<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Antisipasi Krisis 2023, Sri Mulyani: Bea Cukai Berikan Fasilitas dan Insentif dan KITE</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani mengunjungi Cikarang hari ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/27/320/2754499/antisipasi-krisis-2023-sri-mulyani-bea-cukai-berikan-fasilitas-dan-insentif-dan-kite</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/27/320/2754499/antisipasi-krisis-2023-sri-mulyani-bea-cukai-berikan-fasilitas-dan-insentif-dan-kite"/><item><title>Antisipasi Krisis 2023, Sri Mulyani: Bea Cukai Berikan Fasilitas dan Insentif dan KITE</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/27/320/2754499/antisipasi-krisis-2023-sri-mulyani-bea-cukai-berikan-fasilitas-dan-insentif-dan-kite</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/27/320/2754499/antisipasi-krisis-2023-sri-mulyani-bea-cukai-berikan-fasilitas-dan-insentif-dan-kite</guid><pubDate>Jum'at 27 Januari 2023 20:58 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/27/320/2754499/antisipasi-krisis-2023-sri-mulyani-bea-cukai-berikan-fasilitas-dan-insentif-dan-kite-mVsil09VN3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani antisipasi krisis 2023 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/27/320/2754499/antisipasi-krisis-2023-sri-mulyani-bea-cukai-berikan-fasilitas-dan-insentif-dan-kite-mVsil09VN3.jpg</image><title>Sri Mulyani antisipasi krisis 2023 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengunjungi Cikarang hari ini. Dalam kesempatan tersebut, dia menggelar dialog dengan para pelaku usaha pengguna jasa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang berasal dari wilayah Cikarang, Bekasi, dan Purwakarta.
Dari kunjungan tersebut, Sri menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dengan pelaku usaha dapat mewujudkan perbaikan ekonomi, bahkan di masa tersulit sekalipun, seperti pandemi.
BACA JUGA:Ke Cikarang Dry Port, Sri Mulyani Puji Penerapan Sistem Logistik Modern

&quot;Indonesia telah mengelola pandemi Covid-19 dengan sangat baik. Ini tentu merupakan sebuah kinerja yang luar biasa. Namun, dalam proses pemulihan kita juga melihat adanya tantangan-tantangan baru. Di tahun 2023, tantangan telah bergeser dari risiko kesehatan menjadi risiko finansial dan geopolitik. Dunia tengah menghadapi ancaman disrupsi ekonomi, kenaikan harga komoditas, inflasi, merosotnya kondisi sosial, dan pelemahan ekonomi yang berimbas terhadap ketahanan pangan dan energi, serta perubahan global supply chain yang di beberapa negara telah memicu gerak inflasi,&quot; ujar Sri, Jumat (27/1/2023).
BACA JUGA:Cairkan Subsidi Kendaraan Listrik, Sri Mulyani Bicara dengan DPR

Untuk mampu melewati kondisi tersebut, Sri mengatakan pemerintah dan pelaku usaha harus terus berkolaborasi serta mampu menangkap sinyal anomali untuk dapat diterjemahkan dalam formula kebijakan yang tepat. Pemerintah melalui Bea Cukai pun akan terus berupaya mendukung para pelaku usaha dengan beberapa kebijakan strategis, di antaranya memberikan fasilitas dan insentif di bidang kepabeanan, berupa fasilitas kawasan berikat (KB) dan kemudahan impor tujuan ekspor (KITE).
&quot;Hal tersebut juga menjadi perwujudan tugas dan fungsi yang diemban Bea Cukai, yaitu trade facilitator dan industrial assistance, khususnya dalam optimalisasi utilisasi fasilitas kepabeanan untuk mendukung industri dalam negeri,&quot; ucap Sri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOS80LzE2MTA2Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Upaya ini terbukti berhasil dengan survei evaluatif Bea Cukai di  tahun 2022 dalam rangka meninjau kondisi perusahaan KB dan KITE pada  tahun 2021 yang menunjukkan hasil positif. Berdasarkan hasil survei  tersebut, kondisi dan kontribusi perusahaan KB dan KITE pada tahun 2021  secara umum lebih baik dibandingkan dengan tahun 2020. Kondisi tersebut  diharapkan dapat membantu perusahaan penerima fasilitas dalam menghadapi  krisis yang diprediksikan terjadi pada tahun 2023.
Sebagai rincian, dari sisi tenaga kerja, presentasi tenaga kerja  terlatih pada perusahaan KB meningkat sebesar 1% dan pada perusahaan  KITE meningkat sebesar 3%. Dari sisi investasi, di tahun 2021 penambahan  investasi meningkat sebesar Rp103 miliar pada perusahaan KB dan Rp30,59  miliar pada perusahaan KITE. Untuk indirect economic activity, di tahun  2021 terjadi peningkatan jumlah dan jenis usaha di sekitar perusahaan  penerima fasilitas KB dan KITE secara regional. Peningkatan terbesar  terlihat pada jenis usaha akomodasi (188,78%), sektor perdagangan  (165,32%), makanan (173,62%), dan transportasi (128,52%).
&quot;Hal yang sama terjadi untuk fasilitas KB, peningkatan terbesar yaitu  pada sektor makanan (66,52%), disusul transportasi (55,58%),  perdagangan (35,04%), dan akomodasi (24,64%),&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengunjungi Cikarang hari ini. Dalam kesempatan tersebut, dia menggelar dialog dengan para pelaku usaha pengguna jasa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang berasal dari wilayah Cikarang, Bekasi, dan Purwakarta.
Dari kunjungan tersebut, Sri menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dengan pelaku usaha dapat mewujudkan perbaikan ekonomi, bahkan di masa tersulit sekalipun, seperti pandemi.
BACA JUGA:Ke Cikarang Dry Port, Sri Mulyani Puji Penerapan Sistem Logistik Modern

&quot;Indonesia telah mengelola pandemi Covid-19 dengan sangat baik. Ini tentu merupakan sebuah kinerja yang luar biasa. Namun, dalam proses pemulihan kita juga melihat adanya tantangan-tantangan baru. Di tahun 2023, tantangan telah bergeser dari risiko kesehatan menjadi risiko finansial dan geopolitik. Dunia tengah menghadapi ancaman disrupsi ekonomi, kenaikan harga komoditas, inflasi, merosotnya kondisi sosial, dan pelemahan ekonomi yang berimbas terhadap ketahanan pangan dan energi, serta perubahan global supply chain yang di beberapa negara telah memicu gerak inflasi,&quot; ujar Sri, Jumat (27/1/2023).
BACA JUGA:Cairkan Subsidi Kendaraan Listrik, Sri Mulyani Bicara dengan DPR

Untuk mampu melewati kondisi tersebut, Sri mengatakan pemerintah dan pelaku usaha harus terus berkolaborasi serta mampu menangkap sinyal anomali untuk dapat diterjemahkan dalam formula kebijakan yang tepat. Pemerintah melalui Bea Cukai pun akan terus berupaya mendukung para pelaku usaha dengan beberapa kebijakan strategis, di antaranya memberikan fasilitas dan insentif di bidang kepabeanan, berupa fasilitas kawasan berikat (KB) dan kemudahan impor tujuan ekspor (KITE).
&quot;Hal tersebut juga menjadi perwujudan tugas dan fungsi yang diemban Bea Cukai, yaitu trade facilitator dan industrial assistance, khususnya dalam optimalisasi utilisasi fasilitas kepabeanan untuk mendukung industri dalam negeri,&quot; ucap Sri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOS80LzE2MTA2Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Upaya ini terbukti berhasil dengan survei evaluatif Bea Cukai di  tahun 2022 dalam rangka meninjau kondisi perusahaan KB dan KITE pada  tahun 2021 yang menunjukkan hasil positif. Berdasarkan hasil survei  tersebut, kondisi dan kontribusi perusahaan KB dan KITE pada tahun 2021  secara umum lebih baik dibandingkan dengan tahun 2020. Kondisi tersebut  diharapkan dapat membantu perusahaan penerima fasilitas dalam menghadapi  krisis yang diprediksikan terjadi pada tahun 2023.
Sebagai rincian, dari sisi tenaga kerja, presentasi tenaga kerja  terlatih pada perusahaan KB meningkat sebesar 1% dan pada perusahaan  KITE meningkat sebesar 3%. Dari sisi investasi, di tahun 2021 penambahan  investasi meningkat sebesar Rp103 miliar pada perusahaan KB dan Rp30,59  miliar pada perusahaan KITE. Untuk indirect economic activity, di tahun  2021 terjadi peningkatan jumlah dan jenis usaha di sekitar perusahaan  penerima fasilitas KB dan KITE secara regional. Peningkatan terbesar  terlihat pada jenis usaha akomodasi (188,78%), sektor perdagangan  (165,32%), makanan (173,62%), dan transportasi (128,52%).
&quot;Hal yang sama terjadi untuk fasilitas KB, peningkatan terbesar yaitu  pada sektor makanan (66,52%), disusul transportasi (55,58%),  perdagangan (35,04%), dan akomodasi (24,64%),&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
