<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Kian Menguat Lawan Dolar AS ke Rp14.887/USD</title><description>Rupiah menguat di level Rp 14.887 atas dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sore ini, Selasa (24/1/2023).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/24/320/2752109/rupiah-kian-menguat-lawan-dolar-as-ke-rp14-887-usd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/24/320/2752109/rupiah-kian-menguat-lawan-dolar-as-ke-rp14-887-usd"/><item><title>Rupiah Kian Menguat Lawan Dolar AS ke Rp14.887/USD</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/24/320/2752109/rupiah-kian-menguat-lawan-dolar-as-ke-rp14-887-usd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/24/320/2752109/rupiah-kian-menguat-lawan-dolar-as-ke-rp14-887-usd</guid><pubDate>Selasa 24 Januari 2023 16:22 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/24/320/2752109/rupiah-kian-menguat-lawan-dolar-as-ke-rp14-887-usd-8vLMqCWnH5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/24/320/2752109/rupiah-kian-menguat-lawan-dolar-as-ke-rp14-887-usd-8vLMqCWnH5.jpg</image><title>Rupiah (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar rupiah menguat di level Rp 14.887 atas dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sore ini, Selasa (24/1/2023).
Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan penguatan rupiah ini dukung oleh pemulihan ekonomi Indonesia yang mengalami kenaikan dan merata di seluruh sektor di tengah ancaman resesi.
BACA JUGA:5 Jenis Miniatur yang Ada di Indonesia, Harganya Bisa Tembus Jutaan Rupiah

&quot;Walaupun Produk Domestic Bruto (PDB) untuk tahun 2022 baru akan dipublikasi di bulan Februari yang diperkirakan antara 5,2%- 5,3%, namun perkiraan tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi dunia yang diperkirakan hanya di 1,7%,&quot; ujar Ibrahim dalam rilis hariannya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yMi8xLzE2MTI4Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selain itu, kata Ibrahim, Bank Indonesia (BI) juga terus memperkuat respons bauran kebijakan guna menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi.
BACA JUGA:Ini 5 Miniatur Termahal di Indonesia, Harganya Jutaan Rupiah

&quot;Adapun bauran kebijakan yang dilakukan adalah memperkuat operasi moneter melalui kenaikan struktur suku bunga di pasar uang sesuai dengan kenaikan suku bunga BI7DRR yang saat ini sudah mencapai 5,75%,&quot; terangnya.Kemudian, BI juga memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi, terutama imported inflation, melalui intervensi di pasar valas dengan transaksi spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian/penjualan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
Ibrahim memprediksi, untuk perdagangan besok, Rabu (25/1/2023) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp14.860 - Rp15.940.</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar rupiah menguat di level Rp 14.887 atas dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sore ini, Selasa (24/1/2023).
Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan penguatan rupiah ini dukung oleh pemulihan ekonomi Indonesia yang mengalami kenaikan dan merata di seluruh sektor di tengah ancaman resesi.
BACA JUGA:5 Jenis Miniatur yang Ada di Indonesia, Harganya Bisa Tembus Jutaan Rupiah

&quot;Walaupun Produk Domestic Bruto (PDB) untuk tahun 2022 baru akan dipublikasi di bulan Februari yang diperkirakan antara 5,2%- 5,3%, namun perkiraan tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi dunia yang diperkirakan hanya di 1,7%,&quot; ujar Ibrahim dalam rilis hariannya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yMi8xLzE2MTI4Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selain itu, kata Ibrahim, Bank Indonesia (BI) juga terus memperkuat respons bauran kebijakan guna menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi.
BACA JUGA:Ini 5 Miniatur Termahal di Indonesia, Harganya Jutaan Rupiah

&quot;Adapun bauran kebijakan yang dilakukan adalah memperkuat operasi moneter melalui kenaikan struktur suku bunga di pasar uang sesuai dengan kenaikan suku bunga BI7DRR yang saat ini sudah mencapai 5,75%,&quot; terangnya.Kemudian, BI juga memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi, terutama imported inflation, melalui intervensi di pasar valas dengan transaksi spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian/penjualan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
Ibrahim memprediksi, untuk perdagangan besok, Rabu (25/1/2023) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp14.860 - Rp15.940.</content:encoded></item></channel></rss>
