<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konsumsi Listrik Naik 6,1% di 2022 Jadi Bukti Ekonomi RI Bangkit</title><description>ESDM melaporkan bahwa konsumsi listrik yang naik pada tahun 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/24/320/2751919/konsumsi-listrik-naik-6-1-di-2022-jadi-bukti-ekonomi-ri-bangkit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/24/320/2751919/konsumsi-listrik-naik-6-1-di-2022-jadi-bukti-ekonomi-ri-bangkit"/><item><title>Konsumsi Listrik Naik 6,1% di 2022 Jadi Bukti Ekonomi RI Bangkit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/24/320/2751919/konsumsi-listrik-naik-6-1-di-2022-jadi-bukti-ekonomi-ri-bangkit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/24/320/2751919/konsumsi-listrik-naik-6-1-di-2022-jadi-bukti-ekonomi-ri-bangkit</guid><pubDate>Selasa 24 Januari 2023 13:02 WIB</pubDate><dc:creator>Fayha Afanin Ramadhanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/24/320/2751919/konsumsi-listrik-naik-6-1-di-2022-jadi-bukti-ekonomi-ri-bangkit-LyFcZF3r6e.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Listrik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/24/320/2751919/konsumsi-listrik-naik-6-1-di-2022-jadi-bukti-ekonomi-ri-bangkit-LyFcZF3r6e.jpg</image><title>Listrik (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa konsumsi listrik yang naik pada tahun 2022. Hal ini menjadi bukti bahwa perekonomian Indonesia tumbuh dengan baik.
&quot;Pertumbuhan listrik sudah sangat baik sebagai bukti bahwa ekonomi kita tumbuh dengan baik, tahun 2022 angkanya 6,15% pertumbuhan listrik. Ini angka dari PLN sebetulnya angka yang memang konsolidasi lewat PLN,&quot; kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, Selasa (24/1/2023).
BACA JUGA:RI Negosiasi dengan Vale soal Kendaraan Listrik, Begini Kata Erick Thohir

Hal itu disampaikannya dalam &quot;Sosialisasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 16 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon Subsektor Pembangkit Tenaga Listrik&quot; sebagaimana dipantau dari YouTube Info Gatrik.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOS80LzE2MTA2MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kami juga meyakini bahwa konsumsi listrik di luar yang sediakan oleh PLN pun sama (naik),&quot; kata Dadan.
Lebih lanjut, ia mengatakan Indonesia melewati masa-masa menantang untuk memastikan pertumbuhan ekonomi baik seperti penyediaan listrik tetap andal.
BACA JUGA:Ternyata, Warga di Kabupaten Asmat Sudah Pakai Motor Listrik sejak 2018

&quot;Alhamdulillah dengan pimpinan Presiden Jokowi kita melewati masa-masa menantang, di dua sisi memastikan bahwa penyediaan listrik ini tetap andal dan juga memastikan bahwa harga listrik ini menjadi tetap terjangkau oleh masyarakat,&quot; ujar Dadan.Sebelumnya, PT PLN (Persero) mengklaim angka penjualan listrik tahunan mengalami kenaikan signifikan selama masa pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (24/12) mengatakan penjualan kumulatif listrik PLN sampai November 2022 mencapai 250,4 terawatt hour (TWh) secara year on year tumbuh sebesar 6,61%.
&quot;Ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,&quot; ujar Darmawan.
Ia menjelaskan pemulihan ekonomi menjadi salah satu pendorong pertumbuhan listrik pada tahun ini. Selain itu, konsumsi listrik sektor rumah tangga masih mendominasi meski dari sisi industri dan bisnis sudah jauh lebih baik dibandingkan masa pandemi.
&quot;Kami PLN tentu siap mendukung pertumbuhan ekonomi dengan pasokan listrik yang andal sehingga khususnya sektor industri dan bisnis bisa bersaing dan makin tumbuh,&quot; ucapnya.
Berdasarkan data PLN, sektor yang berkontribusi paling besar pada konsumsi listrik adalah segmen rumah tangga sebesar 106,23 TWh (42,43%). Kemudian disusul segmen industri sebesar 81,17 TWh (32,42%), segmen bisnis sebesar 43,99 TWh (17,57%), segmen sosial sebesar 9,18 TWh (3,67%), dan segmen publik sebesar 7,82 TWh (3,13%).</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa konsumsi listrik yang naik pada tahun 2022. Hal ini menjadi bukti bahwa perekonomian Indonesia tumbuh dengan baik.
&quot;Pertumbuhan listrik sudah sangat baik sebagai bukti bahwa ekonomi kita tumbuh dengan baik, tahun 2022 angkanya 6,15% pertumbuhan listrik. Ini angka dari PLN sebetulnya angka yang memang konsolidasi lewat PLN,&quot; kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, Selasa (24/1/2023).
BACA JUGA:RI Negosiasi dengan Vale soal Kendaraan Listrik, Begini Kata Erick Thohir

Hal itu disampaikannya dalam &quot;Sosialisasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 16 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon Subsektor Pembangkit Tenaga Listrik&quot; sebagaimana dipantau dari YouTube Info Gatrik.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOS80LzE2MTA2MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kami juga meyakini bahwa konsumsi listrik di luar yang sediakan oleh PLN pun sama (naik),&quot; kata Dadan.
Lebih lanjut, ia mengatakan Indonesia melewati masa-masa menantang untuk memastikan pertumbuhan ekonomi baik seperti penyediaan listrik tetap andal.
BACA JUGA:Ternyata, Warga di Kabupaten Asmat Sudah Pakai Motor Listrik sejak 2018

&quot;Alhamdulillah dengan pimpinan Presiden Jokowi kita melewati masa-masa menantang, di dua sisi memastikan bahwa penyediaan listrik ini tetap andal dan juga memastikan bahwa harga listrik ini menjadi tetap terjangkau oleh masyarakat,&quot; ujar Dadan.Sebelumnya, PT PLN (Persero) mengklaim angka penjualan listrik tahunan mengalami kenaikan signifikan selama masa pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (24/12) mengatakan penjualan kumulatif listrik PLN sampai November 2022 mencapai 250,4 terawatt hour (TWh) secara year on year tumbuh sebesar 6,61%.
&quot;Ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,&quot; ujar Darmawan.
Ia menjelaskan pemulihan ekonomi menjadi salah satu pendorong pertumbuhan listrik pada tahun ini. Selain itu, konsumsi listrik sektor rumah tangga masih mendominasi meski dari sisi industri dan bisnis sudah jauh lebih baik dibandingkan masa pandemi.
&quot;Kami PLN tentu siap mendukung pertumbuhan ekonomi dengan pasokan listrik yang andal sehingga khususnya sektor industri dan bisnis bisa bersaing dan makin tumbuh,&quot; ucapnya.
Berdasarkan data PLN, sektor yang berkontribusi paling besar pada konsumsi listrik adalah segmen rumah tangga sebesar 106,23 TWh (42,43%). Kemudian disusul segmen industri sebesar 81,17 TWh (32,42%), segmen bisnis sebesar 43,99 TWh (17,57%), segmen sosial sebesar 9,18 TWh (3,67%), dan segmen publik sebesar 7,82 TWh (3,13%).</content:encoded></item></channel></rss>
