<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terungkap! Jasindo Pernah Alami Krisis Keuangan hingga Dilaporkan ke OJK</title><description>Terungkap PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) pernah mengalami krisis keuangan hingga dilaporkan ke OJK.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/30/320/2755840/terungkap-jasindo-pernah-alami-krisis-keuangan-hingga-dilaporkan-ke-ojk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/30/320/2755840/terungkap-jasindo-pernah-alami-krisis-keuangan-hingga-dilaporkan-ke-ojk"/><item><title>Terungkap! Jasindo Pernah Alami Krisis Keuangan hingga Dilaporkan ke OJK</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/30/320/2755840/terungkap-jasindo-pernah-alami-krisis-keuangan-hingga-dilaporkan-ke-ojk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/30/320/2755840/terungkap-jasindo-pernah-alami-krisis-keuangan-hingga-dilaporkan-ke-ojk</guid><pubDate>Senin 30 Januari 2023 17:37 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/30/320/2755840/terungkap-jasindo-pernah-alami-krisis-keuangan-hingga-dilaporkan-ke-ojk-LSfJ19YZDy.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Jasindo pernah alami krisis keuangan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/30/320/2755840/terungkap-jasindo-pernah-alami-krisis-keuangan-hingga-dilaporkan-ke-ojk-LSfJ19YZDy.jpeg</image><title>Jasindo pernah alami krisis keuangan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Terungkap PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) pernah mengalami krisis keuangan hingga dilaporkan ke OJK. Hal ini diungkapkan Holding BUMN Asuransi dan Penjaminan atau Indonesia Financial Group (IFG).
IFG mengungkap Jasindo sempat mengalami tekanan keuangan yang signifikan pada 2021-2022. Saat itu, Risk Based Capital (RBC) atau keamanan financial BUMN asuransi itu minus di angka 84,85%.
BACA JUGA:Tutup 43 Kantor Cabang, Jasindo PHK Karyawan Jadi 665 Pekerja 

Angka itu jauh di bawah ketentuan minimal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di mana otoritas mewajibkan perusahaan asuransi memiliki RBC minimal 120%.  Hal ini membuat IFG sebagai induk Holding BUMN Asuransi berupaya mengembalikan tingkat kecukupan modal Jasindo.
BACA JUGA:Heboh Kabar Jasindo PHK Massal, Ini Penjelasan Stafsus Erick Thohir

&quot;Ada satu pekerjaan signifikan yang kami lakukan sepanjang 2022 kemarin yaitu mengembalikan tingkat kecukupan modal Jasindo, di mana pada tahun lalu Jasindo mengalami tekanan terhadap permodalan dengan RBC minus 84,85% (2021),&quot; ungkap Direktur Utama IFG Robertus Billitea saat rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Senin (30/1/2023).
Robertus mengungkap holding mengambil berbagai langkah strategi untuk penyehatan permodalan Jasindo. Salah satunya  melaporkan permasalahan tersebut kepada OJK. Hingga kini Jasindo berada dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wNC80LzE2MDA5My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Meski begitu, per Desember 2022 perusahaan asuransi pelat merah ini  sudah mencatatkan RBC 137,21%. Alhamdulillah, per  Desember (2022)  kemarin Jasindo sudah bisa kembali masuk ke zona RBC positif,&quot; ucap dia.
Untuk diketahui, semakin besar rasio kesehatan RBC perusahaan  asuransi, maka semakin sehat kondisi financial perusahaan tersebut. RBC  yang dimiliki perusahaan asuransi akan mempengaruhi tingkat  profitabilitas yang dihasilkan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Terungkap PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) pernah mengalami krisis keuangan hingga dilaporkan ke OJK. Hal ini diungkapkan Holding BUMN Asuransi dan Penjaminan atau Indonesia Financial Group (IFG).
IFG mengungkap Jasindo sempat mengalami tekanan keuangan yang signifikan pada 2021-2022. Saat itu, Risk Based Capital (RBC) atau keamanan financial BUMN asuransi itu minus di angka 84,85%.
BACA JUGA:Tutup 43 Kantor Cabang, Jasindo PHK Karyawan Jadi 665 Pekerja 

Angka itu jauh di bawah ketentuan minimal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di mana otoritas mewajibkan perusahaan asuransi memiliki RBC minimal 120%.  Hal ini membuat IFG sebagai induk Holding BUMN Asuransi berupaya mengembalikan tingkat kecukupan modal Jasindo.
BACA JUGA:Heboh Kabar Jasindo PHK Massal, Ini Penjelasan Stafsus Erick Thohir

&quot;Ada satu pekerjaan signifikan yang kami lakukan sepanjang 2022 kemarin yaitu mengembalikan tingkat kecukupan modal Jasindo, di mana pada tahun lalu Jasindo mengalami tekanan terhadap permodalan dengan RBC minus 84,85% (2021),&quot; ungkap Direktur Utama IFG Robertus Billitea saat rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Senin (30/1/2023).
Robertus mengungkap holding mengambil berbagai langkah strategi untuk penyehatan permodalan Jasindo. Salah satunya  melaporkan permasalahan tersebut kepada OJK. Hingga kini Jasindo berada dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wNC80LzE2MDA5My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Meski begitu, per Desember 2022 perusahaan asuransi pelat merah ini  sudah mencatatkan RBC 137,21%. Alhamdulillah, per  Desember (2022)  kemarin Jasindo sudah bisa kembali masuk ke zona RBC positif,&quot; ucap dia.
Untuk diketahui, semakin besar rasio kesehatan RBC perusahaan  asuransi, maka semakin sehat kondisi financial perusahaan tersebut. RBC  yang dimiliki perusahaan asuransi akan mempengaruhi tingkat  profitabilitas yang dihasilkan.</content:encoded></item></channel></rss>
