<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional Tembus Rp1.645,45 Triliun, Bansos Bertebaran</title><description>Anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) tembus Rp1.645,45 triliun selama 2020-2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/26/320/2753552/anggaran-pemulihan-ekonomi-nasional-tembus-rp1-645-45-triliun-bansos-bertebaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/26/320/2753552/anggaran-pemulihan-ekonomi-nasional-tembus-rp1-645-45-triliun-bansos-bertebaran"/><item><title>Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional Tembus Rp1.645,45 Triliun, Bansos Bertebaran</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/26/320/2753552/anggaran-pemulihan-ekonomi-nasional-tembus-rp1-645-45-triliun-bansos-bertebaran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/26/320/2753552/anggaran-pemulihan-ekonomi-nasional-tembus-rp1-645-45-triliun-bansos-bertebaran</guid><pubDate>Kamis 26 Januari 2023 14:46 WIB</pubDate><dc:creator>Noviana Zahra Firdausi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/26/320/2753552/anggaran-pemulihan-ekonomi-nasional-tembus-rp1-645-45-triliun-bansos-bertebaran-pF2DX7KKgi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggaran pemulihan ekonomi nasional (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/26/320/2753552/anggaran-pemulihan-ekonomi-nasional-tembus-rp1-645-45-triliun-bansos-bertebaran-pF2DX7KKgi.jpg</image><title>Anggaran pemulihan ekonomi nasional (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) tembus Rp1.645,45 triliun selama 2020-2022. Anggaran tersebut termasuk pemberian bansos kepada masyarakat.
&quot;Anggaran ini merupakan bentuk kerja kita bersama dan kerja bersama kita,&quot; kata Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dilansir dari Antara, Kamis (26/1/2023).
BACA JUGA:Pemulihan Ekonomi, BPK Ungkap Tantangan Pasca Pandemi Covid-19

Program Penanganan COVID-19 dan PEN didesain fleksibel dan akuntabel agar lebih responsif dan antisipatif untuk penanganan COVID-19 dan akselerasi pemulihan ekonomi.
Dia memerinci pada 2020, anggaran PEN disalurkan sebanyak Rp578,85 triliun (sudah diaudit) yang meliputi anggaran kesehatan senilai Rp62,67 triliun, perlindungan sosial sebesar Rp216,59 triliun, program prioritas sebanyak Rp65,22 triliun, dukungan UMKM dan korporasi sebesar Rp172,99 triliun, serta insentif usaha senilai Rp58,38 triliun.
BACA JUGA:Kalahkan China-AS, RI Jadi Negara dengan Pemulihan Ekonomi Tercepat

Kemudian di 2021, anggaran yang dikucurkan adalah sebesar Rp655,1 triliun (sudah diaudit) yang terdiri dari anggaran kesehatan senilai Rp198,1 triliun, perlindungan sosial sebesar Rp167,7triliun, program prioritas kementerian/lembaga sebanyak Rp105,6 triliun, dukungan UMKM dan korporasi sebesar Rp116,2triliun, serta insentif usaha senilai Rp67,67 triliun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMy8xLzE2MDcyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pada 2022, anggaran yang disalurkan melalui program PEN adalah  sebesar Rp414,5 triliun (sementara) yang meliputi anggaran kesehatan  sebesar Rp70,8 triliun, perlindungan masyarakat senilai Rp153,5 triliun,  serta penguatan pemulihan ekonomi sebesar Rp190,2 triliun.
Berbagai kucuran dana PEN tersebut, kata Suahasil, menjadi dasar perekonomian Indonesia bisa tumbuh dengan baik.
&quot;Ketika kita ada di jurang bisa ditahan oleh PEN untuk tidak turun  terlalu dalam dan kemudian kita naikkan lagi pertumbuhannya,&quot; ucap dia.
Menurut dia, angka pengangguran terbuka yang cukup tinggi pada 2020  pun berhasil diturunkan berkat program PEN, begitu pula dengan jumlah  penduduk miskin yang sempat meningkat di 2020.
Dengan demikian, program tersebut bisa menurunkan tingkat kemiskinan  di Indonesia akibat COVID-19 serta rasio gini yang mengukur kesenjangan,  sehingga hal tersebut menjadi keberhasilan RI.</description><content:encoded>JAKARTA - Anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) tembus Rp1.645,45 triliun selama 2020-2022. Anggaran tersebut termasuk pemberian bansos kepada masyarakat.
&quot;Anggaran ini merupakan bentuk kerja kita bersama dan kerja bersama kita,&quot; kata Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dilansir dari Antara, Kamis (26/1/2023).
BACA JUGA:Pemulihan Ekonomi, BPK Ungkap Tantangan Pasca Pandemi Covid-19

Program Penanganan COVID-19 dan PEN didesain fleksibel dan akuntabel agar lebih responsif dan antisipatif untuk penanganan COVID-19 dan akselerasi pemulihan ekonomi.
Dia memerinci pada 2020, anggaran PEN disalurkan sebanyak Rp578,85 triliun (sudah diaudit) yang meliputi anggaran kesehatan senilai Rp62,67 triliun, perlindungan sosial sebesar Rp216,59 triliun, program prioritas sebanyak Rp65,22 triliun, dukungan UMKM dan korporasi sebesar Rp172,99 triliun, serta insentif usaha senilai Rp58,38 triliun.
BACA JUGA:Kalahkan China-AS, RI Jadi Negara dengan Pemulihan Ekonomi Tercepat

Kemudian di 2021, anggaran yang dikucurkan adalah sebesar Rp655,1 triliun (sudah diaudit) yang terdiri dari anggaran kesehatan senilai Rp198,1 triliun, perlindungan sosial sebesar Rp167,7triliun, program prioritas kementerian/lembaga sebanyak Rp105,6 triliun, dukungan UMKM dan korporasi sebesar Rp116,2triliun, serta insentif usaha senilai Rp67,67 triliun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMy8xLzE2MDcyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pada 2022, anggaran yang disalurkan melalui program PEN adalah  sebesar Rp414,5 triliun (sementara) yang meliputi anggaran kesehatan  sebesar Rp70,8 triliun, perlindungan masyarakat senilai Rp153,5 triliun,  serta penguatan pemulihan ekonomi sebesar Rp190,2 triliun.
Berbagai kucuran dana PEN tersebut, kata Suahasil, menjadi dasar perekonomian Indonesia bisa tumbuh dengan baik.
&quot;Ketika kita ada di jurang bisa ditahan oleh PEN untuk tidak turun  terlalu dalam dan kemudian kita naikkan lagi pertumbuhannya,&quot; ucap dia.
Menurut dia, angka pengangguran terbuka yang cukup tinggi pada 2020  pun berhasil diturunkan berkat program PEN, begitu pula dengan jumlah  penduduk miskin yang sempat meningkat di 2020.
Dengan demikian, program tersebut bisa menurunkan tingkat kemiskinan  di Indonesia akibat COVID-19 serta rasio gini yang mengukur kesenjangan,  sehingga hal tersebut menjadi keberhasilan RI.</content:encoded></item></channel></rss>
