<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tidak Mau Rakyat Rusuh, Ini Cerita Jokowi Semedi 3 Hari Ambil Keputusan Tak Lockdown</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa pandemi Covid-19 merupakan tantangan yang belum pernah dihadapi sebelumnya.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/26/320/2753288/tidak-mau-rakyat-rusuh-ini-cerita-jokowi-semedi-3-hari-ambil-keputusan-tak-lockdown</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/26/320/2753288/tidak-mau-rakyat-rusuh-ini-cerita-jokowi-semedi-3-hari-ambil-keputusan-tak-lockdown"/><item><title>Tidak Mau Rakyat Rusuh, Ini Cerita Jokowi Semedi 3 Hari Ambil Keputusan Tak Lockdown</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/26/320/2753288/tidak-mau-rakyat-rusuh-ini-cerita-jokowi-semedi-3-hari-ambil-keputusan-tak-lockdown</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/26/320/2753288/tidak-mau-rakyat-rusuh-ini-cerita-jokowi-semedi-3-hari-ambil-keputusan-tak-lockdown</guid><pubDate>Kamis 26 Januari 2023 10:29 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/26/320/2753288/tidak-mau-rakyat-rusuh-ini-cerita-jokowi-semedi-3-hari-ambil-keputusan-tak-lockdown-88XFWiN7Bs.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi. (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/26/320/2753288/tidak-mau-rakyat-rusuh-ini-cerita-jokowi-semedi-3-hari-ambil-keputusan-tak-lockdown-88XFWiN7Bs.JPG</image><title>Presiden Jokowi. (Foto: Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa pandemi Covid-19 merupakan tantangan yang belum pernah dihadapi sebelumnya.

Bahkan, dilema pun dia rasakan ketika harus memutuskan lockdown atau tidak.

&quot;Saya semedi 3 hari untuk memutuskan apakah kita harus lockdown atau tidak, karena kita semua betul-betul sangat tidak memiliki pengetahuan atau pengalaman semuanya mengenai ini,&quot; ujar Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) Transisi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Jakarta, Kamis (26/1/2023).

Bahkan, saat rapat sebanyak 80% menteri meminta untuk lockdown karena semua negara di dunia melakukan itu.
&amp;nbsp;BACA JUGA: Ketika Jokowi Bercerita Bingungnya WHO saat Pertama Pandemi Covid-19
&quot;Enggak dari DPR, enggak dari Partai, semuanya lockdown. Tekanan-tekanan seperti itu pada saat mengalami krisis yang kita pikirannya tidak jernih, tergesa-gesa, grusa grusu, bisa salah, bisa keliru,&quot; tegas Jokowi.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yNS8zNC8xNjE0NzgvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia pun memberikan gambaran skenario seandainya pemerintah memutuskan untuk lockdown pada saat itu.

Berdasarkan hitungan Jokowi, dalam 2-3 minggu, rakyat sudah tidak bisa bertahan dan hanya memiliki peluang yang kecil untuk mencari nafkah karena semuanya ditutup dan negara tidak bisa memberikan bantuan kepada rakyat.

&quot;Apa yang terjadi? Rakyat pasti rusuh. Itu yang kita hitung sehingga saat itu kita putuskan tidak lockdown. Kita tidak hanya ditekan dari sisi pandemi, tetapi juga dari sisi ekonomi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa pandemi Covid-19 merupakan tantangan yang belum pernah dihadapi sebelumnya.

Bahkan, dilema pun dia rasakan ketika harus memutuskan lockdown atau tidak.

&quot;Saya semedi 3 hari untuk memutuskan apakah kita harus lockdown atau tidak, karena kita semua betul-betul sangat tidak memiliki pengetahuan atau pengalaman semuanya mengenai ini,&quot; ujar Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) Transisi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Jakarta, Kamis (26/1/2023).

Bahkan, saat rapat sebanyak 80% menteri meminta untuk lockdown karena semua negara di dunia melakukan itu.
&amp;nbsp;BACA JUGA: Ketika Jokowi Bercerita Bingungnya WHO saat Pertama Pandemi Covid-19
&quot;Enggak dari DPR, enggak dari Partai, semuanya lockdown. Tekanan-tekanan seperti itu pada saat mengalami krisis yang kita pikirannya tidak jernih, tergesa-gesa, grusa grusu, bisa salah, bisa keliru,&quot; tegas Jokowi.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yNS8zNC8xNjE0NzgvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia pun memberikan gambaran skenario seandainya pemerintah memutuskan untuk lockdown pada saat itu.

Berdasarkan hitungan Jokowi, dalam 2-3 minggu, rakyat sudah tidak bisa bertahan dan hanya memiliki peluang yang kecil untuk mencari nafkah karena semuanya ditutup dan negara tidak bisa memberikan bantuan kepada rakyat.

&quot;Apa yang terjadi? Rakyat pasti rusuh. Itu yang kita hitung sehingga saat itu kita putuskan tidak lockdown. Kita tidak hanya ditekan dari sisi pandemi, tetapi juga dari sisi ekonomi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
