<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Heboh Kasus BCA, Ini 4 Hal yang Wajib Dijaga agar Saldo Rekening Tidak Raib Tiba-Tiba!</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat untuk menjaga baik-baik empat hal ini</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/28/622/2753408/heboh-kasus-bca-ini-4-hal-yang-wajib-dijaga-agar-saldo-rekening-tidak-raib-tiba-tiba</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/28/622/2753408/heboh-kasus-bca-ini-4-hal-yang-wajib-dijaga-agar-saldo-rekening-tidak-raib-tiba-tiba"/><item><title>Heboh Kasus BCA, Ini 4 Hal yang Wajib Dijaga agar Saldo Rekening Tidak Raib Tiba-Tiba!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/28/622/2753408/heboh-kasus-bca-ini-4-hal-yang-wajib-dijaga-agar-saldo-rekening-tidak-raib-tiba-tiba</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/28/622/2753408/heboh-kasus-bca-ini-4-hal-yang-wajib-dijaga-agar-saldo-rekening-tidak-raib-tiba-tiba</guid><pubDate>Sabtu 28 Januari 2023 19:26 WIB</pubDate><dc:creator>Fayha Afanin Ramadhanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/26/622/2753408/heboh-kasus-bca-ini-4-hal-yang-wajib-dijaga-agar-saldo-rekening-tidak-raib-tiba-tiba-l3JDDM32dc.png" expression="full" type="image/jpeg">Waspada Modus Kejahatan Perbankan. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/26/622/2753408/heboh-kasus-bca-ini-4-hal-yang-wajib-dijaga-agar-saldo-rekening-tidak-raib-tiba-tiba-l3JDDM32dc.png</image><title>Waspada Modus Kejahatan Perbankan. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat untuk menjaga baik-baik empat hal ini. Pasalnya banyak modus kejahatan di tengah era digital yang semakin berkembang.
Yang terbaruk ada kasus uang nasabah bank swasta hilang karena telah ditarik seorang tukang becak. Teller bank tersebut tertipu karena ternyata yang menarik uang bukan pemilik rekeningnya.
Namun teller tersebut berkilah bahwa si tukang becak mengetahui nomor pin nasabah, membawa KTP asli dan buku tabungan. Kasus ini pun sedang ditangani pihak kepolisian.
Berkaca dari kejadian tersebut, OJK mengigatkan supaya masyarakat menyimpan baik-baik KTP, nomor PIN, buku tabungan hingga kartu ATM. Hal ini supaya jaga pribadi terjaga dan keuangan terlindungi dari kejahatan perbankan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Teller Bakal Dilaporkan ke Polisi Gegara Rekening Rp320 Juta Dibobol Tukang Becak, Bos BCA Pasang Badan
&quot;Simpan baik-baik 4 hal ini. Jangan berikan ke siapa pun ya!&quot; tulis OJK, di Instagramnya.
Sebagai informasi, kasus ini terungkap dari kesaksian teller Bank BCA Surabaya, Maharani Istono Putri saat memberi keterangan sebagai saksi dalam sidang di PN Surabaya, Selasa (17/1/2023). Putri mengaku penyamaran Setu dengan pemilik rekening, Muin hampir serupa. Pun dengan nomor pin dan KTP yang ia bawa.
&quot;Dia (Setu) membawa buku tabungan, tahu nomor PIN dan KTP asli korban,&quot; kata Putri.
Baca Juga:&amp;nbsp;Rekening Rp320 Juta Dibobol Tukang Becak, Begini Keheranan Nasabah yang Akan Gugat BCA
Putri sendiri mengakui kelemahannya. Sebab, dia mencermati dan memperhatikan postur tubuh Setu secara detail dan menyamakan Muin dengan Setu. Menurutnya, hanya wajah Setu mirip dengan Muin. Saat itu, Putri menanyakan kedatangan Setu yang hanya sendirian ke bank.
Padahal dia hendak mengambil uang ratusan juta. Mendapat pertanyaan itu, Setu lantas menjawab bahwa anaknya menunggu di mobil.
&quot;Saat kejadian berlangsung, bank tempat saya bekerja sedang sepi. Sebab, berbarengan dengan waktu salat Jumat,&quot; ungkap Putri.Putri mengakui bahwa dirinyalah yang memproses penarikan tunai tabungan Muin. Namun, apa yang dilakukannya sudah sesuai prosedur. Dia menyatakan, tandatangan Setu mirip dengan tanda tangan Muin. Sebab, ia memperhatikan dan melihat langsung dalam slip penarikan yang diserahkan Setu kepadanya.
Meski begitu, Putri mengakui tak mengkroscek atau mengkonfirmasi via telepon ke Muin, selaku pemilik rekening yang diklaim Setu. Sebab, dia menganggap Setu pemilik rekeningnya.
&quot;Saya menganggap pemiliknya sendiri yang mengambil. Ini berbeda dengan ketika yang mengambil orang lain (menggunakan pakai surat kuasa),&quot; terangnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat untuk menjaga baik-baik empat hal ini. Pasalnya banyak modus kejahatan di tengah era digital yang semakin berkembang.
Yang terbaruk ada kasus uang nasabah bank swasta hilang karena telah ditarik seorang tukang becak. Teller bank tersebut tertipu karena ternyata yang menarik uang bukan pemilik rekeningnya.
Namun teller tersebut berkilah bahwa si tukang becak mengetahui nomor pin nasabah, membawa KTP asli dan buku tabungan. Kasus ini pun sedang ditangani pihak kepolisian.
Berkaca dari kejadian tersebut, OJK mengigatkan supaya masyarakat menyimpan baik-baik KTP, nomor PIN, buku tabungan hingga kartu ATM. Hal ini supaya jaga pribadi terjaga dan keuangan terlindungi dari kejahatan perbankan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Teller Bakal Dilaporkan ke Polisi Gegara Rekening Rp320 Juta Dibobol Tukang Becak, Bos BCA Pasang Badan
&quot;Simpan baik-baik 4 hal ini. Jangan berikan ke siapa pun ya!&quot; tulis OJK, di Instagramnya.
Sebagai informasi, kasus ini terungkap dari kesaksian teller Bank BCA Surabaya, Maharani Istono Putri saat memberi keterangan sebagai saksi dalam sidang di PN Surabaya, Selasa (17/1/2023). Putri mengaku penyamaran Setu dengan pemilik rekening, Muin hampir serupa. Pun dengan nomor pin dan KTP yang ia bawa.
&quot;Dia (Setu) membawa buku tabungan, tahu nomor PIN dan KTP asli korban,&quot; kata Putri.
Baca Juga:&amp;nbsp;Rekening Rp320 Juta Dibobol Tukang Becak, Begini Keheranan Nasabah yang Akan Gugat BCA
Putri sendiri mengakui kelemahannya. Sebab, dia mencermati dan memperhatikan postur tubuh Setu secara detail dan menyamakan Muin dengan Setu. Menurutnya, hanya wajah Setu mirip dengan Muin. Saat itu, Putri menanyakan kedatangan Setu yang hanya sendirian ke bank.
Padahal dia hendak mengambil uang ratusan juta. Mendapat pertanyaan itu, Setu lantas menjawab bahwa anaknya menunggu di mobil.
&quot;Saat kejadian berlangsung, bank tempat saya bekerja sedang sepi. Sebab, berbarengan dengan waktu salat Jumat,&quot; ungkap Putri.Putri mengakui bahwa dirinyalah yang memproses penarikan tunai tabungan Muin. Namun, apa yang dilakukannya sudah sesuai prosedur. Dia menyatakan, tandatangan Setu mirip dengan tanda tangan Muin. Sebab, ia memperhatikan dan melihat langsung dalam slip penarikan yang diserahkan Setu kepadanya.
Meski begitu, Putri mengakui tak mengkroscek atau mengkonfirmasi via telepon ke Muin, selaku pemilik rekening yang diklaim Setu. Sebab, dia menganggap Setu pemilik rekeningnya.
&quot;Saya menganggap pemiliknya sendiri yang mengambil. Ini berbeda dengan ketika yang mengambil orang lain (menggunakan pakai surat kuasa),&quot; terangnya.</content:encoded></item></channel></rss>
