<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ternyata, Warga di Kabupaten Asmat Sudah Pakai Motor Listrik sejak 2018</title><description>Ternyata warga di Kabupaten Asmat sudah memakai motor listrik sejak 2018.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/24/320/2751743/ternyata-warga-di-kabupaten-asmat-sudah-pakai-motor-listrik-sejak-2018</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/24/320/2751743/ternyata-warga-di-kabupaten-asmat-sudah-pakai-motor-listrik-sejak-2018"/><item><title>Ternyata, Warga di Kabupaten Asmat Sudah Pakai Motor Listrik sejak 2018</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/24/320/2751743/ternyata-warga-di-kabupaten-asmat-sudah-pakai-motor-listrik-sejak-2018</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/24/320/2751743/ternyata-warga-di-kabupaten-asmat-sudah-pakai-motor-listrik-sejak-2018</guid><pubDate>Selasa 24 Januari 2023 09:31 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/24/320/2751743/ternyata-warga-di-kabupaten-asmat-sudah-pakai-motor-listrik-sejak-2018-t8FAwbVItb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Motor listrik di Papua (Foto: MTI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/24/320/2751743/ternyata-warga-di-kabupaten-asmat-sudah-pakai-motor-listrik-sejak-2018-t8FAwbVItb.jpg</image><title>Motor listrik di Papua (Foto: MTI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ternyata warga di Kabupaten Asmat sudah memakai motor listrik sejak 2018. Kota Agats Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan menjadi sebuah kota yang dalam mobilitas keseharianya menggunakan kendaraan listrik.
Pemilihan kendaraan listrik untuk mobilitas tersebut bukan tanpa alasan, akses yang sulit terhadap BBM (bahan bakar minyak) membuat masyarakat harus merakit sendiri kendaraan listriknya.
BACA JUGA:Pengguna Wajib Tahu! Begini Cara Swap Baterai Motor Listrik
Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat Djoko Setijowarno mengungkapkan, pada tahun 2018, setidaknya ada sebanyak 1.280 motor listrik yang berlalu-lalang dan digunakan oleh penduduk Agats.
&quot;Jarang atau bahkan hampir tidak ada penduduk yang menggunakan kendaraan dengan bahan bakar bensin,&quot; kata Djoko dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (24/1/2023).
BACA JUGA:Sulap Motor Bensin ke Motor Listrik Butuh Waktu Semingu
Menurutnya motor dengan BBM biasanya hanya digunakan oleh pihak kepolisian, sedangkan kendaraan berupa mobil hanya dipakai oleh rumah sakit dalam bentuk ambulans atau mobil pemerintah.
Data Dinas Perhubungan Kabupaten Asmat, hingga November 2018 tercatat 3.154 kendaraan listrik. Terbanyak sepeda motor listrik 3.067 unit. Terdapat 22 pangkalan ojek listrik. Ojek yang beroperasi di Kota Agats menggunakan plat kendaraan berwarna kuning.


Dari kota Agats, menurut Djoko telah memberikan gambaran bahwa suatu  wilayah yang mengalami kesulitan distribusi BBM bisa tetap survive  menggunakan kendaraan listrik. Seharusnya pemerintah Pusat dapat  memberikan penghargaan bagi Kab. Asmat yang sudah membantu mengurangi  penggunaan BBM.
Untuk daerah-daerah di Indonesia yang kesulitan distribusi BBM,  menurut Djoko dapat mencontoh Kab. Asmat dengan menggunakan kendaraan  listrik. Ongkos angkut distribusi BBM dapat dihemat dengan menggunakan  kendaraan listrik.
&quot;Sebaiknya mengembangkan kendaraan listrik di daerah yang kesulitan  mendapatkan BBM. Kendaraan listrik dapat digunakan untuk transportasi  lokal,&quot; pungkasnya.
Lebih lanjut Djoko mengharapkan rencana Kementerian Perindustrian  memberikan subsidi mobil hybrid wacana subsidinya sebesar Rp40 juta,  mobil listrik berbasis baterai Rp80 juta, pembelian motor listrik Rp8  juta, dan motor listrik hasil konversi sebesar Rp5 juta, sebaiknya tidak  diberikan untuk konsumen kendaraan listrik di perkotaan apalagi di  Pulau Jawa.
Namun anggaran tersebut seharusnya bisa diberikan ke daerah-daerah  yang kesulitan mendapatkan BBM, disarankan warganya menggunakan  kendaraan listrik untuk mobilitas lokalnya. Kalau diperkotaan, subsidi  kendaraan listrik bisa diberikan untuk membenahi transportasi umum  dengan menggunakan bus listrik.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ternyata warga di Kabupaten Asmat sudah memakai motor listrik sejak 2018. Kota Agats Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan menjadi sebuah kota yang dalam mobilitas keseharianya menggunakan kendaraan listrik.
Pemilihan kendaraan listrik untuk mobilitas tersebut bukan tanpa alasan, akses yang sulit terhadap BBM (bahan bakar minyak) membuat masyarakat harus merakit sendiri kendaraan listriknya.
BACA JUGA:Pengguna Wajib Tahu! Begini Cara Swap Baterai Motor Listrik
Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat Djoko Setijowarno mengungkapkan, pada tahun 2018, setidaknya ada sebanyak 1.280 motor listrik yang berlalu-lalang dan digunakan oleh penduduk Agats.
&quot;Jarang atau bahkan hampir tidak ada penduduk yang menggunakan kendaraan dengan bahan bakar bensin,&quot; kata Djoko dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (24/1/2023).
BACA JUGA:Sulap Motor Bensin ke Motor Listrik Butuh Waktu Semingu
Menurutnya motor dengan BBM biasanya hanya digunakan oleh pihak kepolisian, sedangkan kendaraan berupa mobil hanya dipakai oleh rumah sakit dalam bentuk ambulans atau mobil pemerintah.
Data Dinas Perhubungan Kabupaten Asmat, hingga November 2018 tercatat 3.154 kendaraan listrik. Terbanyak sepeda motor listrik 3.067 unit. Terdapat 22 pangkalan ojek listrik. Ojek yang beroperasi di Kota Agats menggunakan plat kendaraan berwarna kuning.


Dari kota Agats, menurut Djoko telah memberikan gambaran bahwa suatu  wilayah yang mengalami kesulitan distribusi BBM bisa tetap survive  menggunakan kendaraan listrik. Seharusnya pemerintah Pusat dapat  memberikan penghargaan bagi Kab. Asmat yang sudah membantu mengurangi  penggunaan BBM.
Untuk daerah-daerah di Indonesia yang kesulitan distribusi BBM,  menurut Djoko dapat mencontoh Kab. Asmat dengan menggunakan kendaraan  listrik. Ongkos angkut distribusi BBM dapat dihemat dengan menggunakan  kendaraan listrik.
&quot;Sebaiknya mengembangkan kendaraan listrik di daerah yang kesulitan  mendapatkan BBM. Kendaraan listrik dapat digunakan untuk transportasi  lokal,&quot; pungkasnya.
Lebih lanjut Djoko mengharapkan rencana Kementerian Perindustrian  memberikan subsidi mobil hybrid wacana subsidinya sebesar Rp40 juta,  mobil listrik berbasis baterai Rp80 juta, pembelian motor listrik Rp8  juta, dan motor listrik hasil konversi sebesar Rp5 juta, sebaiknya tidak  diberikan untuk konsumen kendaraan listrik di perkotaan apalagi di  Pulau Jawa.
Namun anggaran tersebut seharusnya bisa diberikan ke daerah-daerah  yang kesulitan mendapatkan BBM, disarankan warganya menggunakan  kendaraan listrik untuk mobilitas lokalnya. Kalau diperkotaan, subsidi  kendaraan listrik bisa diberikan untuk membenahi transportasi umum  dengan menggunakan bus listrik.</content:encoded></item></channel></rss>
