<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gubernur BI Bocorkan Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5,3% pada 2023</title><description>BI menyatakan bahwa Indonesia masih harus waspada di tahun 2023. Di mana situasi global saat ini masih bergejolak.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/30/320/2755508/gubernur-bi-bocorkan-ekonomi-indonesia-bisa-tumbuh-5-3-pada-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/30/320/2755508/gubernur-bi-bocorkan-ekonomi-indonesia-bisa-tumbuh-5-3-pada-2023"/><item><title>Gubernur BI Bocorkan Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5,3% pada 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/30/320/2755508/gubernur-bi-bocorkan-ekonomi-indonesia-bisa-tumbuh-5-3-pada-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/30/320/2755508/gubernur-bi-bocorkan-ekonomi-indonesia-bisa-tumbuh-5-3-pada-2023</guid><pubDate>Senin 30 Januari 2023 11:48 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/30/320/2755508/gubernur-bi-bocorkan-ekonomi-indonesia-bisa-tumbuh-5-3-pada-2023-GkHiJfSJaT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/30/320/2755508/gubernur-bi-bocorkan-ekonomi-indonesia-bisa-tumbuh-5-3-pada-2023-GkHiJfSJaT.jpg</image><title>Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa Indonesia masih harus waspada di tahun 2023. Di mana situasi global saat ini masih bergejolak.
&quot;BI memprediksi pada 2023 pertumbuhannya berada di kisaran 4,5%-5,3%, kemungkinan sekitar 4,9%. Dan apabila konsumsi cepat bisa ke arah 5%,&quot; ujar Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo pada Laporan Transparansi dan Akuntabilitas Bank Indonesia (LTABI) 2022 di Jakarta, Senin (30/1/2023).
BACA JUGA:Suku Bunga Bank Indonesia Diprediksi Naik ke 6% di 2023
Pihaknya memastikan inflasi inti di semester I 2023 turun di bawah 4%. Kemudian inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) usai dampak dari base effect kenaikan harga BBM di bulan September, berada di bawah 4% dibandingkan dengan dunia yang masih high inflation.



&quot;Jadi kami prediksi transaksi berjalan akan valas sekitar 0%, lalu neraca pembayaran akan surplus, aliran modal telah masuk. Insya Allah akan banyak masuk, tak hanya penanaman modal asing (PMA), tapi juga investasi portofolio. Sebanyak USD2,4 miliar sudah masuk di awal 2023,&quot; jelasnya.
BACA JUGA:Gubernur BI Lantik 26 Pejabat Bank Indonesia, Ini Nama-namanya
Dia meyakini nilai tukar Rupiah akan menguat, hal ini dikarenakan faktor fundamental semuanya memberikan justifikasi dasar bahwa nilai tukar Rupiah akan menguat. Terlihat dari sisi pertumbuhan tinggi, inflasi rendah, neraca pembayaran surplus, dan prospek ekonomi yang baik.&quot;Rupiah akan menguat setelah gejolak global ini semakin mereda. Pertumbuhan kredit di kisaran 10%-12% di 2023. Jadi kita semakin optimis digitalisasi semakin kuat,&quot; tutur Perry.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa Indonesia masih harus waspada di tahun 2023. Di mana situasi global saat ini masih bergejolak.
&quot;BI memprediksi pada 2023 pertumbuhannya berada di kisaran 4,5%-5,3%, kemungkinan sekitar 4,9%. Dan apabila konsumsi cepat bisa ke arah 5%,&quot; ujar Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo pada Laporan Transparansi dan Akuntabilitas Bank Indonesia (LTABI) 2022 di Jakarta, Senin (30/1/2023).
BACA JUGA:Suku Bunga Bank Indonesia Diprediksi Naik ke 6% di 2023
Pihaknya memastikan inflasi inti di semester I 2023 turun di bawah 4%. Kemudian inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) usai dampak dari base effect kenaikan harga BBM di bulan September, berada di bawah 4% dibandingkan dengan dunia yang masih high inflation.



&quot;Jadi kami prediksi transaksi berjalan akan valas sekitar 0%, lalu neraca pembayaran akan surplus, aliran modal telah masuk. Insya Allah akan banyak masuk, tak hanya penanaman modal asing (PMA), tapi juga investasi portofolio. Sebanyak USD2,4 miliar sudah masuk di awal 2023,&quot; jelasnya.
BACA JUGA:Gubernur BI Lantik 26 Pejabat Bank Indonesia, Ini Nama-namanya
Dia meyakini nilai tukar Rupiah akan menguat, hal ini dikarenakan faktor fundamental semuanya memberikan justifikasi dasar bahwa nilai tukar Rupiah akan menguat. Terlihat dari sisi pertumbuhan tinggi, inflasi rendah, neraca pembayaran surplus, dan prospek ekonomi yang baik.&quot;Rupiah akan menguat setelah gejolak global ini semakin mereda. Pertumbuhan kredit di kisaran 10%-12% di 2023. Jadi kita semakin optimis digitalisasi semakin kuat,&quot; tutur Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
