<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PP Presisi Kantongi Kontrak Baru Rp5,24 Triliun Sepanjang 2022</title><description>PT PP Presisi Tbk (PPRE) beserta entitas anak perusahaannya PT  Lancarjaya Mandiri Abadi (PT LMA) meraih kontrak baru Rp5,245 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/25/278/2752636/pp-presisi-kantongi-kontrak-baru-rp5-24-triliun-sepanjang-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/25/278/2752636/pp-presisi-kantongi-kontrak-baru-rp5-24-triliun-sepanjang-2022"/><item><title>PP Presisi Kantongi Kontrak Baru Rp5,24 Triliun Sepanjang 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/25/278/2752636/pp-presisi-kantongi-kontrak-baru-rp5-24-triliun-sepanjang-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/25/278/2752636/pp-presisi-kantongi-kontrak-baru-rp5-24-triliun-sepanjang-2022</guid><pubDate>Rabu 25 Januari 2023 12:15 WIB</pubDate><dc:creator>Khairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/25/278/2752636/pp-presisi-kantongi-kontrak-baru-rp5-24-triliun-sepanjang-2022-JzCyPHK6x0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PPRE kantongi kontrak baru (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/25/278/2752636/pp-presisi-kantongi-kontrak-baru-rp5-24-triliun-sepanjang-2022-JzCyPHK6x0.jpg</image><title>PPRE kantongi kontrak baru (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT PP Presisi Tbk (PPRE) beserta entitas anak perusahaannya PT Lancarjaya Mandiri Abadi (PT LMA) meraih kontrak baru Rp5,245 triliun sepanjang 2022. Nilai kontrak baru ini didominasi oleh PT PP Presisi Tbk yang berkontribusi menyumbangkan nilai pemasaran sejumlah Rp3,660 triliun atau 70% dari total nilai kontrak baru dengan sisanya diperoleh dari anak perusahaannya, PT. LMA.
BACA JUGA:PP Presisi Kantongi Kontrak Baru Pembangunan IKN Rp99,6 Miliar

Direktur Utama PT PP Presisi Tbk Rully Noviandar mengatakan, dari 5 lini bisnis PT PP Presisi Tbk, sektor jasa pertambangan menyumbang lebih dari 55% atas total nilai kontrak baru, lebih tepatnya sejumlah Rp2,901 triliun diperoleh dari lini bisnis mining service mencakup addendum pekerjaan hauling PT. Weda Bay Nickel hingga pembangunan infrastruktur pada salah satu area pertambangan PT. Hengjaya Mineralindo.
Selanjutnya, lini bisnis civil work memberikan sumbangan perolehan kontrak sebesar Rp2,138 triliun atau sebesar 40,7% atas total perolehan kontrak. Penambahan pekerjaan baru ini melingkupi pekerjaan aspal Sirkuit Mandalika, pekerjaan peningkatan jalan Empu Nala Mojokerto, pembangunan struktur Kereta Api jalur Sumatera Utara &amp;ndash; Binjai hingga pembangunan beberapa fasilitas publik di Ibu Kota Nusantara atau IKN.
BACA JUGA:PP Presisi (PPRE) Kantongi Pinjaman Rp600 Miliar, Buat Apa?

Selanjutnya, penambahan kontrak dari lini bisnis pekerjaan struktur (Bekisting dan bangunan gedung lainnya) menyumbang sebesar 2,5% yang berasal dari beberapa pembangunan gedung baru seperti BCA Data Center, AEON Deltamas, Warehouse Depok serta fasilitas kamp sementara pada area pertambangan PT. Weda Bay Nickel. Adapun lini bisnis persewaan alat berat serta produksi beton jadi (readymix) juga turut menyumbangkan perolehan kontrak baru selama tahun 2022.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Tahun 2022 kemarin merupakan salah satu tahun gemilang bagi PT PP  Presisi Tbk, setelah dihajar oleh pandemi Covid-19 beberapa tahun silam,  PT PP Presisi Tbk bangkit lebih kuat dengan adanya penyempurnaan  infrastruktur Indonesia serta diberlakukannya program percepatan Proyek  Strategis Nasional. Perolehan kontrak senilai Rp5,245 triliun selama  satu tahun sudah mendekati target kami yang dituangkan pada RKAP  2022,&amp;rdquo;ujar Rully.
Tahun 2023 ini, lanjutnya, perseroan meyakini dapat menggaet lebih  banyak lagi proyek-proyek mining maupun sipil untuk mewujudkan mimpi  Indonesia dengan infrastruktur yang lengkap. Disebutkan, total  penambahan kontrak baru ini mayoritas berasal dari pemberi kerja  eksternal atau di luar dari PP Group, dengan nilai total pemasaran  sebesar Rp4,485 triliun atau sebesar 92,5% berasal dari luar PP Group.
Sementara Direktur Operasi PPRE, Darwis Hamzah menambahkan, ke depan  perseroan beserta entitas anak perusahaannya yaitu PT. LMA, terus maju  dan berkembang untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur masyarakat  Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA - PT PP Presisi Tbk (PPRE) beserta entitas anak perusahaannya PT Lancarjaya Mandiri Abadi (PT LMA) meraih kontrak baru Rp5,245 triliun sepanjang 2022. Nilai kontrak baru ini didominasi oleh PT PP Presisi Tbk yang berkontribusi menyumbangkan nilai pemasaran sejumlah Rp3,660 triliun atau 70% dari total nilai kontrak baru dengan sisanya diperoleh dari anak perusahaannya, PT. LMA.
BACA JUGA:PP Presisi Kantongi Kontrak Baru Pembangunan IKN Rp99,6 Miliar

Direktur Utama PT PP Presisi Tbk Rully Noviandar mengatakan, dari 5 lini bisnis PT PP Presisi Tbk, sektor jasa pertambangan menyumbang lebih dari 55% atas total nilai kontrak baru, lebih tepatnya sejumlah Rp2,901 triliun diperoleh dari lini bisnis mining service mencakup addendum pekerjaan hauling PT. Weda Bay Nickel hingga pembangunan infrastruktur pada salah satu area pertambangan PT. Hengjaya Mineralindo.
Selanjutnya, lini bisnis civil work memberikan sumbangan perolehan kontrak sebesar Rp2,138 triliun atau sebesar 40,7% atas total perolehan kontrak. Penambahan pekerjaan baru ini melingkupi pekerjaan aspal Sirkuit Mandalika, pekerjaan peningkatan jalan Empu Nala Mojokerto, pembangunan struktur Kereta Api jalur Sumatera Utara &amp;ndash; Binjai hingga pembangunan beberapa fasilitas publik di Ibu Kota Nusantara atau IKN.
BACA JUGA:PP Presisi (PPRE) Kantongi Pinjaman Rp600 Miliar, Buat Apa?

Selanjutnya, penambahan kontrak dari lini bisnis pekerjaan struktur (Bekisting dan bangunan gedung lainnya) menyumbang sebesar 2,5% yang berasal dari beberapa pembangunan gedung baru seperti BCA Data Center, AEON Deltamas, Warehouse Depok serta fasilitas kamp sementara pada area pertambangan PT. Weda Bay Nickel. Adapun lini bisnis persewaan alat berat serta produksi beton jadi (readymix) juga turut menyumbangkan perolehan kontrak baru selama tahun 2022.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Tahun 2022 kemarin merupakan salah satu tahun gemilang bagi PT PP  Presisi Tbk, setelah dihajar oleh pandemi Covid-19 beberapa tahun silam,  PT PP Presisi Tbk bangkit lebih kuat dengan adanya penyempurnaan  infrastruktur Indonesia serta diberlakukannya program percepatan Proyek  Strategis Nasional. Perolehan kontrak senilai Rp5,245 triliun selama  satu tahun sudah mendekati target kami yang dituangkan pada RKAP  2022,&amp;rdquo;ujar Rully.
Tahun 2023 ini, lanjutnya, perseroan meyakini dapat menggaet lebih  banyak lagi proyek-proyek mining maupun sipil untuk mewujudkan mimpi  Indonesia dengan infrastruktur yang lengkap. Disebutkan, total  penambahan kontrak baru ini mayoritas berasal dari pemberi kerja  eksternal atau di luar dari PP Group, dengan nilai total pemasaran  sebesar Rp4,485 triliun atau sebesar 92,5% berasal dari luar PP Group.
Sementara Direktur Operasi PPRE, Darwis Hamzah menambahkan, ke depan  perseroan beserta entitas anak perusahaannya yaitu PT. LMA, terus maju  dan berkembang untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur masyarakat  Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
