<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ancaman Resesi, Ekonomi AS Hanya Tumbuh 2,1% pada 2022</title><description>Perekonomian Amerika Serikat (AS) dilaporkan tumbuh lebih lambat pada tahun 2022.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/27/320/2753934/ancaman-resesi-ekonomi-as-hanya-tumbuh-2-1-pada-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/27/320/2753934/ancaman-resesi-ekonomi-as-hanya-tumbuh-2-1-pada-2022"/><item><title>Ancaman Resesi, Ekonomi AS Hanya Tumbuh 2,1% pada 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/27/320/2753934/ancaman-resesi-ekonomi-as-hanya-tumbuh-2-1-pada-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/27/320/2753934/ancaman-resesi-ekonomi-as-hanya-tumbuh-2-1-pada-2022</guid><pubDate>Jum'at 27 Januari 2023 07:43 WIB</pubDate><dc:creator>Zuhirna Wulan Dilla</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/27/320/2753934/ancaman-resesi-ekonomi-as-hanya-tumbuh-2-1-pada-2022-2QjeRmvUHv.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi ekonomi . (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/27/320/2753934/ancaman-resesi-ekonomi-as-hanya-tumbuh-2-1-pada-2022-2QjeRmvUHv.JPG</image><title>Ilustrasi ekonomi . (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Perekonomian Amerika Serikat (AS) dilaporkan tumbuh lebih lambat pada tahun 2022. Ini disebabkan karena adanya kekhawatiran akan terjadinya resesi.

Dilansir VOA di Jakarta, Jumat (27/1/2023), aktivitas yang memacu ekonomi AS juga terlihat bergerak lebih lambat.

Di mana kegiatan ekonomi berada pada level moderat karena bank sentral AS menaikkan suku bunga pinjaman tujuh kali tahun lalu, dengan tujuan mendinginkan permintaan dan mengekang biaya karena inflasi yang melonjak.
BACA JUGA:Ekonomi AS Tumbuh 3,2% di Kuartal III-2022
Bahkan untuk sektor properti terpuruk, diikuti penurunan penjualan manufaktur dan ritel.

Tercatat, ekonomi terbesar di dunia ini tumbuh 2,1% pada tahun 2022, turun dari angka tahun 2021, menurut data Departemen Perdagangan.

&amp;ldquo;Peningkatan PDB riil pada tahun 2022 terutama mencerminkan peningkatan belanja konsumen, ekspor, dan bentuk investasi tertentu,&amp;rdquo; kata departemen perdagangan AS dalam sebuah pernyataan.

Sementara pada periode Oktober hingga Desember, produk domestik bruto AS melampaui ekspektasi dengan kenaikan tahunan sebesar 2,9%.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yOC80LzE1MzkwMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kenaikan itu berada sedikit di bawah lonjakan 3,2% pada kuartal ketiga tahun lalu, tetapi menandai pertumbuhan kuartal kedua berturut-turut setelah dua putaran kontraksi.

Namun, sayangnya investasi dalam sektor perumahan terus mengalami kontraksi.

Sektor perumahan yang peka terhadap suku bunga terguncang karena kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Tentu itu membuat suku bunga KPR tetap tinggi dan membebani keterjangkauan konsumen.

Atas pelambatan ini, The Fed berharap dapat membuka peluang akan melambatnya laju kenaikan suku bunga.</description><content:encoded>JAKARTA - Perekonomian Amerika Serikat (AS) dilaporkan tumbuh lebih lambat pada tahun 2022. Ini disebabkan karena adanya kekhawatiran akan terjadinya resesi.

Dilansir VOA di Jakarta, Jumat (27/1/2023), aktivitas yang memacu ekonomi AS juga terlihat bergerak lebih lambat.

Di mana kegiatan ekonomi berada pada level moderat karena bank sentral AS menaikkan suku bunga pinjaman tujuh kali tahun lalu, dengan tujuan mendinginkan permintaan dan mengekang biaya karena inflasi yang melonjak.
BACA JUGA:Ekonomi AS Tumbuh 3,2% di Kuartal III-2022
Bahkan untuk sektor properti terpuruk, diikuti penurunan penjualan manufaktur dan ritel.

Tercatat, ekonomi terbesar di dunia ini tumbuh 2,1% pada tahun 2022, turun dari angka tahun 2021, menurut data Departemen Perdagangan.

&amp;ldquo;Peningkatan PDB riil pada tahun 2022 terutama mencerminkan peningkatan belanja konsumen, ekspor, dan bentuk investasi tertentu,&amp;rdquo; kata departemen perdagangan AS dalam sebuah pernyataan.

Sementara pada periode Oktober hingga Desember, produk domestik bruto AS melampaui ekspektasi dengan kenaikan tahunan sebesar 2,9%.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yOC80LzE1MzkwMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kenaikan itu berada sedikit di bawah lonjakan 3,2% pada kuartal ketiga tahun lalu, tetapi menandai pertumbuhan kuartal kedua berturut-turut setelah dua putaran kontraksi.

Namun, sayangnya investasi dalam sektor perumahan terus mengalami kontraksi.

Sektor perumahan yang peka terhadap suku bunga terguncang karena kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Tentu itu membuat suku bunga KPR tetap tinggi dan membebani keterjangkauan konsumen.

Atas pelambatan ini, The Fed berharap dapat membuka peluang akan melambatnya laju kenaikan suku bunga.</content:encoded></item></channel></rss>
