<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indeks Dolar AS Melemah Tertekan Kuatnya Euro</title><description>Indeks dolar AS melemah terhadap euro pada akhir perdagangan kemarin.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/24/320/2751698/indeks-dolar-as-melemah-tertekan-kuatnya-euro</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/24/320/2751698/indeks-dolar-as-melemah-tertekan-kuatnya-euro"/><item><title>Indeks Dolar AS Melemah Tertekan Kuatnya Euro</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/24/320/2751698/indeks-dolar-as-melemah-tertekan-kuatnya-euro</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/24/320/2751698/indeks-dolar-as-melemah-tertekan-kuatnya-euro</guid><pubDate>Selasa 24 Januari 2023 07:39 WIB</pubDate><dc:creator>Noviana Zahra Firdausi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/24/320/2751698/indeks-dolar-as-melemah-tertekan-kuatnya-euro-Q3VIu2j2Cs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Dolar AS melemah (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/24/320/2751698/indeks-dolar-as-melemah-tertekan-kuatnya-euro-Q3VIu2j2Cs.jpg</image><title>Indeks Dolar AS melemah (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indeks dolar AS melemah terhadap euro pada akhir perdagangan kemarin. Indeks dolar AS pada satu titik mencapai level terendah baru selama 9 bulan, karena mata uang bersama mendapat dukungan dari komentar pejabat Bank Sentral Eropa yang mengisyaratkan kenaikan suku bunga jumbo tambahan di Eropa.
BACA JUGA:Indeks Dolar AS Tergelincir, Investor Cerna Data Ekonomi

Dilansir dari Antara, Selasa (24/1/2023), mata uang Euro mencapai setinggi USD1,0927, diperdagangkan pada level tertinggi sejak April tahun lalu, sebelum memangkas kenaikan untuk diperdagangkan menguat 0,05% pada 1,08605 dolar.
Kenaikan awal euro dibantu oleh komentar dari anggota dewan gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) Klaas Knot dan Peter Kazimir, yang keduanya menganjurkan untuk dua kenaikan 50 basis poin lagi pada pertemuan Februari dan Maret.
BACA JUGA:Harga Emas Berjangka Naik Didorong Pelemahan Dolar AS

ECB akan terus menaikkan suku bunga dengan cepat untuk memperlambat inflasi yang masih terlalu tinggi, Ketua ECB Christine Lagarde mengatakan pada Senin (23/1/2023), sebagian besar mengulangi pedoman kebijakan bank terbaru.
Survei para analis Reuters juga mendukung kenaikan 50 basis poin pada dua pertemuan berikutnya dan puncak suku bunga akhirnya 3,25%, dari tingkat saat ini 2,0%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Sungguh yang mendorong hal ini adalah divergensi kebijakan bank  sentral,&quot; kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Convera di  Washington.
&quot;Setidaknya dalam siklus saat ini, pasar menganggap hari-hari paling  hawkish The Fed berada di belakangnya. Jadi ketika Anda mempertimbangkan  prospek kebijakan bank sentral, itu menggambarkan dolar pada posisi  yang kurang menguntungkan, mengingat taruhan pasar pada Fed bergerak  lebih lambat daripada mitra di luar negeri,&quot; kata Manimbo.
Dana Fed berjangka telah memperkirakan hampir semua peluang Fed dapat  bergerak sebesar 50 basis poin bulan depan dan terus menurunkan  kemungkinan puncak suku bunga menjadi 4,75% hingga 5,0%, dari saat ini  4,25% hingga 4,50%.
Dengan pertemuan kebijakan moneter untuk Federal Reserve dan ECB  ditetapkan minggu depan, pasangan mata uang utama terjebak di dekat  kisaran yang sudah dicapai Senin (23/1/2023).
Euro juga didukung oleh meredanya kekhawatiran resesi di tengah  penurunan harga gas alam, menurut kepala strategi mata uang Rabobank,  Jane Foley.
&quot;Pertumbuhan kepercayaan pada prospek ekonomi, atau setidaknya  penghilangan banyak pesimisme, adalah bagian dari kisah euro,&quot; kata  Foley.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indeks dolar AS melemah terhadap euro pada akhir perdagangan kemarin. Indeks dolar AS pada satu titik mencapai level terendah baru selama 9 bulan, karena mata uang bersama mendapat dukungan dari komentar pejabat Bank Sentral Eropa yang mengisyaratkan kenaikan suku bunga jumbo tambahan di Eropa.
BACA JUGA:Indeks Dolar AS Tergelincir, Investor Cerna Data Ekonomi

Dilansir dari Antara, Selasa (24/1/2023), mata uang Euro mencapai setinggi USD1,0927, diperdagangkan pada level tertinggi sejak April tahun lalu, sebelum memangkas kenaikan untuk diperdagangkan menguat 0,05% pada 1,08605 dolar.
Kenaikan awal euro dibantu oleh komentar dari anggota dewan gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) Klaas Knot dan Peter Kazimir, yang keduanya menganjurkan untuk dua kenaikan 50 basis poin lagi pada pertemuan Februari dan Maret.
BACA JUGA:Harga Emas Berjangka Naik Didorong Pelemahan Dolar AS

ECB akan terus menaikkan suku bunga dengan cepat untuk memperlambat inflasi yang masih terlalu tinggi, Ketua ECB Christine Lagarde mengatakan pada Senin (23/1/2023), sebagian besar mengulangi pedoman kebijakan bank terbaru.
Survei para analis Reuters juga mendukung kenaikan 50 basis poin pada dua pertemuan berikutnya dan puncak suku bunga akhirnya 3,25%, dari tingkat saat ini 2,0%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Sungguh yang mendorong hal ini adalah divergensi kebijakan bank  sentral,&quot; kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Convera di  Washington.
&quot;Setidaknya dalam siklus saat ini, pasar menganggap hari-hari paling  hawkish The Fed berada di belakangnya. Jadi ketika Anda mempertimbangkan  prospek kebijakan bank sentral, itu menggambarkan dolar pada posisi  yang kurang menguntungkan, mengingat taruhan pasar pada Fed bergerak  lebih lambat daripada mitra di luar negeri,&quot; kata Manimbo.
Dana Fed berjangka telah memperkirakan hampir semua peluang Fed dapat  bergerak sebesar 50 basis poin bulan depan dan terus menurunkan  kemungkinan puncak suku bunga menjadi 4,75% hingga 5,0%, dari saat ini  4,25% hingga 4,50%.
Dengan pertemuan kebijakan moneter untuk Federal Reserve dan ECB  ditetapkan minggu depan, pasangan mata uang utama terjebak di dekat  kisaran yang sudah dicapai Senin (23/1/2023).
Euro juga didukung oleh meredanya kekhawatiran resesi di tengah  penurunan harga gas alam, menurut kepala strategi mata uang Rabobank,  Jane Foley.
&quot;Pertumbuhan kepercayaan pada prospek ekonomi, atau setidaknya  penghilangan banyak pesimisme, adalah bagian dari kisah euro,&quot; kata  Foley.</content:encoded></item></channel></rss>
