<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembiayaan Naik Rp900 Triliun di 2020, Sri Mulyani: Kita Bisa Dapat 2 IKN</title><description>Sri Mulyani Indrawati mengatakan pandemi Covid-19 benar-benar mengubah kebijakan fiskal Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/26/470/2753347/pembiayaan-naik-rp900-triliun-di-2020-sri-mulyani-kita-bisa-dapat-2-ikn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/26/470/2753347/pembiayaan-naik-rp900-triliun-di-2020-sri-mulyani-kita-bisa-dapat-2-ikn"/><item><title>Pembiayaan Naik Rp900 Triliun di 2020, Sri Mulyani: Kita Bisa Dapat 2 IKN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/26/470/2753347/pembiayaan-naik-rp900-triliun-di-2020-sri-mulyani-kita-bisa-dapat-2-ikn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/26/470/2753347/pembiayaan-naik-rp900-triliun-di-2020-sri-mulyani-kita-bisa-dapat-2-ikn</guid><pubDate>Kamis 26 Januari 2023 11:28 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/26/470/2753347/pembiayaan-naik-rp900-triliun-di-2020-sri-mulyani-kita-bisa-dapat-2-ikn-TfrSyMdHv3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/26/470/2753347/pembiayaan-naik-rp900-triliun-di-2020-sri-mulyani-kita-bisa-dapat-2-ikn-TfrSyMdHv3.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengatakan pandemi Covid-19 benar-benar mengubah kebijakan fiskal Indonesia. Terbukti pembahasan fiskal itu tidak hanya sekali.
&quot;Di tempat kantor Menko kita bicara mengkalibrasi berapa defisitnya, di sidang kabinet ya berapa harus meningkat, saya ingat pak Menko waktu itu, Amerika Serikat saja 10% dari GDP defisitnya, waduh kita khawatir,&quot; ujar Sri dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Transisi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Jakarta, Kamis (26/1/2023).
BACA JUGA:Rumah Menteri di IKN Rp14,4 Miliar/Unit, Sudah Lengkap dengan Isinya!

APBN sebelum pandemi di 2020 awalnya didesain defisitnya hanya di 1,76% dari GDP, atau setara Rp307,2 triliun. Kebutuhan pembiayaan 2020 di angka Rp741,8 triliun.
&quot;Namun, begitu terpukul pandemi, pemerintah menerapkan UU nomor 2 dan Perpu Nomor 1, dimana defisit boleh naik, kita lihat disini, pertama Perpres No. 54/2020 keluar revisi sekitar Juni, itu 5,07% defisitnya, melonjak dari yang tadinya 1,76%, naiknya lebih dari Rp500 triliun menjadi Rp852,9 triliun,&quot; ungkap Sri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yNC80LzE2MTQyNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Tak hanya itu saja, kebutuhan pembiayaan pun ikut melonjak menjadi Rp1.439,8 triliun, dua kali lipat. Namun, ternyata nominal ini masih saja kurang.
BACA JUGA:Bangun Rumah Menteri di IKN, Jokowi Siapkan Rp537,1 Miliar pada 2023

&quot;Di bulan Agustus 2020, kita ubah lagi ke Perpres No. 72/2020, defisitnya melonjak lagi ke 6,34%, dengan nominal Rp1.039,2 triliun. Jadi naiknya hampir 2,5 kali lipat, dan kebutuhan pembiayaan mencapai Rp1.645,3 triliun,&quot; tambah Sri.Kenaikan kebutuhan pembiayaan ini kemudian membuat Sri berkelakar.
&quot;Itu saya menyampaikan kepada bapak Presiden, Rp900 triliun pembiayaan meningkat, itu sudah dapat dua IKN pak,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengatakan pandemi Covid-19 benar-benar mengubah kebijakan fiskal Indonesia. Terbukti pembahasan fiskal itu tidak hanya sekali.
&quot;Di tempat kantor Menko kita bicara mengkalibrasi berapa defisitnya, di sidang kabinet ya berapa harus meningkat, saya ingat pak Menko waktu itu, Amerika Serikat saja 10% dari GDP defisitnya, waduh kita khawatir,&quot; ujar Sri dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Transisi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Jakarta, Kamis (26/1/2023).
BACA JUGA:Rumah Menteri di IKN Rp14,4 Miliar/Unit, Sudah Lengkap dengan Isinya!

APBN sebelum pandemi di 2020 awalnya didesain defisitnya hanya di 1,76% dari GDP, atau setara Rp307,2 triliun. Kebutuhan pembiayaan 2020 di angka Rp741,8 triliun.
&quot;Namun, begitu terpukul pandemi, pemerintah menerapkan UU nomor 2 dan Perpu Nomor 1, dimana defisit boleh naik, kita lihat disini, pertama Perpres No. 54/2020 keluar revisi sekitar Juni, itu 5,07% defisitnya, melonjak dari yang tadinya 1,76%, naiknya lebih dari Rp500 triliun menjadi Rp852,9 triliun,&quot; ungkap Sri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yNC80LzE2MTQyNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Tak hanya itu saja, kebutuhan pembiayaan pun ikut melonjak menjadi Rp1.439,8 triliun, dua kali lipat. Namun, ternyata nominal ini masih saja kurang.
BACA JUGA:Bangun Rumah Menteri di IKN, Jokowi Siapkan Rp537,1 Miliar pada 2023

&quot;Di bulan Agustus 2020, kita ubah lagi ke Perpres No. 72/2020, defisitnya melonjak lagi ke 6,34%, dengan nominal Rp1.039,2 triliun. Jadi naiknya hampir 2,5 kali lipat, dan kebutuhan pembiayaan mencapai Rp1.645,3 triliun,&quot; tambah Sri.Kenaikan kebutuhan pembiayaan ini kemudian membuat Sri berkelakar.
&quot;Itu saya menyampaikan kepada bapak Presiden, Rp900 triliun pembiayaan meningkat, itu sudah dapat dua IKN pak,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
