<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Proyek IKN, WIKA Gedung Raup Kontrak Baru Rp750 Miliar</title><description>Wika Gedung kembali memproleh kontrak baru di proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara senilai Rp750 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/27/470/2754101/proyek-ikn-wika-gedung-raup-kontrak-baru-rp750-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/27/470/2754101/proyek-ikn-wika-gedung-raup-kontrak-baru-rp750-miliar"/><item><title>Proyek IKN, WIKA Gedung Raup Kontrak Baru Rp750 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/27/470/2754101/proyek-ikn-wika-gedung-raup-kontrak-baru-rp750-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/27/470/2754101/proyek-ikn-wika-gedung-raup-kontrak-baru-rp750-miliar</guid><pubDate>Jum'at 27 Januari 2023 11:56 WIB</pubDate><dc:creator>Noviana Zahra Firdausi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/27/470/2754101/proyek-ikn-wika-gedung-raup-kontrak-baru-rp750-miliar-zB41mI8FkZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IKN Nusantara (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/27/470/2754101/proyek-ikn-wika-gedung-raup-kontrak-baru-rp750-miliar-zB41mI8FkZ.jpg</image><title>IKN Nusantara (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) atau Wika Gedung kembali memproleh kontrak baru di proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara senilai Rp750 miliar.
Direktur Utama PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, Hadian Pramudita menyatakan bahwa, Wika Gedung akan menggarap proyek Pembangunan Bangunan Gedung dan Kawasan Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) di IKN senilai Rp745 miliar.
BACA JUGA:Alfamidi (MIDI) Stock Split Saham 1:10 demi Tarik Investor, Ini Jadwalnya
&amp;rdquo;Gedung perkantoran Kemenko Marves ini memiliki tinggi delapan lantai, dibangun dengan mengusung konsep pembangunan smart dan green building yang terintegrasi. Keunggulan lain dari pembangunan gedung perkantoran Kemenko Marves ini, lanjut Hadian, terletak pada penggunaan teknologi konstruksi Building Information Modelling (BIM),&amp;rdquo; ujarnya dikutip Harian Neraca, Jumat (27/1/2023).



Posisi Gedung Kemenko Marves berdiri di atas lahan seluas 24.274 meter persegi di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, tidak jauh dari kawasan Istana Presiden IKN.
Adapun lingkup pekerjaannya meliputi rancang bangun dengan masa pelaksanaan pekerjaan selama 660 hari kerja. Sebelum menggenggam proyek Kemenko Marves, Wika Gedung lebih dulu telah mengamankan proyek Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) IKN Modular dengan progress pekerjaan mencapai 94%.
BACA JUGA:Melantai di BEI, Harga Saham Jasa Berdikari Logistics (LAJU) Melesat 35%&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Di samping menggarap proyek IKN, anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) tersebut baru saja ditunjuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika untuk mengerjakan proyek Gedung Pendidikan dan Laboratorium MKGI (Centre of Excellence) Sekolah Teknik Meteorologi Klimatologi Geofisika (STMKG) di Jalan Meteorologi Tanah Tinggi, Kota Tangerang, Banten.Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menginginkan, gedung yang dibangun Wika Gedung itu benar-benar excellence dalam arti green building dan smart building. &quot;Dengan kehadiran gedung berkonsep green building, BMKG akan berkontribusi dalam mengendalikan laju CO2,&quot; ucap dia.
Sesuai rencana, kampus modern tersebut ditargetkan tuntas dalam jangka waktu 350 hari kalender atau akhir tahun 2023. Wika Gedung akan membangun sekolah dinas BMKG ini menggunakan metode Building Information Modelling level 5D untuk mendukung percepatan, ketepatan pembangunan, hingga faktor keselamatan dan keamanan.
Di proyek tersebut, Wika Gedung bakal melaksanakan pekerjaan perencanaan, persiapan, pekerjaan struktur, pekerjaan arsitektur, pekerjaan mechanical, electrical &amp;amp; plumbing (MEP), serta landscape. Perinciannya, gedung yang akan menjadi fasilitas STMKG ini memiliki tinggi 39 meter terdiri dari delapan lapis lantai dan satu lantai basement dengan luas total bangunan 31.540 meter persegi.
Selain membangun gedung perkuliahan, nantinya terdapat juga laboratorium MKGI (center of excellence) dengan target sertifikasi bangunan gedung hijau di level utama.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) atau Wika Gedung kembali memproleh kontrak baru di proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara senilai Rp750 miliar.
Direktur Utama PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, Hadian Pramudita menyatakan bahwa, Wika Gedung akan menggarap proyek Pembangunan Bangunan Gedung dan Kawasan Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) di IKN senilai Rp745 miliar.
BACA JUGA:Alfamidi (MIDI) Stock Split Saham 1:10 demi Tarik Investor, Ini Jadwalnya
&amp;rdquo;Gedung perkantoran Kemenko Marves ini memiliki tinggi delapan lantai, dibangun dengan mengusung konsep pembangunan smart dan green building yang terintegrasi. Keunggulan lain dari pembangunan gedung perkantoran Kemenko Marves ini, lanjut Hadian, terletak pada penggunaan teknologi konstruksi Building Information Modelling (BIM),&amp;rdquo; ujarnya dikutip Harian Neraca, Jumat (27/1/2023).



Posisi Gedung Kemenko Marves berdiri di atas lahan seluas 24.274 meter persegi di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, tidak jauh dari kawasan Istana Presiden IKN.
Adapun lingkup pekerjaannya meliputi rancang bangun dengan masa pelaksanaan pekerjaan selama 660 hari kerja. Sebelum menggenggam proyek Kemenko Marves, Wika Gedung lebih dulu telah mengamankan proyek Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) IKN Modular dengan progress pekerjaan mencapai 94%.
BACA JUGA:Melantai di BEI, Harga Saham Jasa Berdikari Logistics (LAJU) Melesat 35%&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Di samping menggarap proyek IKN, anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) tersebut baru saja ditunjuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika untuk mengerjakan proyek Gedung Pendidikan dan Laboratorium MKGI (Centre of Excellence) Sekolah Teknik Meteorologi Klimatologi Geofisika (STMKG) di Jalan Meteorologi Tanah Tinggi, Kota Tangerang, Banten.Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menginginkan, gedung yang dibangun Wika Gedung itu benar-benar excellence dalam arti green building dan smart building. &quot;Dengan kehadiran gedung berkonsep green building, BMKG akan berkontribusi dalam mengendalikan laju CO2,&quot; ucap dia.
Sesuai rencana, kampus modern tersebut ditargetkan tuntas dalam jangka waktu 350 hari kalender atau akhir tahun 2023. Wika Gedung akan membangun sekolah dinas BMKG ini menggunakan metode Building Information Modelling level 5D untuk mendukung percepatan, ketepatan pembangunan, hingga faktor keselamatan dan keamanan.
Di proyek tersebut, Wika Gedung bakal melaksanakan pekerjaan perencanaan, persiapan, pekerjaan struktur, pekerjaan arsitektur, pekerjaan mechanical, electrical &amp;amp; plumbing (MEP), serta landscape. Perinciannya, gedung yang akan menjadi fasilitas STMKG ini memiliki tinggi 39 meter terdiri dari delapan lapis lantai dan satu lantai basement dengan luas total bangunan 31.540 meter persegi.
Selain membangun gedung perkuliahan, nantinya terdapat juga laboratorium MKGI (center of excellence) dengan target sertifikasi bangunan gedung hijau di level utama.</content:encoded></item></channel></rss>
