setelah mencapai puncak sesi USD89,09 per barel, tertinggi sejak 1 Desember.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup 2 sen lebih rendah pada 81,62 dolar AS per barel, mundur dari puncak sesi di USD82,64 per barel, tertinggi sejak 5 Desember.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Meroket Didorong Optimisme Ekonomi Global

Harga mundur pada akhir sesi karena investor mengambil keuntungan, kata Phil Flynn, analis Price Futures Group. Tetap saja, pasar ingin mempertahankan posisi long jika pertumbuhan China berlanjut, kata Sukrit Vijayakar, direktur konsultan energi Trifecta yang berbasis di Mumbai.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOC8xLzE2MTAxMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Data menunjukkan peningkatan yang kuat dalam perjalanan di China  setelah pembatasan COVID-19 dilonggarkan, analis komoditas ANZ  mengatakan dalam sebuah catatan, menunjukkan bahwa kemacetan lalu lintas  jalan di 15 kota utama negara itu sejauh bulan ini naik 22% dari  setahun lalu.
Harga minyak mentah di sebagian besar pasar fisik dunia telah memulai  tahun ini dengan reli, karena China telah menunjukkan tanda-tanda  pembelian lebih banyak dan pedagang khawatir sanksi terhadap Rusia dapat  memperketat pasokan.
&quot;Sementara pembukaan kembali (China) itu sendiri tidak diragukan lagi  akan menjadi rumit, terutama selama musim liburan, indikasi awal  menunjukkan telah terjadi peningkatan aktivitas, yang berarti ekonomi  dapat bekerja lebih baik,&quot; kata analis OANDA, Craig Erlam.
Brent diperkirakan akan bergerak kembali ke kisaran antara USD90 hingga USD100, karena pasar minyak semakin ketat, kata Erlam.
Koalisi Uni Eropa dan Kelompok Tujuh (G7) akan membatasi harga produk  olahan Rusia mulai 5 Februari, selain batasan harga minyak mentah Rusia  yang berlaku sejak Desember dan embargo Uni Eropa atas impor minyak  mentah Rusia melalui laut.
G7 telah setuju untuk menunda peninjauan tingkat batas harga minyak  Rusia hingga Maret, sebulan lebih lambat dari yang direncanakan, untuk  memberikan waktu untuk menilai dampak dari batas harga produk minyak.</content:encoded></item></channel></rss>
